Showing posts with label Defenisi. Show all posts
Showing posts with label Defenisi. Show all posts

Monday, December 12, 2016

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Employee Engagement

0 komentar
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi employee engagement.
Faktor-faktor ini meliputi drives yang membuat karyawan merasa engagement (Vazirani, 2007). Drives tersebut antara lain :

a. Career Development
Karir yang terus meningkat adalah harapan dari semua karyawan yang didukung dengan tersedianya tantangan dalam pekerjaan sekaligus menyediakan kesempatan kemajuan karir di organisasi (Vazirani, 2007). Dengan diberikannya kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan kemampuan dan mempelajari keterampilan serta pengetahuan baru, maka karyawan akan menyadari potensi mereka masing-masing. Karyawan yang diberikan kesempatan karir dengan pekerjaan yang menantang akan lebih engagement. Pekerjaan yang menantang adalah drives utama kedua dari employee engagement (Perrin, 2003).

b. Leadership
Setiap karyawan memerlukan nilai yang jelas dari organisasi seperti didengarnya pendapat mereka terutama oleh pemimpin (Vazirani, 2007; MacLeod & Clarke, 2009). Produktivitas karyawan akan meningkat seiring dengan sikap positif pemimpin kepada mereka (MacLeod & Clarke, 2009). Dalam sebuah studi yang dilakukan pada orang-orang Belgia ditemukan bahwa pemimpin transformasional mempengaruhi kekuatan, dedikasi, dan kesenangan karyawan (Castellano, 2008). Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Maslach, Schaufelli, & Leiter (2001) bahwa employee engagement dikarakteristikkan dengan kekuatan, dedikasi dan kesenangan dalam bekerja.

c. Autonomy
Kebebasan untuk membuat keputusan yang berhubungan dengan pekerjaan merupakan salah satu dari driver dari employee engagement dan sebanyak 61 % karyawan setuju akan hal ini. Karyawan akan lebih menerima resiko yang besar jika mereka menganggap bahwa mereka juga memiliki kontrol terhadap keputusan yang berhubungan dengan resiko tersebut (Perrin, 2003).

d. Peers
Individu yang memiliki hubungan interpersonal yang baik dengan rekan kerjanya akan memiliki pengalaman kerja yang lebih berarti.
Ketika individu disegani, dihormati, dan dihargai kontribusinya, maka mereka akan meraih sense of meaningfulness dari interaksi tersebut.
Hubungan interpersonal yang saling mendukung dan membantu antar karyawan akan meningkatkan level engagement dari karyawan tersebut (Vazirani, 2007).

e. Image
Ketika organisasi dipandang memiliki kualitas produk dan pelayanan yang baik, tingkat engagement karyawan yang bekerja di organisasi tersebut cenderung tinggi. Selain itu, manager yang engaged juga mempengaruhi level engagement bawahannya (Vazirani, 2007).

f. Communication
Komunikasi dua arah dan terbuka dapat meningkatkan engagement karyawan (Robinson et al, 2004). Memberikan kesempatan bagi keryawan untuk menyatakan ide-ide dan saran-saran yang lebih baik, sementara itu di saat yang sama, manager memberitahukan informasiinformasi yang berhubungan dengan karywan kepada karyawan itu sendiri.

g. Health and Safety
Suatu riset menyebutkan bahwa level engagement akan tinggi apabila karyawan merasa aman ketika bekerja. Oleh karena itu, organisasi seharusnya membuat suatu sistem untuk kesehatan dan keselamatan kerja karyawan (Vazirani, 2007).

h. Job Satisfaction
Tidak ada karyawan yang engaged apabila ia tidak merasa puas dengan pekerjaannya. Oleh karena itu sangat penting untuk organisasi melihat apakah pekerjaan tersebut sesuai dengan tujuan karir yang disukai oleh karyawan tersebut (Vazirani, 2007).

i. Usia, Jabatan, dan Lama Bekerja
Pada penelitan mengenai employee engagement di US, karyawan yang memiliki rentang usia 30-39 tahun mempunyai tingkat engagement yang lebih rendah dibandingkan dengan karyawan yang berusia 40-49 tahun dan 50 tahun ke atas (Sarkisian, Catsouphes, Bhate, Lee, Carapinha, & Minnich, 2011). Selain itu menurut penelitan Blessing White (2011) didapat ada korelasi yang kuat antara tingkat engagement dengan usia, dan peran dalam organisasi. Karyawan yang lebih tua dengan posisi yang tinggi tingkat kekuasaanya akan lebih engaged.

Dari berbagai faktor yang mempengaruhi employee engagement di atas, sebagian besar menempatkan pekerjaan sebagai inti dari engagement itu sendiri. Hal ini antara lain pekerjaan yang menantang (Perrin, 2003), adanya perkembangan karir (Gubman, 2003; Henryhand, 2009), dorongan untuk lebih inovatif, dan melibatkan karyawan dalam suatu keputusan yang berpengaruh terhadap perkerjaan mereka (Vazirani, 2007). Hal ini mengindikasikan bahwa job characteristics merupakan faktor yang berhubungan dengan employee engagement.
[read more..]

Thursday, October 27, 2016

Makalah STRUKTUR ORGANISASI

0 komentar
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Struktu organisasi adalah keseluruhan dari tugas-tugas yang dikelompokkan ke dalam fungsi-fungsi yang ada sehingga merupakan suatu kesatuah hamonis, yakni diarahkan dan dikembangkan secara terus menerus pada suatu tujuan tertentu menuju kondisi optimal, struktur suatu organisasi di gamarkan dalam bentuk suatu skema organisasi atau organigram, yaitu suatu lukisan grafis yang menjelaskan berbgai hubungan organisatoris, baik vetikal maupuh horizontal, antarbagian maupun antarindividu. Dengan kata lain, oganigram memberikan gambaran tentang struktur personalia, yakni penempatan individu-individu pada posisi-posisi yang da dalam suatu organisasi. Hal ini maksudkan untuk menentukan siapan-siapan yang memegang tampuk jpimpinan, apa dan kepada sipa ugas, wewenang, tanggung jawab, serta posisi diberikan.

Perlu diperhatikan di sini, ahwa penyuisunan stuktu organisasi perlu dilandasi ole hide dan imajinsi yang m emungkinkan erkembangnya diri individu yang akan menangani permasalahan organisasi, Tentunya dalam hal ini individu akan dituntut untuk memiliki “kemampuan abstraksi” pada tinkat tertentu sehingga mampu menghayati dan menyderhanakan kenyataan-kenyataan yang ada (dalam dimensi ruan dalam waktu)

B. Rumusan Maslah
Dalam makalah kali ini, penulis akan mencoba mengulas mengenai Struktur Oganisasi dan macam-macam organisasi serta struktur organisasi

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Struktur Organisasi 
Struktur adalah cara sesuatu disusun atau dibangun organisasi yang merupakan suatu wadah berkumpulnya minimal dua orang untuk mencapai sebuah tujuan.
  1. Struktur Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan.
  2. Struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.
  3. Struktur organisasi ialah susunan pembagian tugas secara formal yang ada dalam sebuah organisasi.

B. Fungsi Struktur Organisasi
Fungsi struktur dalam sebuah organisasi adalah memberikan informasi kepada seluruh manusia yang menjadi anggotanya untuk mengetahui kegiatan atau pekerjaan yang harus ia kerjakan, berkonsultasi atau bertanggung jawab kepada siapa, sehingga proses kerjasama menuju pencapaian tujuan organisasi dapat terwujud sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kejelasan gambaran struktur organisasi akan memberikan kemudahan bagi pimpinan untuk mendistribusikan jabatan kepada seseorang yang tepat, sehingga daya guna dan hasil guna dapat terwujud.

Fungsi atau kegunaan struktur dalam sebuah organisasi dapat dijelaskan sebagai berikut : 
Kejelasan Tanggung Jawab. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab dan apa yang harus dipertanggung jawabkan. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab kepada pimpinan atau atasan yang memberikan kewenangan, karena pelaksanaan kewenangan itu yang harus dipertanggungjawabkan. 
Kejelasan Kedudukan. Kejelasan kedudukan seseorang dalam struktur organsisasi sebenarnya mempermudah dalam melakukan koordinasi maupun hubungan karena adanya keterkaitan penyelesaian suatu fungsi yang dipercayakan kepada seseorang. 
Kejelasan Uraian Tugas. Kejelasan uraian tugas dalam struktur organisasi sangat membantu pihak pimpinan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian, dan bagi bawahan akan dapat berkonsentrasi dalam melaksanakan suatu pekerjaan karena uraiannya yang jelas. 
Kejelasan Jalur Hubungan. Dalam rangka pelaksaan tugas dan tanggung jawab setiap karyawan atau pegawai dalam sebuah organisasi, maka dibutuhka kejelasan hubungan yang tergambar dalam struktur, sehingga jalur penyelesaian pekerjaan akan semakin efektif dan dapat saling menguntungkan. 

Pola dasar struktur organisasi sebaiknya tersusun relative permanen, artinya tidak perlu selamanya mengalami perubahan. Dalam aktivitas yang dilakukan harus ada jaminan fleksibilitas, artinya aktivitas itu senantiasa dapat diperluas jangkauannya, namun pola dasar struktur organisasi tidak perlu mengalami perubahan. Yang perlu mendapat perhatian dalam mengisi struktur organisasi adalah manusia yang memiliki kompentensi yang sesuai dengan jenis tugas dalam bagian-bagian tugas atau pekerjaan pada struktur tersebut. Penggolongan aktivitas dalam struktur dapat kita bagi menjadi empat unsure : a)unsur pimpinan; b)unsur pembantu pimpinan; c)unsur pelakasana tugas pokok; dan d)unsur pelaksana tugas-tugas fungsional.

C. Bentuk-Bentuk Struktur Organisasi 
Berdasarkan pola hubungan kerja dan aktivitas, wewenang serta tanggungjawab, maka bentuk-bentuk organisasi dibedakan sebagai berikut :

1. Struktur Organisasi Lini
Organisasi bentuk garis di ciptakan oleh Henry Fayol. Pada struktur organisasi ini, wewenang dari atasan disalurkan secara vertikal kepada bawahan. Begitu juga sebaliknya, pertanggungjawaban dari bawahan secara langsung di tujukan kepada ataan yang memberi perintah. Umumnya organisasi yang memakai struktur ini adalah organisasi yang masih kecil, jumlah karyawannya sedikit dan spesialisasi kerjanya masih sederhana


Ciri-Ciri:

Kesatuan perintah terjamin; Pembagian kerja jelas dan mudah dilaksanakan; Organisasi tergantung pada satu pimpinan


2. Struktur Organisasi Fungsional
Struktur organisasi fungsional diciptakan oleh F.W.Taylor. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya dengan fungsi atasan tersebut. Setiap pegawai mempunyai pengawas lebih dari satu orang atasan yang berberda-beda.



Ciri-Ciri Struktur organisasi fungsional :

- Tidak menjamin adanya kesatuan perintah
- Keahlian para pengawas dan pegawai berkembang menuju spesialisasi
- Penghematan waktu dapat dilakukan karena mengerjakan pekerjaan yang sama

3. Struktur Oranisasi Garis dan Staf
Struktur organisasi ini merupakan struktur organisasi gabungan yang di kembangkan oleh Harrington Emerson. Struktur ini umumnya di gunakan oleh organisasi yang besar, daerah kerja luas, bidang tugas yang beraneka ragam dan jumlah bawahan yang banyak sehingga pimpinan tidak bisa bekerja sendiri, melainkan memerlukan bantuan staf. Staf adalorang ahli dalam bidang tertentu yang bertugas memberi nasihat dan saran kepada pimpinan dalam organisasi tersebut.



4. Struktur Organisasi Fungsional dan Staf
Struktur organisasi ini merupakan gabungan dari bermacam-macam struktur organisasi.dengan memakai sistem gabungan ini di mungkinkan memilih, yang menguntungkan di pakai yang merugikan di tinggalkan.

Struktur Organisasi Di Buat Dengan Maksud :
Memperlihatkan pola hubungan antara anggota organisasi dan sarana yang dimiliki agar setiap anggota organisasi mengerti dengan jelas tugasnya, kewajiban, hak dan tanggung jawab.


D. Tipe Struktur Organisasi 
Ada beberapa jenis struktur organisasi dan perusahaan harus memilih mana yang terbaik sesuai dengan kebutuhannya. 

Struktur Tradisional. Struktur ini berdasarkan fungsi divisi dan departemen. Ini adalah jenis struktur yang mengikuti aturan dan prosedur organisasi. Dicirikan dengan memberikan garis otoritas yang jelas di seluruh level manajemen. Jenis struktur dibawah struktur tradisional adalah :

1. Struktur Lini - adalah jenis struktur yang memiliki lini perintah yang sangat spesifik. Persetujuan dan perintah dari jenis struktur ini berasal dari atas ke lini yang bawah. Struktur ini sesuai untuk organisasi yang kecil seperti kantor akunting atau kantor hukum. Jenis struktur seperti ini memudahkan pengambilan keputusan, dan bersifat informatif. Mereka memiliki departemen yang lebih sedikit, yang membuat seluruh organisasi sangat desentralisasi. 

2. Struktur Lini dan Staff – meskipun struktur lini sesuai untuk kebanyakan organisasi, khususnya organisasi yang kecil, tapi tidak efektif untuk organisasi yang lebih besar. Dimana struktur organisasi lini dan staff memainkan perannya. Lini dan struktur menggabungkan struktur lini dimana informasi dan persetujuan berasal dari atas ke bawah, dengan dukungan dan spesialisasi staf departemen. Stuktur organisasi lini dan staff lebih terpusat. Manajer lini dan staff memiliki otoritas pada bawahannya. Pada jenis stuktur organiasai ini, proses pengambilan keputusan menjadi lebih lambat karena lapisan dan panduan yang tipikal, dan jangan melupakan formalitas didalamnya. 

3. Struktur fungsional – jenis struktur organisasi ini mengelompokkan orang berdasarkan fungsi yang mereka lakukan dalam kehidupan profesional atau menurut fungsi yang dilakukan dalam organisasi. Bagan organisasi untuk organisasi berbasis fungsional terdiri dari Vice President, Sales department, Customer Service Department, Engineering atau departemen produksi, departemen Akunting dan Administratif .

Struktur Divisional. Ini adalah jenis struktur yang berdasarkan divisi yang berbeda dalam organisasi. Struktur-struktur ini dibagi ke dalam:
  1. Struktur produk – struktur sebuah produk berdasarkan pada pengelolaan karyawan dan kerja yang berdasarkan jenis produk yang berbeda. Jika perusahaan memproduksi tiga jenis produk yang berbeda, mereka akan memiliki tiga divisi yang berbeda untuk produk tersebut
  2. Struktur pasar – struktur pasar digunakan untuk mengelompokkan karyawan berdasarkan pasar tertentu yang dituju oleh perusahaan. Sebuah perusahaan bisa memiliki 3 pangsa pasar yang digunakan dan berdasarkan struktur ini, maka akan membedakan divisi dalam struktur. 
  3. Struktur geografis – organisasi besar memiliki kantor di tempat yang berbeda, misalnya ada zona utara, zona selatan, barat, dan timur. Struktur organisasi mengikuti struktur zona wilayah. 
Struktur Matrix 
Merupakan struktur, yang menggabungkan struktur fungsi dan produk. Kedua gabungan ini merupakan gabungan terbaik untuk membuat struktur organisasi yang efisien. Ini adalah struktur organisasi yang paling kompleks. Penting untuk menemukan struktur organisasi yang terbaik untuk organisasi, karena penetapan yang keliru akan merusak fungsi organisasi 


Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :
1. Bentuk Vertikal
2. Bentuk Mendatar / horizontal
3. Bentuk Lingkaran / circular
4. Bentuk Setengah lingkaran / semi Sircular
5. Bentuk Elliptical
6. Bentuk Piramida terbalik (Invented Piramid)

Bagan organisasi adalah suatu upaya dengan tulisan atau lisan untuk menunjukan tingkatan organisasi.

1. Bagan mendatar ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.

2. Bagan Lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.

3. Bagan Setengah lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya.

4. Bagan Elips ialah bentuk bagan satuan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat Elips kea rah bidang elips

Setiap bentuk bagan organisasi yang ada menggambarkannya dapat dibalik, kecuali bagan lingkaran, bagan elips dan bagan sinar. Bagan pyramid dapat disusun dari bawah kea rah atas, bagan mendatar dapat disusun dari kanan kea rah kiri, bagan menegak (Vertikal) dapat disusun dari bawah ke atas, bagan setengah lingkaran dapat di susun dari pusat lingkaran ke arah bidang atas lingkaran, bagan setengah elips dapat disusun dari pusat elip kea rah bidang atas elip. Dalam bagan lingkaran, bagan elip dapat pula digambar satuan organisasi atau pejabat yang lebih rendah kedudukannya terletak di atas, tetapi ini semua tidak mengubah jenjang ataupun kedudukan yang sesungguhnya.

Hal ini dikemukakan pula oleh Keith Davis sebagai berikut ;

“Perubahan-perubahan penggambaran bagan kadang-kadang diterima untuk menggalakan pertalian kedudukan atasan bawahan dari kebiasaan bagan-bagan organisasi, tetapi perubahan-perubahan ini tidak mengubah keadaan kedudukan yang sebenarnya. Termasuk di dalamnya perubahan-perubahan bagan mendatar, lingkaran, setengah lingkaran, elips dan piramida terbalik.”


Struktur Organisasi ( Organizational Structure )

Stuktur organisasi pada setiap perusahaan berbeda-beda bergantung pada budaya dan jenis industri dimana mereka berusaha. Contohnya saja perusahaan konsultan dan perusahaan pertambangan. Struktur organisasi mereka bisa sangat berbeda. Umumnya pada perusahaan konsultan, jabatan tertinggi adalah “partner” sedangkan pada perusahaan tambang bisa CEO. Umumnya stuktur organisasi dapat digolongkan menjadi tiga jenis: Fungsional, Project, dan Organisasi Matrix. Tipe struktur organisasi berpengaruh pada bagaimana komunikasi didalam perusahaan.

Functional Organization ( Organisasi Fungsional )

Organisasi fungsional umum ditemui pada perusahaan-perusahaan yang memproduksi suatu barang. (Kebanyakan perusahaan di Indonesia mungkin menggunakan Functional Organization tapi Saya belum mendapatkan hasil survey tentang ini).

Pada functional organization, semakin besar organisasi, semakin dalam pula hirarkinya dan semakin terspesialisasi pekerjaannya. Semua orang melapor kepada hirarki diatasnya, seterusnya hingga mencapai puncak hirarki (CEO).

Keuntungan dari Functional Organization adalah kesederhanaan dalam komunikasi dan efisiensi proses yang berulang. Kerugiannya bila menghadapi sebuah proyek antar divisi, pergerakan dari tiap anggota tim akan terbatasi oleh sekat-sekat divisi dan manajer proyek dapat merangkap menjadi manajer salah satu divisi yang mengakibatkan keputusannya terpengaruh kedudukannya pada divisi. Kerugian lain dari sistem ini adalah komunikasi menjadi sangat terbatas (umumnya top down) dan kreativitas terbatasi oleh rangkaian persetujuan birokratis.

Projectized Organization ( Organisasi Proyek )
Organisasi proyek seperti ini berfokus hanya saja proyek daripada fungsionalitas. Saya sendiri belum pernah menemukan organisasi besar yang menggunakan tipe organisasi proyek ini. Mungkin tipe organisasi ini ada pada beberapa kelompok konsultan freelancer yang bekerja secara lepas tetapi memiliki seorang koordinator. Manajer proyek memiliki kuasa yang besar selama sebuah proyek berlangsung.

Keuntungan dari tipe organisasi ini adalah kemudahan untuk memasukkan seorang konsultan luar, efisiensi dalam mengerjakan proyek, kemudahan untuk membagikan sumber daya antar proyek, fleksibilitas dan independensi yang besar dari tiap karyawannya.

Kekurangan yang dapat muncul adalah setiap karyawan harus cukup memiliki motivasi, bertanggung jawab, dan terbiasa untuk mengambil inisiatif. Struktur ini tidak terlalu cocok bila perusahaan memiliki banyak aspek administrasi atau operasi.

Matrix Organization ( Organisasi Matrix )
Organisasi Matrix merupakan peleburan dari kedua tipe organisasi diatas. Organisasi Matrix menca ri keseimbangan antara operasional/administrasi dan proyek. Contohnya adalah seorang manajer proyek yang ingin mengerjakan proyek inventory. Tim proyek akan terdiri dari bagian purchasing dan finance.

Organisasi Matrix mempunyai tiga buah sub Organisasi berdasarkan kekuatan manajer proyek dan manajer fungsional.

Keuntungan yang diberikan tipe organisasi matrix adalah pemanfaatan sumber daya manusia yang efisien, anggota tim mempunyai pekerjaan operasional tetap setelah proyek selesai, sharing pengetahuan antar divisi yang lebih baik dari pada tipe fungsional, dan adanya keterlibatan stakeholder yang kuat.

Kekurangan yang dapat muncul adalah dengan adanya dua buah atasan, karyawan bawah harus melapor pada dua atasan dan hal ini dapat membingungkan. Atasan-atasan dapat memperebutkan karyawan sehingga membingungkan mereka dalam membuat prioritas kerja dan memahami perannya. Prosedur komunikasi dan pemanfaatan sumber daya harus ada dan jelas untuk menghindari kekacauan ini.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Stuktur Organisasi pada dasarnya merupakan desain organisasi dimana manajer melakukan alokasi sumber daya organisasi, terutama yang terkait dengan pembagian kerja dan sumber daya yang dimiliki organisasi, serta bagaimana keseluruhan kerja tersebut dapat dikordinasikan dan dikomunikasikan

Adapun faktor-faktor yang memengaruhi Struktur Organisasi
· Strategi Organisasi
· Skala Organisasi
· Teknologi
· Lingkungan

B. Saran
Setelah membaca makalah ini, diharapkan psara pembaca dapat memahami dan mengerti akan isi dan maksud dari judul tersebut diatas. Para pembaca bisa mendapatkkan pelajaran serta dapat menambah wawasan mengenai “Struktur Organisasi”

DAFTAR PUSTAKA

  • Dasar-dasar organisasi / oleh Sutarto - Cet.18 - Yogyakarta Gajah Mada University Press, 1998
  • Makmur, H. 2007. Patologi Serta Terapinya dalam Ilmu Administrasi dan Organisasi. Bandung : PT. Refika Aditama
  • Atmosudirdjo, Prayudi. (1999).Desain Serta Struktur Organisasi. Jakarta: STIA, LAN Press.
[read more..]

Saturday, October 22, 2016

Pengertian Proyek

0 komentar
Menurut Iman Soeharto (1995:1). Kegiatan proyek dapat diartikan sebagai satu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya telah digariskan dengan jelas. Tugas tersebut dapat berupa membangun pabrik, membuat produk baru atau melakukan penelitian dan pengembangan. 

Dari pengertian di atas terlihat bahwa cirri pokok proyek adalah :
  1. Memiliki tujuan yang khusus, produk akhir atau hasil kerja akhir
  2. Jumlah biaya, sasaran jadwal serta kriteria mutu dalam proses mencapai tujuan
  3. Bersifat sementara, dalam arti umurnya dibatasi oleh selesainya tugas. Titik awal dan akhir ditentukan dengan jelas
  4. Nonrutin, tidak berulang-ulang. Jenis dan intensitas kegiatan berubah sepanjang proyek berlangsung

Sasaran Proyek dan Tiga Kendala (Triple Constraint)
Di atas telah disebutkan bahwa tiap proyek memiliki tujuan khusus, misalnya rumah tinggal, jembatan atau instalasi pabrik. Dapat pula berupa produk hasil kerja penelitian dan pengembangan. Di dalam proses mencapai tujuan tersebut telah ditentukan batasan yaitu besar biaya (anggaran) yang dialokasikan, dan jadwal serta mutu yang harus dipenuhi. Ketiga batasan di atas disebut tiga kendala (triple constraint). 

1. Anggaran 
Proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran. Untuk proyek-proyek yang melibatkan dana dalam jumlah besar dan jadwal bertahun-tahun, anggarannya bukan hanya ditentukan untuk total proyek tetapi dipecah bagi komponen-komponennya, atau per periode tertentu (misalnya per kwartal) yang jumlahnya disesuaikan dengan keperluan. Dengan demikian, penyelesaian bagian-bagian proyek pun harus memenuhi sasaran anggaran per periode.

2. Jadwal
Proyek harus dikerjakan sesuai dengan kurun waktu dan tanggal akhir yang telah ditentukan. Bila hasil akhir adalah produk baru, maka penyerahannya tidak boleh melewati batas waktu yang ditentukan.

3. Mutu
Produk atau hasil kegiatan proyek harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan.sebagai contoh, bila hasil kegiatan proyek tersebut berupa instalasi pabrik, maka kriteria yang harus dipenuhi adalah pabrik harus mampu beroperasi secara memuaskan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Jadi, memenuhi persyaratan mutu berarti mampu memenuhi tugas yang dimaksudkan atau sering disebut sebagai fit for the intended use.

Gambar 3.1 Sasaran proyek yang juga merupakan tiga kendala (Triple Constrain)
(Sumber : Iman Soeharto, 1995:2)

Ketiga batasan tersebut bersifat tarik-menarik. Artinya, jika ingin meningkatkan kinerja produk yang telah disepakati dalam kontrak, maka umumnya harus diikuti dengan menaikkan mutu, yang selanjutnya berakibat pada naiknya biaya melebihi anggaran. Sebaliknya bila ingin menekan biaya, maka biasanya harus berkompromi dengan mutu atau jadwal. 

Dari segi teknis, ukuran keberhasilan proyek dikaitkan dengan sejauh mana ketiga sasaran tersebut dapat dipenuhi.

Macam Proyek

Dilihat dari komponen kegiatan utama maka macam proyek dapat dikelompokkan menjadi :

1. Proyek Engineering Konstruksi
Komponen kegiatan utama jenis proyek ini terdiri dari pengkajian kelayakan, desain engineering, pengadaan dan konstruksi. Proyek macam ini, misalnya pembangunan gedung, jembatan, pelabuhan, jalan raya, fasilitas industry dan lain-lain.

2. Proyek Engineering Manufaktur
Proyek ini dimaksudkan untuk menghasilkan produk baru. Jadi, produk tersebut adalah hasil usaha kegiatan proyek. Atau dengan kata lain proyek manufaktur merupakan proses untuk menghasilkan produk baru. Kegiatan utamanya meliputi desain engineering, pengembangan produk (product development), pengadaan, manufaktur, perakitan, uji coba fungsi dan operasi produk yang dihasilkan. Contoh untuk ini adalah pembuatan ketel uap, generator listrik, mesin pabrik, kendaraan mobil dan lain sebagainya. Bila kegiatan manufaktur dilakukan berulang-ulang, rutin dan menghasilkan produk yang sama dengan terdahulu, maka kegiatan ini tidak lagi diklasifikasikan sebagai proyek.

3. Proyek Penelitian dan Pengembangan
Proyek penelitian dan pengembangan (research & development) bertujuan melakukan penelitian dan pengembangan dalam rangka menghasilkan suatu produk tertentu. Dalam mengejar hasil akhir, proyek ini sering kali menempuh proses yang berubah-ubah demikian pula dengan lingkup kerjanya. Agar tidak melebihi anggaran atau jadwal secara substansial maka perlu diberikan batasan yang ketat perihal masalah tersebut.

4. Proyek Pelayanan Manajemen
Banyak perusahaan memerlukan proyek macam ini, diantaranya :

a. Merancang sistem informasi manajemen, meliputi perangkat lunak maupun perangkat keras
b. Merancang program efisiensi dan penghematan
c. Diversifikasi, penggabungan dan pengambilalihan

Proyek tersebut tidak membuahkan hasil dalam bentuk fisik, tetapi laporan akhir. 

5. Proyek Kapital
Berbagai badan usaha atau pemerintah memiliki kriteria tertentu untuk proyek capital. Hal ini berkaitan dengan penggunaan dana capital (istilah akuntansi) untuk investasi. Proyek capital umumnya meliputi pembebasan tanah, penyiapan lahan, pembelian material dan peralatan (mesin-mesin), manufaktur (pabrikasi), dan konstruksi pembangunan fasilitas produksi.

Timbulnya Suatu Proyek
Awal timbulnya proyek dapat berasal dari beberapa sumber berikut ini :

1. Rencana Pemerintah
Misalnya prosek pembangunan prasarana, seperti jalan, jembatan, bendungan, saluran irigasi, pelabuhan, lapangan terbang. Tujuannya dititikberatkan pada kepentingan umum dan masyarakat.

2. Permintaan Pasar
Hal ini terjadi bila suatu ketika pasar memerlukan kenaikan suatu macam produk dalam jumlah besar. Permintaan ini dipenuhi dengan jalan membangun sarana produksi baru.

3. Dari dalam Perusahaan yang Bersangkutan
Hal ini dimulai dengan adanya desakan keperluan dan setelah dikaji dari segala aspek menghasilkan keputusan untuk merealisasikannya menjadi proyek. Misalnya proyek yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan memperbaharui (modernisasi) perangkat dan sistem kerja lama agar lebih mampu bersaing.

4. Dari Kegiatan Penelitian dan Pengembangan
Dari kegiatan tersebut dihasilkan produk baru yang diperkirakan akan banyak manfaat dan peminatnya, sehingga mendorong dibangunnya fasilitas produksi. Misalnya komoditi obat-obat dan bahan kimia yang lain.

Bagi proyek yang berukuran besar dan kompleks, karena umumnya melibatkan sumber daya yang besar, prakarsa sering timbul dari pihak pemerintah, perusahaan swasta besar atau multinasional.

Definisi Unified Modeling Language (UML)
Unified Modelling Language (UML) adalah sebuah “bahasa” yang telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak. Unified Modelling Language (UML) menawarkan sebuah standar untuk merancang model sebuah sistem.

Dengan menggunakan Unified Modelling Language (UML) akan dapat membuat model untuk semua jenis aplikasi piranti lunak, dimana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras, sistem operasi dan jaringan apapun, serta ditulis dalam bahasa pemograman apapun. 

Seperti bahasa lainnya, Unified Modelling Language (UML) mendefenisikan notasi dan syntax/semantic. Notasi Unified Modelling Language (UML) merupakan sekumpulan bentuk khusus untuk menggambarkan berbagai diagram piranti lunak. Setiap bentuk memiliki makna tertentu, dan Unified Modelling Language (UML) syntax mendefenisikan bagaimana bentuk-bentuk tersebut dapat dikombinasikan. Notasi Unified Modelling Language (UML) terutama diturunkan dari 3 notasi yang telah ada sebelumnya Grady Booch OOD (Object-Oriented Design), Jim Rumbaugh OMT (Object Modeling Technique), dan Ivar Jacobson OOSE (Object-Oriented Software Engineering).

Unified Modeling Language (UML) biasa digunakan untuk :
Menggambarkan batasan sistem dan fungsi-fungsi sistem secara umum, dibuat dengan use case dan actor
Menggambarkan kegiatan atau proses bisnis yang dilaksanakan secara umum, dibuat dengan interaction diagrams
Menggambarkan representasi struktur static sebuah sistem dalam bentuk class diagrams
Membuat model behavior “yang menggambarkan kebiasaan atau sifat sebuah sistem “ dengan state transition diagrams
Menyatakan arsitektur implementasi fisik menggunakan component and development diagrams
Menyampaikan atau memperluas fungsionality dengan stereotypes.

Unified Modelling Language (UML) berfungsi sebagai jembatan dalam mengkomunikasikan menjadi diagram. Unified Modelling Language (UML) mempunyai banyak diagram yang dapat mengakomodasi berbagai sudut pandang dari suatu perangkat lunak yang akan dibangun.

Diagram-diagram tersebut digunakan untuk :
1. Mongkomunikasikan ide
2. Melahirkan ide-ide baru dan peluang-peluang baru
3. Menguji ide dan membuat prediksi memahami struktur dan relasi-relasinya. 

(Yuni Sugiarti, 2013:37).

Berdasarkan uraian diatas, maka Unified Modeling Language (UML) adalah sekumpulan bentuk khusus untuk menggambarkan berbagai diagram piranti lunak, setiap bentuk memiliki makna batasan sistem dan fungsi-fungsi sistem secara umum, dibuat dengan use case dan actor.

Use Case Diagram
Use Case Diagram merupakan pemodelan untuk menggambarkan kelakuan (behavior) sistem yang akan dibuat. Diagram use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem yang akan dibuat. Dengan pengertian cepat, diagram use case digunakan untuk mengetahui siapa saja yang ada didalm suatu sistem dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi tersebut. Terdapat beberapa simbol dalam menggambarkan diagram use case, yaitu use case, aktor dan relasi. Hal yang perlu diingat mengenai diagram use case adalah diagram use case bukan menggambarkan tampilan antarmuka (user interface), arsitektur dari sistem, kebutuhan nonfungsional, dan tujuan performansi. Sedangkan penamaan use case adalah didefenisikan sesimpel mungkin, dapat dipahami dan menggunakan kata kerja.




Class Diagram

Class diagram adalah deskripsi kelompok objek-objek dengan property, perilaku(operasi) dan relasi yang sama. Sehingga dengan adanya class diagram dapat memberikan pandangan global atas sebuah sistem. Hal tersebut tercermin dari class- class yang ada dan relasinya satu dengan yang lainnya. Sebuah sistem biasanya mempunyai beberapa class diagram. Class diagram sangat membantu dalam visulalisasi struktur kelas dari suatu sistem.


Sequence Diagram
Diagram sequence menggambarkan kelakuan/perilaku objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek. Oleh karena itu untuk menggambarkan diagram sekuences maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang di interansi menjadi objek itu. (Sumber:Yuni Sugiarti, 2013:69) 


Activity diagram

Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi.

Activity diagram merupakan state diagram khusus, di mana sebagian besar state adalah action dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya state sebelumnya (internal processing). Oleh karena itu activity diagram tidak menggambarkan behavior internal sebuah sistem (dan interaksi antar sub sistem) secara eksak, tetepi lebih menggambarkan proses-proses dan jalur-jalur aktivitas dari level atas secara umum. (Sumber:Yuni Sugiarti, 2013:74)
[read more..]

Pengertian Hungarian

0 komentar
Menurut Pangestu Subagyo, Marwan Asri, T. Hani Handoko (1983:109). Untuk dapat menerapkan metode Hungarian, jumlah sumber-sumber yang ditugaskan harus sama persis dengan jumlah tugas yang akan diselesaikan. Selain itu, setiap sumber harus ditugaskan hanya untuk satu tugas. Jadi, masalah penugasan akan mencakup sejumlah n sumber yang mempunyai n tugas. Ada n! (n factorial) penugasan yang mungkin dalam suatu masalah karena perpasangan satu-satu. Masalah ini dapat dijelaskan dengan mudah oleh bentuk matriks segi empat, dimana baris-barisnya menunjukkan sumber-sumber dan kolom-kolomnya menunjukkan tugas-tugas. 

Langkah penyelesaian dengan Hungarian method :
  1. Susun nilai ke dalam tabel, jika jumlah baris tidak sama dengan jumlah kolom maka tambahkan variabel (dummy)
  2. Tentukan nilai terkecil dari masing-masing baris kemudian kurangkan nilai setiap baris dengan nilai terkecil dari setiap baris
  3. Cek nilai “0” pada setiap kolom, jika terdapat kolom yang belum memiliki nilai “0” maka tentukan nilai terkecil dari kolom tersebut, kemudian lakukan pengurangan setiap nilai dari kolom tersebut dengan nilai terkecilnya
4. Optimasi penugasan
Optimasi penugasan dilakukan dengan menarik garis horizontal dan atau vertical untuk meliputi seluruh nilai “0”. Bila jumlah garis yang terbentuk sama dengan jumlah kolom atau baris maka penugasan telah optimum, namun bila jumlah garis tidak sama dengan jumlah baris atau kolom maka lakukan revisi table dengan cara sebagai berikut :

a. Tentukan nilai terikecil dari nilai yang tidak terkena garis
b. Kurangkan setiap nilai yang tidak terkena garis dengan nilai terkecilnya
c. Tambahkan nilai yang terdapat pada persilangan garis dengan nilai terkecilnya
d. Optimasi kembali

5. Tentukan tugas dari masing-masing sumber pekerja.
[read more..]

Pengertian Implementasi, Optimasi

0 komentar
Implementasi   
Menurut Kusrini dan Andri Koniyo (2007:280). Implementasi merupakan kegiatan akhir dari proses penerapan sistem baru dimana sistem yang baru ini akan dioperasikan secara menyeluruh. Terhadap sistem yang baru itu sudah harus dilakukan proses analisis dan desain secara terperinci.
Proses implementasi terdiri dari 3 tahap, yaitu :
1.    Penerapan dan proses implementasi
2.    Pelaksanaan proses implementasi
3.    Tindak lanjut proses implementasi


Optimasi Biaya Penugasan
Optimasi
Kembali pada masalah mewujudkan sistem dan hubungannya dengan biaya selama siklus sistem, maka yang harus diusahakan adalah tercapainya keseimbangan optimal antara biaya yang diperlukan dengan sistem yang hendak diwujudkan untuk mencapai tujuan usaha. Ini berarti harus dilakukan analisis efektivitas sistem terhadap siklus biaya dan diadakan penyesuaian-penyesuaian sampai tercapai keseimbangan optimal antara biaya yang diperlukan, keterbatasan biaya dan efektivitas sistem yang dapat dicapai. Tentu saja setiap situasi akan melahirkan keseimbangan optimal yang berbeda-beda tergantung dari gabungan parameter yang dikehendaki dan tersedianya biaya atau sebaliknya (Iman Soeharto,  1995:37).


Biaya    
Menurut Iman Soeharto (1995:313). Biaya adalah jumlah segala usaha dan pengeluaran yang dilakukan dalam mengembangkan, memproduksi dan aplikasi produk. Penghasil produk selalu memikirkan akibat dari adanya biaya terhadap kualitas, reabilitas, dan maintainability karena ini akan berpengaruh terhadap biaya bagi pemakai. Biaya pengembangan merupakan komponen yang cukup besar dari total biaya. Sedangkan perhatian terhadap biaya produksi amat diperlukan karena sering mengandung sejumlah biaya yang tidak perlu (unnecessary cost).

Biaya Tenaga Ahli
Umumnya pengeluaran untuk penugasan tenaga ahli merupakan komponen utama. Pengeluaran ini dinyatakan sebagai jam-orang atau bulan-orang (man-month). Di dalam merencanakan penugasan tenaga ahli hendaknya mengacu kepada kegiatan spesifik yang akan dikerjakan dan bukan klasifikasi secara umum. Acapkali dilakukan penyesuaian berulang-ulang sebelum sampai pada keadaan yang dianggap paling tepat antara berbagai parameter seperti jumlah tenaga ahli, macam keahlian serta jadwal penyelesaian yang diharapkan.
Dengan telah diselesaikannya perencanaan tenaga ahli (jenis keahlian, jumlah dan waktu penugasan) maka selanjutnya dapat dibuat perkiraan jumlah total biaya man-month rate yang terdiri dari unsure-unsur sebaga berikut :
1.    Upah dasar tenaga ahli
Upah dasar tenaga ahli adalah upah bulanan yang diterimakan kepada tenaga ahli dari perusahaan dimana mereka bergabung. Upah ini tidak termasuk penyedia fasilitas seperti uang sewa rumah, biaya transportasi dan lain-lain. Tanaga ahli pada perusahaan sering kali bukan merupakan karyawan tetap, tetapi dipekerjakan hanya pada waktu tertentu.
2.    Jaminan dan kompensasi
Jaminan dan kompensasi tambahan adalah tambahan pendapatan di atas upah dasar, dapat berupa jaminan kesehatan, uang cuti, pensuin, gaji bulan ke-13 dan lain sebagainya.
3.    Overhead dan biaya administrasi
Unsure biaya ini adalah biaya yang digunakan oleh perusahaan untuk memutar roda usahanya. Antara lain terdiri dari biaya-biaya pemasaran, sewa kantor, telekomunikasi, utiliti, administrasi dan staf pendukung kantor pusat. Staf pendukung umumnya mempunyai tugas pengembangan, pengkajian dan pemantauan usaha.
4.    Fee
Fee adalah unsur biaya yang dibebankan kepada pemakai jasa sebagai laba perusahaan.

Penugasan
Menurut Pangestu Subagyo, Marwan Asri, T. Hani Handoko (1983:109). Masalah penugasan (assignment problem) merupakan suatu kasus khusus dari masalah linear programming pada umumnya. Dalam dunia usaha (bisnis) dan industry, manajemen sering menghadapi masalah-masalah yang berhubungan dengan penugasan optimal dari bermacam-macam sumber yang produktif atau personalia yang mempunyai tingkat efisiensi yang berbeda-beda untuk tugas yang berbeda-beda pula.

Masalah penugasan (assignment problem) merupakan masalah yang dihadapi ketika terdapat sejumlah tugas dengan sejumlah sumber pekerja dimana untuk menyelesaikan masalah tersebut jumlah tugas dan jumlah objek pekerja harus sama. Salah satu metode untuk menyelesaikan masalah penugasan adalah Hungarian method, dimana Hungarian method menyelesaikan masalah penugasan dengan menyamakan jumlah tugas dengan jumlah sumber pekerja atau dapat dijelaskan dengan “n” tugas dan “n” sumber pekerja sehingga kemungkinan solusi n! (n factorial).
[read more..]

Monday, July 4, 2016

Perlindungan Hukum Anak

0 komentar
Perlindungan Hukum Anak : Anak sebagai manusia dan sebagai warga Negara pada hakekatnya harus memiliki perlindungan hukum yang dapat menjamin kehidupan mereka, dalam pasal 26 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945  “penduduk ialah warga Negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia”. Negara memberikan perlindungan kepada anak jalanan yang tertuang dalam pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yaitu ”fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara. Kemudian pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dinyatakan bahwa :
  • Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan.
  • Setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintahan wajib membiayainya.
  • Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.
  • Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja Negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggara pendidikan nasioal.
  • Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Perlindungan hukum juga tertuang dalam Undang-Undang perlindungan anak yaitu:
  • Negara, Pemerintah, Masyarakat, Keluarga, Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak (pasal 20) 
  • Kewajiban dan tanggung jawab masyarakat terhadap perlindungan anak dilaksanakan melalui kegiatan peran masyarakat dalam penyelenggaraan perlindungan anak (pasal 25)
  • Pemerintah wajib menyelenggarakan pemeliharaan dan perawatan anak terlantar, baik dalam lembaga maupun diluar lembaga (pasal 55).
Perlindungan anak merupakan segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi hak-hak anak agar tetap hidup, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
[read more..]

Sunday, July 3, 2016

Pengertian Anak

0 komentar
Menurut peraturan Perundang-Undangan tentang perlindungan dan Kesejahteraan Anak dalam BAB I bahwa anak adalah seorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Konvensi Hak Anak (KHA) mendefenisikan “anak” secara umum sebagai manusia yang umumnya belum mencapai 18 tahun, namun diberikan juga pengakuan terhadap batasan umur yang berbeda yang mungkin diterapkan dalam perundangan sosial. Sedangkan menurut The Minimum Age Convention Nomor 138 tahun 1973, pengertian tentang anak adalah seorang yang berusia 15 Tahun kebawah. Sebaliknya, dalam Convention on the right child tahun 1989, yang telah diratifikasi pemerintah Indonesia melalui keppres Nomor 39 tahun 1990 disebutkan bahwa anak adalah mereka yang berusia 18 tahun kebawah (Huraerah, 2006:19)

Dalam UUD 1945 pasal 34 ayat 1 dinyatakan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara. Ini merupakan suatu kebijaksanaan pemerintah dan Negara yang dirumuskan kedalam pengertian bahwa usaha mensejahterakan anak didahulukan dari kebijaksanaan kesejahteraan masyarakat lain. Pengertian anak menurut UUD1945 memiliki makna bahwa hak-hak yang harus diperoleh anak dari masyarakat bangsa dan Negara harus diperioritaskan karena kepentingan-kepentingan pembangunan bangsa dan Negara harus mendasarkan anak sebagai sumber aspirasi untuk lahirnya generasi-generasi baru pewaris bangsa yang besar bagi perkembangan bangsa yang kemudian dapat mensejahterakan masyarakat Indonesia. Kedudukan pasal 34 ayat 1 UUD 1945 mengandung ke khususan bahwa pengelompkan anak-anak yang terkategori sebagai anak terlantar dan kemudian dijadikan objek pembagunan, pembinaan, pemeliharaan, dengan tujuan anak-anak Indonesia akan dapat menjalani kehidupan layak yang penuh dengan kesejahteraan (Wadong,2000:18).


Hak dan Kewajiban Anak 
Dalam UUD RI No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Hak Anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan Negara. Dalam hak asasi tersebut disebutkan tetang berbagai hal antara lain: Hak Anak yaitu :

1. Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
2. Setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan.
3. Setiap anak berhak untuk beribadah menurut agamanya, berpikir, dan berekspresi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya dalam bimbingan orang tua atau wali.
4. Setiap anak berhak untuk mengetahui orang tuanya, dibesarkan dan diasuh oleh orang tuanya sendiri. Dalam hal karena sebab orang tuanya tidak dapat menjamin tumbuh kembang anak, atau anak dalam keadaan terlantar maka anak tersebut berhak diasuh atau diangkat oleh orang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

5. Setiap anak berhak memproleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial.
6. Setiap anak berhak memproleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakat.
7. Setiap anak berhak mendapatkan perlindungan disuatu pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan atau pihak lain.
8. Anak penyandang disabilitas berhak memproleh pendidikan luar biasa dan anak yang memiliki keunggulan berhak mendapatkan pendidikan khusus.
9. Setiap anak berhak menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari, dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan.
10. Setiap anak berhak untuk beristirahat dan memanfaatkan waktu luang, bergaul dengan anak yang sebaya, bermain, berekreasi, dan sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat kecerdasannya demi pengembangan diri.
11. Setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak medapat perlindungan dari perlakuan:
a. Diskriminasi
b. Eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual
c. Penelantaran
d. Ketidak adilan
e. Kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan
f. Perlakuan salah lainnya

12. Setiap anak penyandang disabilitas berhak memproleh rehabilitasi, bantuan sosial, dan pemeliharaan taraf kesejahteraan sosial

13. Setiap anak berhak diasuh oleh orang tuanya sendiri, kecuali jika ada alasan dan atau aturan hukum yang menunjukkan bahwa pemisahan itu adalah demi kepentingan terbaik bagi anak dan merupakan pertimbangan terakhir. Dalam hal ini anak tetap berhak:
a. Bertemu langsung dan berhungan pribadi secara tetap dengan kedua orang tuanya.
b. Mendapatkan pengasuhan, pemeliharaan, pendidikan dan perlindungan untuk proses tumbuh kembang dari kedua orang tuanya sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya.
c. Memperoleh pembiayaan hidup dari kedua orang tua
d. Memproleh hak anak lainnya

14. Setiap anak berhak memproleh perlindungan dari
a. Penyalahgunaan dalam kegiatan politik
b. Pelibatan dalam sengketa bersenjata
c. Pelibatan dalam kerusuhan sosial
d. Perlibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan
e. Pelibatan dalam perperangan
f. Kejahatan seksual.

15. Setiap anak berhak memproleh perlindungan dari sasaran penganiayaan, penyiksaan, atau penjatuhan hukuman yang tidak manusiawi.
16. Setiap anak berhak untuk memproleh kebebasan sesuai dengan hukum. Universitas Sumatera Utara
17. Pengakuan, penahanan, atau tindak pidana penjara anak hanya dilakukan apa bila sesuai dengan hukum yang berlaku dan hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir.
18. Setiap anak yang dirampas kebebasanya berhak untuk:
a. Mendapatkan perlakuan secara manusiawi dan penempatanya dipisahkan dari orang dewasa.
b. Memproleh bantuan hukum atau bantuan lainnya secara efektif dalam setiap tahapan upaya hukum yang berlaku.
c. Membela diri dan memproleh keadilan di depan pengadilan anak yang objektif dan tidak memihak dalam sidang tertutup untuk umum.
19. Setiap anak menjadi korban atau pelaku kekerasan seksual atau yang berhadapan dengan hukum berhak dirahasiakan.
20. Setiap anak menjadi korban atau pelaku tindak pidana berhak mendapatkan bantuan hukum dan bantuan lainnya.


Kewajiban Anak yaitu:
1. Menghormati orang tua, wali dan guru
2. Mencintai keluarga, masyarakat, dan menyayangi teman
3. Mencintai tanah air, bangsa dan negara
4. Menunaikan ibadah sesuai ajaran agamanya.
[read more..]

Thursday, June 23, 2016

Pengertian Inovasi

0 komentar
Pengertian Inovasi : Keberlangsungan hidup dari perusahaan bergantung pada seberapa cepat dan tanggap perusahaan tersebut menghadapi kedinamisan yang ada. Seperti contohnya, perusahaan manufaktur yang dituntut untuk selalu menghasilkan produk-produk yang lebih baik dan dengan biaya yang lebih rendah dari pesaing mereka. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi-strategi bersaing yang efektif dengan melakukan perbaikan, baik dari sisi pengembangan produk maupun dari sisi proses secara berlanjut.

Teknologi dan inovasi sudah dikenal sebagai faktor penting dalam meningkatkan keuntungan, positioning, dan kinerja bagi perusahaan dalam menghadapi kedinamisan pasar. Dengan melakukan inovasi, perusahaan bereaksi terhdap perubahan pasar yang dinamis dan untuk menciptakan atau mempertahankan daya saingnya. Dapat dikatakan bahwa “Innovation is an almost obligatory survival stretegy” Menurut Drucker (1999) dalam Wawan Dewanto dkk (2014:2). Perusahaan yang berhasil menciptakan keunggulan bersaing (competitve advantage) adalah perusahaan yang mampu menciptakan inovasi dan kreativitas melalui proses inovasi yang efektif dan terencana menurut Gupta dan MacDaniel 2002) dalam Wawan Dewanto dkk (2014:2). Oleh karena itu, diperlukan cara-cara atau strategi baru dalam menciptakan dan menghasilkan produk baru atau melakukan perbaikan (tangible maupun intangible) dengan meningkatkan kemampuan kreatif dari para karyawan perusahaan atau anggota organisasi

Inovasi menurut Schumpeter (1934) dalam Wawan Dewandto dkk (2014:3) adalah sebagai kombinasi baru dari faktor-faktor produksi yang dibuat oleh pengusaha dan pemikiran inovasi adalah kekuatan pendorong yang penting (critical driving force) dalam pertumbuhan ekonomi. Konsep inovasi Schumpeter melibatkan inovasi produk,inovasi proses, inovasi pasar,penggunaan bahan baku dan mendapatkan bahan baku tersebut dengan cara dan inovasi pada organisasi.

Menurut Kotler dalam dalam Moh Alifuddin & Mashur Razak (2015:121) mendefiniskan inovasi sebagai sesuatu yang berkenaan dengan barang, jasa atau ide yang dirasakan baru oleh seseorang. Meskipun ide tersebut telah lama eksis tetapi ini dapat dikatakan suatu inovasi bagi orang yang baru melihat atau merasakannya. Lebih lanjut menurut kotler dalam dalam Moh Alifuddin & Mashur Razak (2015: 121) perusahaan dapat melakukan inovasi berupa:

1. Inovasi Produk (barang, jasa dan ide)
2. Inovasi manajemen (proses kerja, proses produksi, keuangan, pemasaran)


Unsur-unsur Inovasi
Schumpeter (1949) menyebutkan bahwa inovasi terdiri dari lima unsur yaitu:
1. memperkenalkan produk baru atau perubahan kualitatif pada produk yang sudah ada,
2. memperkenalkan proses baru ke industri,
3. membuka pasar baru, Universitas Sumatera Utara
4. Mengembangkan sumber pasokan baru pada bahan baku atau masukan lainnya,
5. perubahan pada organisasi industri

Tipe dan Karakteristik Inovasi
Martin Radenakers (2005) membagi inovasi ke dalam beberapa tipe yang mempunyai karakteristik masing-masing seperti disajikan pada tabel berikut :

Tabel Tipe dan Karakteriktik Inovasi


Sumber- Sumber Inovasi : Membicarakan inovasi dalam wirausaha tentu tidak terlepas dari sumbersumber inovasi itu sendiri. Menurut Drucker dalam Moh Alifuddin & Mashur Razak (2015:124) membagi sumber inovasi menjadi tujuh jenis yakni : 
  1. Hal yang tidak diperkirakan (the unexpected), yakni sukses yang tidak diperkirakan atau kegagalan yang tidak diperkirakan. 
  2. Keganjilan/Ketidaksesuaian (the incongruity) ada perbedaan antara realitas yang sebenarnya dengan kenyataan yang di rumuskan, 
  3. Proses Kebutuhan (Process need) 
  4. Perubahan struktur pasar dan struktur industri 
  5. Demografi, yakni perubahan dalam besaran populasi, struktur usia, komposisi tenaga kerja, tingkat pendidikan. 
  6. Perubahan persepsi, suasana hati. 
  7. Pengetahuan baru, ilmiah atau tidak 
[read more..]

Tuesday, April 5, 2016

Defenisi Media Sosial

0 komentar
Sejarah sosial media diawali pada era 70-an, yaitu sejak ditemukannya sistem papan buletin yang memungkinkan seseorang dapat berhubungan dengan orang lain.Sistem tersebut menggunakan surat elektronik dengan cara mengunggah dan mengunduh perangkat lunak. Sistem tersebut menggunakan  saluran telepon yang terhubung dengan modem. Konsep dasar media sosial berangkat dari perkembangan teknologi informasi berupa e-mail. E-mail pada awalnya dikatakan sebagai media sosial dimana setiap pengguna dapat saling terhubung tanpa terbatas ruang dan waktu. Namun, e-mail yang hanya dapat menghubungkan satu orang terhadap satu orang lainnya, hubungan ini dianggap tidak sesuai dengan deifinisi sosial yang meliputi orang banyak.

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein (bimbingan.org) menyatakan bahwa media sosial adalah seperangkat aplikasi yang berjalan dalam jaringan internet yang berfungsi untuk saling tukar menukar konten. Media sosial sering disebut sebagai situs jejaring sosial yang pada intinya menekankan pada interaksi sosial yang berbasis web di jaringan internet. Media sosial adalah media online dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi, seperti misalnya blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Pendapat lain mengatakan bahwa jejaring sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial. Jejaring sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. Jika media tradisional penyebaran informasinya menggunakan media cetak dan media broadcast maka internet menggunakan dapat digolongkan sebagai media baru. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tidak terbatas. Jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Kehadiran media sosial menjadikan media baru yang memiliki banyak peminat.

Rogers (Hamidati dkk, 2011: 15) menguraikan tiga ciri-ciri media baru yaitu: 
  1. Interactivity yaitu bersifat interaktif yang tingkatannya mendekati sifat interaktif pada komunikasi antarpribadi secara tatap muka. 
  2. De-massification yaitu memiliki kontrol pengendalian terhadap pesan yang dipertukarkan. 
  3. Asynchronous yaitu kemampuan media baru untuk mengirimkan dan menerima pesan pada waktu yang dikehendaki oleh peserta komunikasi.

Pesatnya perkembangan teknologi saat ini memunculkan banyak aplikasi baru yang bermunculan di dunia maya, seperti media sosial. Perkembangan media sosial yang pesat ini tidak hanya terjadi pada negara maju saja tetapi juga di negara berkembang seperti Indonesia. 
Berikut perkembangan media sosial 

1. E-mail (1978)
Awal penemuan sistem papan buletin yang memungkinkan seseorang dapat berhubungan dengan orang lain menggunakan surat elektronik atau menggugah dan mengunduh perangkat lunak. Semua ini dilakukan masih dengan menggunakan saluran telepon yang terhubung dengan modem.

2. Geocities (1995) 
Kelahiran situs GeoCities yang menjadi awal berdirinya situs web lain. Situs ini melayani Web Hosting, yaitu layanan penyewaan penyimpanan data situs web agar halaman tersebut bisa diakses dari manapun. 

3. Sixdegree (1997) 
Kemunculan situs jejaring sosial pertama yaitu Sixdegree.com.

4. Blog (1999) Muncul situs untuk membuat blog pribadi, yaitu Blog. Situs ini menawarkan penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya sendiri. Para blogger dapat membuat berbagai hal termasuk hal pribadi atau untuk mengkritisi pemerintah. 

5. Friendster (2002) Berdirinya Friendster, situs jejaring sosial yang pada saat itu menjadi populer. 

6. LinkedIn (2003) Berdirinya LinkedIn yang berguna untuk bersosialisasi dan untuk mencari pekerjaan. Selain itu juga ada My space yaitu jejaring sosial yang berfungsi untuk berbagi karya berupa foto atau musik.

7. Facebook (2004) Lahirnya Facebook, situs jejaring sosial yang terkenal hingga saat ini. Facebook merupakan salah satu situs jejaring sosial yang memiliki anggota terbanyak. 

8. Twitter (2006) KemunculanTwitter, situs jejaring sosial yang berbeda dengan yang lain. Pengguna Twitter hanya bisa memperbaharui status atau disebut Tweet yang dibatasi hanya 140 karakter. 

9. Wiser (2007) Munculnya Wiser yaitu jejaring sosial yang diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi (22 April 2007). Situs ini diharapkan bisa menjadi petunjuk online organisasi lingkungan di seluruh dunia, termasuk pergerakan lingkungan yang dilakukan individu maupun kelompok. 

10. Instagram (2010)
Munculnya jejaring sosial yang fokus pada aktivitas berbagi foro dan video yang didirikan pada tahun 2010 dan masih menjadi trend hingga tahun 2015 ini. Dalam penelitian ini, peneliti lebih fokus pada media sosial facebook dan twitter yang paling banyak digunakan oleh para remaja. 

Facebook
Facebook termasuk dalam kategori situs jejaring sosial yang menyediakan media bagi para penggunanya untuk saling berkomunikasi hingga bertukar informasi. Facebook diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2004 oleh seorang mahasiswa Universitas Harvard, Mark Zuckerberg. Asal mula facebook ketika Mark Zuckerberg membuat situs kontak jodoh untuk rekan-rekannya di kampus. Mark terinspirasi dari situs Hot Or Not menamai situs buatannya dengan nama Facemash.com. Merasa kurang puas, dirinya membuat situs baru bernama The Facebook yang beralamat URL: http://www.thefacebook.com. Disadur dari beberapa sumber disimpulkan bahwa awalnya situs tersebut untuk mahasiswa Harvard saja. Namun karena peminatnya banyak, pada bulan Maret 2004, thefacebook.com mulai merambah ke beberapa kampus lain di kota Boston, Amerika Serikat seperti Stanford, Columbia, Ivy League. Pertengahan 2004, thefacebook.com mendapat investasi pertamanya dari salah seorang pendiri PayPal bernama Pieter Thiel. Pada bulan Mei 2005 dirinya mndapatkan bantuan dana besar dari Accel Partners. Pada tahun 2005, facebook memperluas jangkauan pengguna ke kalangan pelajar SMA. Pada tahun 2006-2008 facebook diakuisisi oleh banyak perusahaan dan mendapatkan pemasukan utama dari iklan-iklan yang terpasang. Facebook terus berkembang dan mengalami banyak perubahan, kini para pengguna bebas membuat profilnya masing-masing yang berisi foto dan informasi pribadi lainnya. Selain itu, pengguna juga dapat saling berkirim pesan, bergabung dengan satu atau lebih grup. Secara tampilan facebook berwarna biru dengan lambang huruf “F”. Secara default, pengguna facebook mengatur profil hanya bisa diakses oleh sesama pengguna yang telah berteman. Namun pengaturan ini, bisa dirubah sesuai keinginan. Pengguna facebook kini dapat bebas bergabung ke banyak jaringan yang diatur berdasarkan kota, lokasi kerja, sekolah maupun Negara. Sesama pengguna dapat berhubungan dengan teman-temannya dan bisa saling melihat isi profil pribadi. Fitur yang dimiliki facebook yaitu fitur interaksi antar sesama pengguna yang disebut fitur Wall (dinding) yaitu ruang tempat dimana para pengguna mengirimkan pesan terbuka. Fitur Foke (colek) yang merupakan sarana untuk mencolek secara virtual. Fitur Photo (foto) yaitu ruang untuk memasang foto. Kotak Status yaitu sarana menampilkan kondisi atau ide terkini si pengguna. Pada Juli 2007, facebook mengizinkan pengguna untuk mengirim berbagai lampiran (tautan, aplikasi dan sebagainya) langsung ke Wall, dimana sebelumnya yang diizinkan hanya teks saja. Pada September 2006, facebook mengumumkan peluncuran News Feed (rangkaian berita) yaitu kabar berita yang berisi kilasan informasi dari masing-masing pengguna. Pada awalnya fitur ini bersifat terbuka dan bisa dilihat oleh siapa saja. Namun setelah mendapatkan keluhan dari beberapa pengguna, pihak facebook merubah pengaturan fitur ini. Sehingga kini pengguna dapat mengatur mana yang bisa atau tidak ditampilkan di News Feed. Fitur Notes (catatan) yang ditambahkan pada 22 Agustus 2006. Tanggal 7 April 2008, facebook meluncurkan fitur Chatt (obrolan) yakni tempat para pengguna saling berkirim pesan pribadi secara real time. Kemudian pada 8 Februari 2007, facebook menambah fitur Gifts (hadiah), fitur ini adalah fitur untuk saling berkirim hadiah yang bisa dibeli dengan harga USD 1 dan ditambahkan pesan pribadi. Pada Juli 2008, facebook mengubah tampilan situsnya sehingga setiap kategori (dinding, info, foto dan lain-lain) memiliki tab-tab terpisah. Pada 2009, facebook merapikan tampilan home (beranda). Hingga tahun 2015 tampilan facebook semakin sempurna dan memanjakan para penggunanya. Kini facebook dapat diminati tidak hanya melalui komputer, namun juga melalui smartphone Android dan iOs dengan tampilan yang sesuai dengan kebutuhan para penggunanya.

Twitter
Asal usul twitter didirikan oleh 3 orang yaitu Jack Dorsey, Biztone, Evan Williams dan diluncurkan tahun 2006. Situs ini dibuat di San Bruno, California Udekat San Fransisco. Konsep pembuatan twitter ini cukup sederhana yaitu dengan mengkombinasikan SMS dengan situs jejaring sosial. Awalnya layanan ini diberi nama twttr terinsipirasi dari nama situs sharing photo flickr. Layanan ini juga digunakan hanya untuk internal perusahaan Oddeo saja. Pada Juli 2006, layanan ini mulai diluncurkan unuk publik dengan nama twitter. Nama tersebut diperkuat dengan logo burung berwarna biru yang bernama Larry The Bird. Arti nama twitter itu sendiri adalah kicauan burung. Twitter adalah sebuah microblogging atau blog mikro atau dapat dikatakan sebuah jejaring sosial seperti halnya facebook. Sejak awal kemunculannya twitter mengalami perkembangan yang sangat pesat hingga keseluruh dunia. Popularitas twitter semakin bersaing dengan facebook. Pengunaan twitter mengalami perkembangan yang sangat cepat sehingga menyebabkan semakin banyak inovasi-inovasi yang dapat memudahkan akses ke situs ini. Saat ini twitter telah bekerjasama dengan banyak penyedia layanan web dan menghasilkan jumlah penyedia twitter client yang beragam. Twitter Client adalah penyedia fitur-fitur tambahan dalam penggunaan twitter. Tweetdeck, Seesmic Desktop, tweetie.net, instagram.com, yfrog.com, twitpic.com dan slandr.co.uk merupakan twitter client yang dapat terkoneksi dengan twitter. Pengguna dapat berbagi postingan twitter dengan menggunakan layanan tersebut. Ada terdapat beberapa istilah yang digunakan dalam media sosial twitter (tweetadd.net) yaitu:

1. Home Pada halaman utama kita bisa melihat tweet yang dikirimkan oleh orang-orang yang menjadi teman kita.
2. Profile Halaman ini berisi profil atau data diri si pengguna serta tweet yang sudah pernah di-posting dan dapat dilihat oleh semua orang
3. Followers (Pengikut) Pengguna lain yang menjadi teman kita. Bila pengikut tersebut menjadi followers akun seseorang maka tweet orang yang telah ia ikuti akan masuk ke dalam halaman utamanya.
4. Following (Mengikuti) Kebalikan dari followers, following adalah akun seseorang yang mengikuti akun pengguna lain agar tweet yang dikirim oleh orang yang diikuti tersebut masuk ke dalam halaman utama.
5. Mentions (Sebutan) Mentions merupakan balasan dari dari percakapan agar sesama pengguna bisa langsung menyebut orang yang akan diajak bicara.
6. Favorite Tweet yang ditandai sebagai favorit agar tidak hilang oleh halaman sebelumnya.
7. Direct Message (Pesan Langsung) Fungsi direct message lebih disebut sebagai SMS karena pengiriman pesan langsung diantara pengguna tanpa ada pengguna lain yang bisa melihat pesan tersebut, kecuali pengguna yang dikirimi pesan.
8. Hastag Penanda yang ditulis di depan topik tertentu agar pengguna lain bisa mencari topik yang sejenis yang ditulis oleh orang lain juga.
9. List (Daftar) Pengguna twitter dapat mengelompokkan following mereka ke dalam satu grup atau list. Sehingga memudahkan untuk dapat melihat secara keseluruhan para pengguna yang mereka follow.
10. Trending Topic Topik yang sedang banyak dibicarakan banyak pengguna dalam suatu waktu yang bersamaan.
11. Tweet (Kicauan) Pesan yang dikirim via twitteryang berisi 140 karakter, Pear Analytics dibadi menjadi:
- Berita
- Spam
- Promosi diri
- Celoteh tidak berarti
- Percakapan 
12. Retweet (RT) Meneruskan pesan dari orang lain untuk diteruskan kepada para pengikut.
[read more..]
 
SEO Stats powered by MyPagerank.Net
My Ping in TotalPing.com