Saturday, November 7, 2015

Pengertian Kesenian Tradisional Kerakyatan.

Kesenian tradisional kerakyatan adalah bentuk kesenian tradisional yang hidup dan berkembang di kalangan rakyat jelata dan juga biasa disebut juga kesenian rakyat. Tari – tarian Tradisional kerakyatan sangat sederhana dan kurang begitu mengindahkan norma – norma keindahan dan bentuk – bentuk yang berstandar. Gerakan – gerakan tarinya sangat sederhana karena yang dipentingkan adalah keyakinan yang terletak dibelakang tarian tersebut. Misalnya tarian untuk meminta hujan ( Soedarsono, 1972 : 20 – 21 ).
Menurut Ki Hajar Dewantara (Dalam Lindsoy, 1991 : 43–44) istilah kesenian tradisional atau seni rakyat disamakan dengan kesenian daerah, dan tumbuh di kalangan rakyat, lantaran dari masyarakat kecil saling mengenal secara akrab. Kesenian tradisional merupakan pusaka budaya yang diterima secara turun temurun dan harus tetap dijaga kelestariannya. Pada hakekatnya fungsi kesenian itu sendiri akan memberi hiburan, akan tetapi dalam menghibur itu sering kali mengandung maksud untuk menyampaikan suatu pesan tertentu. Pesan-pesan yang disampaikan tersebut dapat berupa ajaran keagamaan, tata kehidupan, kritik terhadap ketidak adilan dalam masyarakat dan lain sebagainya.

Seni Tradisi (kata Tradisi) dengan T- besar yang pernah disampaikan oleh Saini K.M. (dalam Rustiyanti 2010:23) dalam seminar akademik, bahwasannya Tradisi (dengan T- besar) bukan hanya karya-karya bermutu pada masa lalu yang dianggap sesuatu yang statis melainkan juga mencakup sesuatu yang dinamis bahkan juga progesif, karena Tradisi adalah wacana yang hidup di dalam suatu masyarakat yang senantiasa merujuk kepada acuan bersama, yaitu momen-momen kreatif dalam sejarah masyarakat itu, dengan kata lain Tradisi berlangsung karena adanya kegiatan berwacana dan berkreasi pada masyarakat.
Menurut Umar Kayam (dalam Rustiyanti 2010 : 23) seni Tradisi bisa diartikan sebagai pewarisan budaya maupun sebagai sumber inspirasi penciptaan suatu karya. Tarian “warisan” (istilah pewarisan yang sering dipakai Edi Sedyawati) bisa menjadi kekayaan budaya, dalam arti menjadi sumber penciptaan karya tari baru.

Menurut Weni.R.dkk tari tradisional merupakan hasil penggalian kembali nilai-niali budaya tari masyarakat tentang asal-usul mereka. Tarian tersebut dituangkan dalam bentuk gerak tari dan dipertahankan dari generasi ke generasi, maka unsur kebudayaan aslinya masih tetap dapat dipertahankan.

Kesenian lengger merupakan suatu cabang kesenian tradisional yang bernafaskan kerakyatan. Kesenian ini hidup secara turun- temurun dari generasi ke generasi. Menurut sejarah, kesenian lengger pada awalnya bernama tledhek. Tledhek atau ledhek yaitu penari wanita bayaran yang di ibingi oleh orang laki – laki yang suka. Orang laki – laki itu harus memberi upah sekedarnya kepada wanita itu dan pembantu–pembantunya yang menabuh gamelan (Prijono, 1982: 12 ).
Menurut Sudarsono (1972:74) yang disebut tari tledhek adalah tarian rakyat Jawa Tengah yang di tarikan oleh penari wanita. Tarian ini merupakan tarian barangan yang menjajakan tariannya di jalan – jalan dan pasar – pasar. Pengertian lengger ditinjau dari etimologi bahasa dapat diuraikan sebagai berikut: Kata lengger terdiri dari dua suku kata dengan pengertian dari kata le dari kata ledhek atau tledhek, ger dari kata geger atau gempar, jadi lengger diartikan ledhek yang menggemparkan, maksudnya ledhek atau lengger sebagai penari menggemparkan masyarakat pada saat itu. Agar didalam pengucapannya tidak kaku, maka kata lengger di ucapkan menjadi kata lengger ( Isrofie, 1980 : 4 )
Dari pengertian di atas dapat di sampaikan bahwa kesenian tradisional adalah kesenian yang hidup dan berkembang dikalangan rakyat dan merupakan pusaka budaya yang di terima secara turun temurun dan harus tetap dijaga kelestariannya . begitu juga kesenian lengger.
Share :

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan masukkan saran, komentar saudara, dengan ikhlas saya akan meresponnya.

 
SEO Stats powered by MyPagerank.Net
My Ping in TotalPing.com