Thursday, January 18, 2018

Pengertian Perencanaan

0 komentar
Perencanaan (Planning) adalah persiapan yang terarah dan sistematis agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Kegiatan perencanaan selalu melekat pada kegiatan hidup kita sehari-hari, baik disadari maupun tidak.
Sebuah rencana akan sangat mempengaruhi sukses dan tidaknya suatu pekerjaan. Karena itu pekerjaan yang baik adalah yang direncanakan dan sebaiknya kita melakukan pekerjaan sesuai dengan yang telah direncanakan. Karena semakin majunya perkembangan zaman maka diperlukan sistem perencanaan yang berhubungan dengan pengambilan keputusan, penyusunan perencanaan, pengawasan, evaluasi, serta perumusan kebijakan dalam perencanaan suatu program. 

Perencanaan pada dasarnya merupakan cara, teknik atau metode untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara tepat, terarah, dan efisien sesuai dengan sumber daya yang tersedia.

Pengertian Perencanaan menurut Beberapa Ahli diantaranya yaitu : 
  1. C. Brobowski (1964) : Perencanaan adalah suatu himpunan dari keputusan akhir, keputusan awal dan proyeksi ke depan yang konsisten dan mencakup beberapa periode waktu, dan tujuan utamanya adalah untuk mempengaruhi seluruh perekonomian di suatu negara. 
  2. Waterston (1965) : Perencanaan adalah usaha sadar, terorganisasi dan terus menerus guna memilih alternatif yang terbaik dari sejumlah alternatif untuk mencapai tujuan tertentu. 
  3. Conyers dan Hills (1984) : Perencanaan adalah proses yang kontinyu, terdiri dari keputusan atau pilihan dari berbagai cara untuk menggunakan sumber daya yang ada, dengan sasaran untuk mencapai tujuan tertentu di masa mendatang.
  4. Jhingan : Perencanaan adalah teknik/cara untuk mencapai tujuan, untuk mewujudkan maksud dan sasaran tertentu yang telah ditentukan sebelumnya dan telah dirumuskan dengan baik oleh Badan Perencanaan Pusat. Tujuan tersebut mungkin untuk mencapai sasaran sosial, politik atau lainnya. 
Berbagai pendapat diatas menyiratkan bahwa perencanaan merupakan proses yang berisi kegiatan-kegiatan berupa pemikiran, perhitungan, pemilihan, dan penentuan. Semuanya dilakukan dalam rangka tercapainya tujuan tertentu. Pada hakekatnya perencanaan merupakan proses pengambilan keputusan atas sejumlah alternative atau pilihan mengenai sasaran dan cara-cara yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang guna mencapai tujuan yang dikehendaki serta pemantauan dan penilaiannya atas hasil pelaksanaannya, yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. 

Istilah perencanaan strategis yang diambil dari penerjemah strategic planning biasanya setara dengan penerjemah strategic formulation. Dari berbagai pemahaman tentang perencanaan strategis, salah satu yang cukup dikenal dan diikuti adalah pemahaman dari Bryson (1995), khususnya karena karyanya secara khusus berfokus pada perencanaan strategis. Menurut Bryson, perencanaan strategis adalah sebuah disiplin yang berupaya menghasilkan keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan mendasar, yang membentuk dan membimbing organisasi untuk memahami dirinya sendiri (what an organitation is), apa yang dikerjakannya (what it does), dan kenapa organisasi mengerjakannya (what it doesit). Bryson juga mengemukakan bahwa ada beberapa langkah dalam membuat perencanaan strategi, yang secara berurutan adalah: 
  1. Membangun inisiatif dan kesepakatan terhadap dilakukannya proses perencanaan strategis. Pada tahap ini dilakukan negosiasi dan kesepakatan antara pengambil keputusan kunci dan pemuka-pemuka pendapat, khususnya yang berada dalam organisasi. 
  2. Mengidentifikasi mandat organisasi, termasuk mandat dari tim perumus rencana strategis. 
  3. Mengidentifikasi misi dan nilai organisasi. Misi lebih dari sekedar pembenaran (justify) keberadaan organisasi, misi memberikan batas arena ketika organisasi bekerja. Nilai organisasi ditentukan oleh kepuasan dari pihak yang berkepentingan (stakeholders). 
  4. Melakukan penilaian lingkungan internal dan eksternal organisasi dengan menggunakan metode SWOT untuk menemukan “key succes factor” yang harus dipenuhi agar memenuhi kriteria keberhasilan yang dilekatkan pada organisasi. 
  5. Mengidentifikasi isu-isu strategis yaitu isu yang jika tidak ditangani akan mempengaruhi mandat, nilai, dan misi organisasi. Pernyataan isu strategis mempunyai tiga syarat, yaitu dirumuskan secara singkat, yaitu dalam satu paragraf, mencantumkan faktor-faktor yang menyebabkan menjadi isu, dan mengemukakan konsekuensi jika isu tersebut tidak/gagal ditangani. 
Beberapa Elemen Perencanaan yaitu sebagai berikut :
  1. Perencanaan berhubungan dengan masa yang akan datang, implikasi: perencanaan sangat berkaitan dengan: proyeksi/prediksi, penjadwalan kegiatan, monitoring dan evaluasi. 
  2. Merencanakan berarti memilih: memilih berbagai alternatif tujuan agar tercapai kondisi yang lebih baik, dan memilih cara/kegiatan untuk mencapai tujuan/sasaran dari kegiatan tersebut 
  3. Perencanaan sebagai alat untuk mengalokasikan SDA, SDM, Modal: Sumber daya terbatas sehingga perlu dilakukan pengalokasian sumber daya sebaik mungkin, dan konsekuensi : pengumpulan dan analisis data dan informasi mengenai ketersediaan sumber daya yang ada menjadi sangat penting. 
Proses perumusan perencanaan sendiri dikembangkan secara generik oleh Hunger dan Wheelen sebagai berikut : 
1. Merumuskan misi 
2. Merumuskan tujuan 
3. Merumuskan strategi 
4. Merumuskan kebijakan 

Proses yang disebut sebagai perencanaan strategis tersebut dilanjutkan dengan pelaksanaan strategi yang terdiri atas urutan berikut : 
1. Pengembangan program-program 
2. Penyiapan anggaran 
3. Perumusan prosedur-prosedur 
[read more..]

Pengertian Lanjut Usia

0 komentar
Lanjut usia adalah proses yang harus dilalui manusia. Usia tua adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang, yaitu suatu periode dimana seseorang telah beranjak jauh dari periode terdahulu yang lebih menyenangkan atau beranjak dari waktu yang penuh dengan manfaat. Usia 60 biasanya dipandang sebagai garis pemisah antara usia madya dan lanjut usia. Usia 60 sebagai usia pensiun dalam berbagai urusan, sebagai tanda mulainya lanjut usia. Tahap terakhir dalam rentang kehidupan sering dibagi menjadi lanjut usia dini yang berkisar antara usia 60-70 dan lanjut usia yang mulai pada usia 70-akhir kehidupan seseorang. Orang dalam usia 60-an biasanya digolongkan sebagai usia tua yang berarti antara sedikit lebih tua atau setelah madya dan lanjut usia setelah mereka mecapai usia 70, yang menurut standar beberapa kamus berarti makin lanjut usia seseorang dalam periode hidupnya dan telah kehilangan kejayaan masa mudanya. Pada masa ini akan ditandai dengan perubahan fungsi fisik maupun psikologis dan mengalami penurunan fungsi organ. Perubahan tersebut menentukan lanjut usia dapat melakukan penyesuaian diri secara baik atau buruk. 

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa lanjut usia merupakan tahap terakhir atau periode penutup dari rentang kehidupan yang ditandai dengan perubahan pada fisik maupun psikologis. 

Ciri-Ciri Lanjut Usia 
1. Usia lanjut merupakan periode kemunduran 
Pemunduran pada lanjut usia sebagian datang dari faktor fisik yang merupakan suatu perubahan pada sel-sel tubuh karena proses penuaan. 

Selain itu, pemunduran lanjut usia juga datang dari faktor psikologis yaitu sikap tidak senang terhadap diri sendiri, orang lain, pekerjaan, dan kehidupan pada umumnya. 

2. Perbedaan Individu Pada Efek Menua 
Orang menjadi tua secara berbeda karena mereka mempunyai sifat bawaan yang berbeda, sosioekonomi dan latar pendidikan yang berbeda dan pola hidup yang berbeda. 

3. Usia tua dinilai dengan kriteria yang berbeda 
Orang yang lanjut usia melakukan segala apa yang dapat mereka sembunyikan atau samarkan yang menyangkut tanda-tanda penuaan fisik dengan memakai pakaian orang muda dan pura-pura mempunyai tenaga muda. Hal ini dilakukan untuk menutupi bahwa mereka belum lanjut usia. 

d. Menua membutuhkan perubahan peran 
Perasaan tidak berguna dan tidak diperlukan lagi bagi lanjut usia menumbuhkan rasa rendah diri. 

4. Penyesuaian yang buruk 
Karena sikap sosial atau perlakuan yang tidak menyenangkan bagi lanjut usia, pembentukan, pengembangan konsep diri yang tidak menyenangkan. 

Tugas Perkembangan Lanjut Usia 
Tugas perkembangan lanjut usia adalah sebagai berikut: 
  • Perbaikan dan perubahan peran 
  • Orangtua diharapkan untuk menyesuaikan diri dengan menurunya kekuatan dan menurunnya kesehatan secara bertahap. 
  • Lanjut usia perlu mempersiapkan dan menyesuaikan diri dengan peristiwa kematian suami atau istri. 
  • Lanjut usia perlu membangun ikatan dengan anggota dari keompok usia mereka untuk menghindari kesepian. 
d. Perubahan-Perubahan yang Terjadi Pada Lanjut Usia 
a. Perubahan Fisik-biologis 
Perubahan fisik pada lanjut usia ditekankan pada penurunan atau berkurangnya fungsi alat indera dan sistem saraf seperti penurunan sel dan cairan intra sel, sistem kardiovaskular, sistem pernafasan, sistem endokrin. Perubahan ini dapat dilihat ketika lanjut usia merada tidak percaya diri ketika berinteraksi dengan lingkungan. 

b. Perubahan Psikis 
Penyesuaian diri lanjut usia sulit karena ketidakinginan untuk berinteraksi dengan lingkungan ataupun pemberian batasan untuk dapat berinteraksi. Keadaan ini tentunya akan berdampak pada masalah kesehatan jiwa lanjut usia.

c. Perubahan sosial
Lanjut usia banyak melepaskan partisipasi sosial mereka. Aktivitas sosial yang banyak pada lanjut usia mempengaruhi baik buruknya kondisi fisik dan sosial lanjut usia.
[read more..]

Tuesday, January 16, 2018

MAKALAH KOMPUTER GENERASI PERTAMA

0 komentar
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan dunia komputer saat ini sudah mulai sangat berkembang. Jika pada jaman dahulu user hanya bisa berinteraksi secara pasif dengan komputer, yaitu dengan menggunakankeyboard dan mouse, maka saat ini semua itu telah dilewati, user dapat berinteraksi dengan komputer dengan lebih natural. Hanya dengan menggunakan layar monitor saja, user sudah bisa berinteraksi dengan komputer yaitu dengan menggunakan layar sentuh dan dunia virtual.Komputer telah diyakini banyak ahli merupakan perkembangan dari alat hitung abakus yang ditemukan dan digunakan untuk pertama kali oleh bangsa Cina dari 2000 tahun yang lalu. Perkembangan komputer terus berlanjut dengan ditemukannya komputer generasi pertama yang berbasis mekanik hingga komputer generasi paling baru yang berbasis elektronik. Komputer sendiri pada awalnya diciptakan untuk tujuan membantu mempercepat perhitungan matematik. Generasi pertama tahun 1951 komputer modern UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) dibuat tanpa alat pendukung visual, yaitu monitor.

1.2. Rumusan Masalah
Aplikasi Komputer dengan obyek tiga dimensi yang realistis terkesan sangat kuno dan tidak memiliki tantangan karena obyek tiga dimensi yang digunakan akan terlihat sama dengan obyek di dunia nyata.

1.3. Tujuan Penulisan
  • Untuk menciptakan sebuah aplikasi Augmented Reality (AR) dengan teknik Non-Photorealism rendering (NPR) berupa animasi model tiga dimensi yang digunakan untuk gamedan animasi.
  • Menerapkan parameter specular, smooth, size, edge menggunakan logika Fuzzy metode Mamdani pada aplikasi Augmented Reality (AR) untuk medapatkan perubahan shading dari Normal menjadi Cell Shading.
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Komputer
Komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan di organisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yang telah tersimpan di dalam memori. Komputer berasal dari kata computere artinya menghitung aritmatika. Komputer secara umu digunakan untuk proses perhitungan artimatika, tanpa mesin pembantu. Menurut Barnhart Concise Dictionary of Etymology, kata tersebut digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1646 sebagai kata untuk "orang yang menghitung" kemudian menjelang 1897 juga digunakan sebagai "alat hitung mekanis". Selama Perang Dunia II kata tersebut menunjuk kepada para pekerja wanita Amerika Serikat dan Inggris yang pekerjaannya menghitung jalan artileri perang dengan mesin hitung

2.2 Bagian-bagian Komputer
Hardware atau dalam bahasa indonesianya disebut perangkat keras yaitu berupa peralatan fisik dari sebuah sistem komputer, yang artinya peralatan ini dapat disentuh dan terlihat fisiknya. peralatan ini terdiri atas 3 jenis, yaitu:

Perangkat Masukan (Input Device) 
Perangkat masukan berfungsi untuk memasukkan data, baik berupa teks, foto, maupun gambar ke dalam komputer. Contoh perangkat input misalnya keyboard, mouse, light-pen, scanner, dan sebagainya.

Perangkat Keluaran (Output Device) 
Perangkat keluaran dipergunakan untuk menampung dan menghasilkan data yang dikeluarkan, misalnya monitor, speaker, dan printer. 

Perangkat pengolah data (Processor) 
Perangkat pengolah data dipergunakan untuk mengolah data.Pengolah data meliputi unit pengolah pusat (CPU/Central Processing Unit) dan juga mikroprosesor.

2.3 Generasi Pertama Komputer 
Komputer generasi pertama berawal dari tahun 1942 hingga tahun 1959. Saat ini merupakan zamannya komputer-komputer raksasa, seperti Z3, Colossus, ENIAC, EDVAC, EDSAC, UNIVAC I.

Karakteristik komputer pada zaman ini ditandai dengan ukurannya yang hampir sebesar kamar tidur, mengunakan tube vakum dengan jumlah yang amat banyak untuk menyimpan dan memproses perintah atau instruksi, memakan tenaga listrik ribuan watt, menggunakan bahasa mesin dan hanya dapat digunakan oleh orang yang terlatih..

Komputer genarasi pertama ini disebut juga sebagai komputer dinosaurus karena ukurannya yang relatif besar. Hanya orang yang ahli sajalah yang dapat menggunakan komputer ini karena sangat sulit dan daya komputesinya sangatlah lambat.

Ciri-ciri komputer generasi pertama :
  • Silinder magnetik untuk menyimpan data
  • Komponen yang dipergunakannya adalah tabung hampa udara (Vacum tube) untuk sirkuitnya.
  • Kapasitas penyimpanan kecil.
  • Program cuma bisa dibuat dengan bahasa mesin : Assembler.
  • Ukuran fisik komputer besar, memerlukan ruangan yang luas.
  • Cepat panas.
  • Proses kurang cepat.
  • Memerlukan dya listrik yang besar.
  • Orientasi pada aplikasi bisnis.
Komputer generasi pertama memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
· Ukurannya besar dan memerlukan tempat yang sangat luas
· Banyak Pendingin (AC) karena banyak mengeluarkan panas
· Prosesnya relatif lambat
· Memerlukan Kapasitas untuk menyimpan data kecil.

2.4 Kelebihan Komputer Generasi Pertama

1. Memotivasi Para Ilmuan Menciptakan Komputer Terbaik 
Ya, komputer generasi pertama dapat menjadi pemicu bagi para ilmuwan dan juga para insinyur untuk mengembangkan komputer menjadi lebih baik lagi. Hal ini ditunjukkan dengan perkembangan sejarah komputer, dimana setelah komputer generasi pertama, muncullah komputer generasi kedua, dan seterusnya hingga saat ini. Mungkin saja kita hari ini tidak akan kenal dengan komputer apabila komputer generasi pertama tidak pernah ada.

2. Memicu Perkembangan Pabrik Pembuat Komputer
Yang kedua adalah, komputer generasi pertama membuat banyak perusahaan teknologi dan beberapa manufaktur berlomba untuk membuat dan juga mengembangkan komputer mereka. Tercatat ada beberapa perusahaan teknologi yang ikut andil dalam persaingan komputer generasi pertama, seperti IBM, UNIVAC, BURROGHS, dan HONEYWELL. Komputer generasi pertama sendiri juga memiliki banyak jenis dan tipe, sesuai dengan pabrik pembuatnya, seperti:

· ENIAC
· MARK II
· EDSAC
· MARK III
· UNIVAC 1
· UNIVAC II
· IBM 650
· ADVAC

Ya, meskipun hanya memiliki sedikit kelebihan namun kita harus berterima kasih kepada para insinyur yang saat itu berhasil menciptakan komputer, yang saat ini terus berkembang.

2.5 Kekurangan Komputer Generasi Pertama
Berbicara mengenai komputer generasi pertama, hampir semua aspek dari komputer generasi pertama memiliki kekurangan. Berikut ini adalah kekurangan yang dimiliki oleh komputer generasi pertama:

1. Berukuran Sangat Besar
Salah satu kekurangan dari komputer generasi pertama adalah ukurannya yang sangat besar. Untuk satu mesin komputer saja membutuhkan ruangan seluas kamar tidur. Hal ini tentu saja sangat tidak efisien dalam hal tata letak, dan membuat komputer generasi pertama ini tidak cocok untuk digunakan secara personal.

2. Memakan Konsumsi Listrik yang Besar
Selain membutuhkan ruang yang luas dan juga besar, kompouter generasi pertama juga membutuhkan daya listrik yang sangat besar. Butuh banyak daya untuk membantu menyalakan dan juga mengoperasikan komputer generasi pertama. Hal ini juga disebabkan karena kapasitas penyimpanan memory nya yang terdiri dari puluhan ribu tabung yang berukuran besar, dan juga membutuhkan daya yang sangat besar.

3. Cepat Panas
Selain membutuhkan ruang dan juga daya listrik yang besar komputer generasi pertama juga memilki kekurangan, yaitu cepat panas. Komputer ini juga menghasilkan panas yang tinggi, sehingga membutuhkan sistem AC atau pendingin ruanga yang cukup banyak apabila ingin dioperasikan. Apabila tidak menggunakan pendingin ruangan, maka komputer ini tidak akan bisa bekerja dengan baik.

4. Processor yang Lambat
Dengan daya listrik yang boros, dan juga ukuran yang besar, ternyata tidak berdampak pada pemrosesan informasi yang besar. Malahan, komputer generasi pertama memiliki kecepatan pemrosesan informasi yang sangat lambat, dan butuh kesabaran untuk menunggu pemrosesan informasi tersebut berlangsung. Karena processor yang lambat ini seolah-olah komputer hang akibat data yang berlebih, oleh karena itu processor menjadi fokus utama dalam penerapan komputer yang lebih baik agar kinerja komputer tersebut lebih maksimal.

5. Hanya Bisa Digunakan Untuk Kepentingan Spesifik
Satu komputer untuk satu tujuan saja. Itulah ciri dari komputer generasi pertama, sekaligus kekurangannya. Jadi, apabila komputer tersebut diciptakan untuk membuat suatu produk, maka komputer itu selamanya hanya akan bisa membuat satu produk saja. Untuk bisa melakukan hal lainnya, anda harus membuat komputer lainnya. Sangat tidak efisien dan juga sangat memakan waktu, yang merupakan kekurangan terparah yang dimiliki oleh komputer generasi pertama.

6. Kapasitas Harddisk yang Kecil
Meskipun memiliki puluhan ribu tabung besar yang digunakan sebagai media penyimpanan, namun ternyata tetap saja kapasitas penyimpanan memory pada komputer generasi pertama tergolong sangat kecil. Sangat tidak sebanding dengan puluhan ribu tabung memory dan juga ukuran komputer yang sangat besar saat itu.

7. Hanya Bisa Dioperasikan Menggunakan Bahasa Mesin
Jangan harap anda orang awam bisa mengopresikan komputer generasi pertama. Tanpa didukung sistem operasi, komputer generasi pertama hanya bisa dijalankan dengan menggunakan bahasa pemrograman mesin, yang jauh lebih rumit dan juga repot bahkan jka dibandingkan dengan sistem operasi DOS sekalipun. Hal ini memastikan bahwa hanya seorang insinyur sajalah yang sanggup mengoperasikan komputer generasi pertama.

8. Lebih Banyak Digunakan Untuk Bisnis
Komputer generasi pertama juga lebih banyak digunakan untuk kepentingan bisnis. Belum bisa digunakan untuk kepentingan personal, seperti mengetik dan mendengarkan lagu seperti saat ini.

9. Hanya Dimiliki Oleh Kalangan Terbatas
Yang dapat memilki komputer generasi pertama pun merupakan kalangan terbatas, tidak seperti saat ini, dimana semua orang bisa, bahkan wajib memilki koputer. KOmputer generasi pertama hanya bisa dimilik oleh mereka yang kaya, dan memiliiki ruangan khusus yang luas, serta kebanyakan hanya bisa dipesan oleh perusahaan – perusahaan saja.

BAB III PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwasanya, komputer memiliki beberapa fase sebelum mencapai bentuk yang canggih seperti sekarang. Yang bertujuan untuk mempermudah manusia dalam mengerjakan pekerjaan kantor dan semacamnya dengan aplikasi dan program yang ada didalamnya.

4.2 Saran
Dengan terus menggeliatnya perkembangan Teknologi informasi dan komunikasi, alangkah baiknya jika dibarengi dengan kualitas sumber daya manusia yang kompetitif sekaligus berkarakter religius, sehingga mampu untuk menggunakan teknologi dengan mindset yang kritis terhadap kemajuan iptek, dan bersumbagsi untuk orang-orang disekitar.

DAFTAR PUSTAKA
  • Fatansyah, Ir, Buku Teks Ilmu Komputer Basis Data, Informatika, Bandung,1999
  • Firdaus. Pemrograman Database dengan Visual Basic 6.0 untuk Orang Awam, Palembang : Maxikom, 2005
  • Kadir, Abdul, Konsep & Tuntunan Praktis Basis Data, Percetakan Andi Offset,Yogyakarta, 1999
  • Jogiyanto, H.M.. Analisis &Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur
  • Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, Edisi Pertama. Yogyakarta : Andi Offset,1990
[read more..]

Monday, January 15, 2018

MAKALAH MANAJEMEN HUTANG DAN ASSET TRANSAKSI VALUTA ASING

0 komentar
BAB 1 
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pembangunan ekonomi merupakan kewajiban yang harus dilakukan suatu negara, untuk memperkecil jarak ketertinggalannya di bidang ekonomi dan kesejahteraan dari negara-negara maju. Upaya pembangunan ekonomi negara tersebut pada umumnya diprakarsai oleh pemerintah, agak terkendala akibat kurang tersedianya sumber-sumber daya ekonomi yang produktif, terutama sumber daya modal yang seringkali berperan sebagai katalisator pembangunan. Untuk mencukupi kekurangan sumber daya modal ini, maka pemerintah negara yang bersangkutan berusaha untuk mendatangkan sumber daya modal melalui berbagai jenis pinjaman luar negeri dan membenahi struktur utang serta memproduktifkan aktiva lancar.

Suatu perusahaan wajib menyajikan aktiva dan kewajibannya berdasarkan klasifikasi lancar dan tidak lancar pada waktu menyusun laporan keuangan, kecuali pengklasifikasian lancar dan tidak lancar untuk aktiva dan kewajiban biasanya tidak dipandang tepat untuk laporan keuangan dari perusahaan yang periode siklus operasi normalnya tidak dapat ditentukan atau sangat panjang dan yang diatur secara khusus untuk jenis industri tertentu.

Manajemen asset dan liabilitas adalah suatu usaha untuk mengoptimalkan struktur neraca bank sedemikian rupa agar diperoleh laba maksimal sekaligus membatasi resiko menjadi sekecil mungkin. Manajemen aktiva dan pasiva disebut pula dengan Asset and Liability Management (ALMA). Kedua sisi neraca, dimana sisi pasiva yang menggambarkan sumber dana dan sisi aktiva yang menggambarkan penggunaan dana harus dikelola secara efisien, efektif, produktif secara optimal.

Dunia bisnis sudah mengubah konsep manajemen dari konvensional ke modern. Perubahan konsep tersebut adalah sebuah tuntutan zaman, jika perusahaan tidak menerapkan maka artinya perusahaan akan ditinggalkan oleh konsumen. Segala aktivitas bisnis bisa dilakukan dengan lebih sederhana tanpa ada beban dan tekanan, permasalahan hanya satu kecepatan dalam mengambil keputusan secara baik dan akurat. Kondisi ini tidak terkecuali pada saat transaksi bisnis mengikutkan diperganakannya valuta asing sebagai alat pembayaran. Para manajer keuangan berusaha kuat dengan menerapkan bergbagai formula mampu menempatkan dan memperkirakan kestabilan valas secara konstan dalam suatu kurun waktu akuntansi.

Perlu diingat bahwa berbagai formula yang dibuat adalah selalu berdasarkan data dan kondisi yang terjadi pada masa lalu, karena data masa depan tidak pernah dimiliki sebelum semua itu dialami. Atas dasar itu kita bisa memberikan kesimpulan bahwa formula yang dibuat bisa saja tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan atau melenceng dari yang diperkirakan semula, namun formula tersebut sudah dapat dijadikan sebagai base concept pada saat kita akan memprediksi atau membuat indikator-indikator penyebab akan terjadinya masalah di kemudian hari, serta tentunya diikuti solusi yang harus dilakukan.

1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang kami rumuskan adalah :
1. Pengertian manjemen hutang
2. Tujuan dari manajemen hutang
3. Perencanaan manajemen hutang
4. Pengertian manjemen Asset 
5. Apa yang dimaksud dengan manajemen valuta asing?
6. Apa tujuan melakukan transaksi valuta asing?

1.3 Tujuan
Makalah ini dibuat untuk membahas tentang manajemen hutang, manajemen valuta asing dan mengetahui tujuan melakukan trasaksi valuta asing serta hal-hal yang berkaitan dengannya. Semoga dengan adanya makalah ini bisa menambah wawasan ilmu pengetahuan kita.

BAB 2
PEMBAHASAN 

2.1 Definisi Hutang
Hutang adalah kewajiban-kewajiban ekonomis dari perusahaan yang diakui dan diukur sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim diterima. Hutang juga meliputi berbagai deffered credits yang bukan merupakan kewajiban-kewajiban tetapi yang diakui dan diukur sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim diterima.
Dapat ditambahkan bahwa hutang diukur menurut jumlah yang ditetapkan dalam transaksi pertukaran yang bersangkutan, biasanya sebesar jumlah yang akan dibayarkan, namun kadang – kadang memuat nilai yang telah didiskontokan.


2.2 Tujuan Dari Manajemen Hutang
Dalam pengertian dasar, tujuan dari manajemen hutang ialah untuk menjamin bahwa perusahhaan memiliki “kecukupan kas” yaitu kesanggupan untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan kas bagi setiap tujuan yang penting bagi kesatuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang dari perusahaan. Jadi tidak hanya untuk menghindari ketidakmampuan untuk membayar hutang atau kebangkrutan. Ditinjau dari sudut controller, tujuan yang lebih spesifik dari manajemen hutang dapat mencakup hal – hal sebagai berikut :
  • Pencatatan dan pengungkapan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim diterima mengenai kewajiban keuangan perusahaan.
  • Pelaporan hutang perusahaan dalam bentuk selayaknya, sebagaimana duharuskan oleh perjanjian atau persetujuan kredit.
  • Melalui perencanaan dan pengendalian yang efektif, memelihara suatu struktur keuangan yang sehat, termasuk memlihara hubungan yang wajar antara hutang dengan modal sendiri.
  • Kelanjutan dari kemampuan untuk mendapatkan dana-dana pinjaman yang diperlukan tepat pada waktunya dan dengan beban biaya yang bersaing.
  • Untuk melaksanakan dan memelihara pengendalian-pengendalian yang membatasi komitmen dalam batas-batas yang ditetapkan dengan baik sehingga mereka pada akhirnya tidak menjadikan hutang berlebihan dan sangat memberatkan.
  • Adalah jelas bahwa semua sasaran dari manajemen hutang ini adalah saling berhubungan.

2.3 Hutang Langsung

1. Hutang Lancar (Current Liabilities)

Secara umum, hutang – hutang yang diklasifikasikan sebagai lancar adalah hutang – hutang yang harus dibayar dalam masa siklus operasi, yaitu biasanya dalam masa satu tahun. Pentingnya pemisahan hutang lancar dari hutang lain terletak dalam peranan yang dimainkan oleh berbagai resiko keuangan, antara lain current ratio, sewaktu dana dipinjam.

Menurut definisi lain yang berhubungan, hutang lancar meliputi kewajiban – kewajiban yang pencairannya dari hutang lancar yang baru. Yang termasuk hutang lancar adalah :

1. Wesel bayar
2. Hutang dagang 
3. Biaya-biaya yang ditangguhkan
4. Pajak penghasilan yang masih harus dibayar
5. Hutang Jangka Panjang

Menurut definisi, hutang jangka panjang merupakan kewajiban-kewajiban yang jatuh tempo dalam masa lebih dari satu tahun atau yang akan dibayarkan dari harta tak lancar.

1. Lease Jangka Panjang
2. Hutang Obligasi
3. Kewajiban Jangka Panjang Lainnya.

2.4 Perencanaan Hutang
Meskipun hutang bermula dari keadaan yang ada sekarang, namun yang lebih penting manajemen hutang mencakup merencanakan tingkatan dari semua jenis kewajiban untuk masa mendatang yang dapat diterima secara berhati-hati oleh perusahaan. Dalam perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang, besarnya hutang dagang, biaya – biaya yang ditangguhkan, dan semua jenis hutang yang penting harus diketahui. Harus dipastikan bahwa tingkatan hutang berada dalam norma – norma yang dapat diterima dan bahwa perusahaan dapat bertahan pada masa – masa yang burukdalam dirinya sendiri, dalam sector industrinya, dan tentu saja dalam perekonomian secara umum, dengan adanya beban hutang tersebut. Kelangsungan hidup dan pertumbuhan jangka panjang dari perusahaan mengharuskan adanya perencanaan struktur hutang (dan modal yang berhubungan) sehingga dana tersedia pada saat diperlukan dan dengan biaya, yang diperbandingkan, dapat diterima.

2.5 Resiko Dari Hutang Yang Berlebihan
Dalam mempertimbangkan “pembiayaan jangka panjang”, yang dimaksud adalah struktur dari hutang jangka panjang dan modal sendiri, mungkin tujuan dari eksekutif keuangan adalah mengatur bagian – bagian keuangan sedemikian rupa sehingga para pemegang saham, para pemilik, akan menerima manfaat ekonomis yang maksimum selama jangka yang lebih panjang. Dapat dipertunjukkan melalui suatu jangka waktu tertentu, dengan mengasumsikan profitabilitas normal dan dapat dikuranginya ongkos bunga untuk tujuan perpajakan, bahwa pinjaman yang berhati – hati akan menaikkan hasil pengembalian bagi pemegang saham. Walaupun diketahui adanya keuntungan yang potensial ini, tetapi terdapat suatu faktor yang negative yang akan menekan keinginan untuk menggunakan hutang jangka panjang semaksimal yang tersedia.

2.6 Standar Untuk Kapasitas Hutang
Secara konvensional terdapat dua jenis norma dengan mana dapat dipertimbangkan kapasitas hutang jangka panjang,yaitu :

1. Suatu norma kapitalisasi
2. Suatu norma peliputan penghasilan

Dalam mencapai suatu kebijaksanaan hutang bagi suatu perusahaan tertentu, masing – masing ratio itu harus dipertimbangkan dan saling dikaitkan. Dalam pengerjaan dengan data yang dihasilkan dari intern perusahaan, controller dapat membuat perbaikan yang biasanya tidak dimungkinkan dengan data umum dari perusahaan lain. Ia lalu dapat menuntun manajemen mengenai hubungan yang dapat diterima.

Suatu norma yang telah dipergunakan secara luas, yang sering telah dipergunakan sebagai suatu kendala dalam perjanjian kredit, adalah ratio hutang jangka panjang terhadap modal sendiri. Dengan demikian, hutang jangka panjang tidak boleh melebihi , katakanlah 25% dari modal sendiri. Ratio itu dapat juga dinyatakan sebagai suatu persentase dari total kapitalisasi.

Norma peliputan pendapatan mengukur jumlah tahunan yang diperlukan untuk beban hutang terhadap penghasilan bersih yang tersedia untuk memenuhi beban hutang. Dengan menghubungkan arus kas ke luar per tahun untuk beban hutang (dan mungkin untuk unsur-unsur) dengan pendapatan bersih yang tersedian untuk tujuan ini, cara itu mencoba untuk memastikan bahwa dalam waktu yang buruk sekalipun terdapat cukup dana untuk memenuhi kewajiban.

2.7 Pengertian Manajemen Aset 
Asset adalah sebuah sumber daya yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana beberapa manfaat ekonomi masa depan (s) dapat diharapkan mengalir ke perusahaan. Kepemilikan aset itu sendiri adalah tidak berwujud. Namun, aset yang dimiliki dapat berwujud atau tidak berwujud "(International Valuation Standard 2003)

Manajemen Aset didefinisikan menjadi sebuah proses pengelolaan segala sesuatu baik berwujud dan tidak berwujud yang memiliki nilai ekonomik, dan mampu mendorong tercapainya tujuan dari individu dan organisasi. Melalui proses manajemen yaitu POLC planning, organizing, leading dan controling agar dapat dimanfaatkan atau dapat mengurangi biaya (cost) secara effisien dan effektif.

Manajemen Liabilitas yaitu kemampuan bank dalam menyediakan dana yang cukup untuk memenuhi semua kewajibannya maupun komitmen yang telah dikeluarkan kepada nasabah. Penggelolaan atas Reserve Requirement (RR) atau Primary Reserve (PR) atau Giro Wajib Minimum (GWM) sesuai dengan ketentuan BI dan secandary Reserve (SR). Risiko yang dapat timbul dalam Manajemen liabilitas yaitu risiko pendanaan dan risiko bunga.

2.8 Manajemen Valuta Asing
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha naggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuab organisasi yang telah ditetapkan.

Valuta asing adalah mata uang yang berasal dari negara lain dan dipakai sebagai perhitungan untuk melihat nilai mata uang domestic ketika dikonversikan dengan mata uang asing tersebut. Seperti mata uang dollar Amerika Serikat dikonversi dengan rupiah, Yen Jepang dengan Rupiah, dan lain sebagainya.

Manajemen valuta asing adalah suatu kegiatan membeli atau menjual mata uang suatu Negara. Kegiatan jual beli valuta asing membentuk suatu pasar yang disebut dengan pasar valas. Pasar valas dapat dikatakan sebagai transaksi jual beli melalui jaringan komunikasi antara bank-bank, brokers atau deler di seluruh dunia yang dilakukan di ruangan masing-masing bank yang telah dilengkapi dengan jaringan komunikasi. Secara garis besar tindakan manajemen valas dapat berupa :

· Pengendalian kesejahteraan mata uang asing.
· Pengendalian keuntungan netto dari nilai tukar.

2.9 Tujuan Melakukan Transaksi Valuta Asing
Transaksi valas baik yang dilakukan oleh bank, perusahaan lainnya ataupun individu mengandung berbagai tujuan. Tujuan ini berbeda-beda sesuai dengan apa yang ingin diperoleh dari transaksi tersebut.

Ada beberapa tujuan dalam melakukan transaksi valas, baik yang dilakukan oleh perusahaan/badan maupun individu, yaitu:[5]

1. Untuk transaksi pembayaran

Sebagi contoh PT Marras, importir di Indonesia melakukan pembelian sejumlah barang berupa mesin-mesin dari PT Roche di Jerman. Pembayaran dilakukan tergantung sales contrac yang telah disepakati dan ditandatangani kedua belah pihak apakah degan DM Jerman atau dengan rupiah.

Jika pembayaran dilakukan dengan mata uang eksportir (DM) maka transaksi valas akan terjadi di Indonesia (importir). Artinya transaksi jual beli valuta asing terjadi di negara Indonesia (importir). Dalam hal ini, PT Marras harus membeli DM Jerman kemudian dikirim ke Jerman untuk pembayaran.

Namun bila pembayaran dilakukan mata uang pembeli Indonesia dengan ruoiah, maka transaksi jual beli terjadi di pihak eksportir di Jerman, dimana pihak eksportir harus terlebih dahulu menukarkan rupiah ke DM Jerman. Pembayaran dapat pula dilakukan dengan mata uang asing, misalnya dalam mata uang US $. Jika hal ini terjadi, maka transaksi valas terjadi di negara importir (Indonesia) dan eksportir (Jerman).

2. Mempertahankan daya beli

Kebijaksanaan pemerintah melakukan devaluasi bertujuan untuk meningkatkan ekspor sehingga barang-barang kita yang di luar negeri menjadi lebih kompetitif. Dengan melakukan devaluasi, maka nilai tukar rupiah diturunkan terhadap mata uang yang didevaluasikan. Akan tetapi, bagi pemegang rupiah dalam negeri justru nilai tukar uangnya terhadap mata uang asing malah turun akibatnya daya beli pun menurun jika dibandingkan dengna valas tersebut.

3. Pengiriman uang ke luar negeri

Transfer ke luar negeri merupakn jasa bank dalam pengiriman uang ke luar negeri. Sarana yang digunakan dalam pengiriman inidapat dilakukan dengan telex, telepon, faksimile, atau sarana lainnya. Pengiriman dapat dilakukan dengan menggunakan negara pengirim atau negara yang akan dikirimkan. Jika pengiriman dalam mata uang negara tujuan, maka pertukaran valas terjadi di negara pengirim demikia pula jika pengiriman dengan mengggunakan negara pengirim, maka transaksi valas terjadi di negara tujuan.

4. Mencari keuntungan

Transaksi valas dapat juga dilakukan untuk mencari keuntungan atau kemudahan-kemudahan berbelanja. Sebagai contoh untuk mencari keuntungan nasabah dapat menyimpan uangnya dalam bentuk deposito valas atau rekening giro valas. Keuntungan dalam hal ini adalah disamping memperoleh suku bunga nasabah akan memperoleh keuntungan dari kenaikan kurs yang terjadi terus menerus. Keuntungan lainnya bagi nasabah yang menyimpan di rekening giro valas adalah dapat menarik atau mengeluarkan cek dan bilyet giro dalam valas sebagai alat pembayaran. Rekening giro atau deposito valas biasanya diterbitkan dalam valas yang kuat.

Kemudian keuntungan lainnya adalah dengan membeli valas bank notes pada saat kurs turun kemudian menjualnya kembali pada saat kurs naik, transaksi ini dilakukan terhadap mata uang yang cenderung naik terus serta lebih besar unnsur spekulasinya.

5. Pemagaran resiko

Dalam hal pemagaran resiko atau hedging, sering kali terhadap utang dalam valuta asing, hak ini akibat dari sering terjadinya kenaikan kurs yang terus menerus. Kenaikan kurs ini dapat meningkatkan nilai pinjaman atau utang jika tidak dilakukan hedging. Dengan dilakukan hedging minimal resiko kerugian dapat diperkecil seminimal mungkin.

6. Kemudahan berbelanja

Diantara tujuan diatas yang sedang berkembang pesat sekarang ini adalah untuk tujuan kemudahan dalam berbelanja, terutama sekali bagi mereka yang suka bepergian ke luar negeri. Kemudian ini dapat diwujudkan dengan membeli traveller cheque (TC) atau (cek perjalanan). Dengan membawa TC ini nasabah dengan mudah dapat berbelanja di berbagai tempat dan di berbagai negara. Kemudian nominal TC pun mengikuti kurs yang terus berkembang.

Dalam kegiatan valas dikenal dua golongan transaksi, yakni transaksi komersial dan transaksi spekulatif. Transaksi komersial terjadi bila transaksi tersebut dilakukan untuk keperluan perusahaan atau nasabah, bukan untuk bank. Sedang untuk transaksi spekulatif adalah dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan bagi bank yang bersangkutan dari fluktuasi nilai tukar mata uang.

Ada dua tujuan pokok dalam pengelolaan valas yaitu:
  • Mengelola jumlah dan risiko valas keseluruhan terkait dengan kesenjangan pada mata uang asing
  • Memaksimalkan pendapatan valas bank dengn bats-batas risiko yang dapat diterima.
Adanya risiko pada transaksi valas menyebabkan perlunya ditetapkan serangkaian parameter dan limit. Dalam menempatkan limit tersebut, manajemen valas harus mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:Komposisi suatu mata uang yang dipelihara bank bergantung dari kuat atau lemahnya suatu mata uang.
  • Ketentuan posisi devisa neto yang ditetapkan Bank Indonesia.
  • Tujuan penetapan besarnya limit harus terpadu dengan tujuan manjemen likuditas dan gap.
  • Besarnya limit untuk masing-masing dealer dikaitkan dengan tingkat kemahiran dan pengalaman.
  • Secar periodic ditetapkan limit masing-masing valas untuk intraday, overnight dan week end.
  • Limit cut loss yang mencakup seluruh posisi jual beli, yaitu limit yang mensyaratkan posisi tertentu yang harus dilikuidasi/dieksekusi bila kerugian telah melampaui jumlah yang ditetapkan.
  • Pendelegasian wewenang tertentu kepada chief dealer dan dealer lainnya untuk melakukan kegiatan dalam sublimit yang diberikan.
  • Penetapan credit lines bagi seluruh “dealing counterparties”

BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Manajemen hutang adalah praktik rutin untuk lebih mengurangi pengeluaran uang daripada menghasilkan. manajemen hutang adalah rencana pembayaran yang lebih terstruktur yang dirancang oleh pihak ketiga, yang merupakan hasil dari perintah pengadilan atau hasil inisiasi pribadi. Manajemen hutang juga dapat membantu menyelesaikan masalah perusahaan yang sedang dalam kekurangan dana dengan meminjam dan kepada pihak bank maupun perusahaan lain dengan perjanjian, namun akan sangat beresiko jika perusahaan meminjam dana terlalu besar dengan tidak memperdulikan bagaimana perencanaan mereka agar bisa membayar dalam jangka waktu nya. Maka daari itu sebelum memnjam dana perusahaan sebaiknya melakukan perencanaan yang baik terlebih dahulu agar tidak saling merugikan.

Manajemen Aset didefinisikan menjadi sebuah proses pengelolaan segala sesuatu baik berwujud dan tidak berwujud yang memiliki nilai ekonomik, dan mampu mendorong tercapainya tujuan dari individu dan organisasi. Sedangkan Manajemen Liabilitas yaitu kemampuan bank dalam menyediakan dana yang cukup untuk memenuhi semua kewajibannya maupun komitmen yang telah dikeluarkan kepada nasabah. 

Manajemen valuta asing adalah suatu kegiatan membeli atau menjual mata uang suatu Negara. Kegiatan jual beli valuta asing membentuk suatu pasar yang disebut dengan pasar valas. Pasar valas dapat dikatakan sebagai transaksi jual beli melalui jaringan komunikasi antara bank-bank, brokers atau deler di seluruh dunia yang dilakukan di ruangan masing-masing bank yang telah dilengkapi dengan jaringan komunikasi.

Pasar valuta asing atau yang sering disebut dengan istilah foreign exchange market merupakan pasar dimana transaksi valuta asing dilakukan baik antarnegara maupun dalam suatu negara.

3.2 Saran
Dalam peminjaman dana boleh boleh saja di lakukan demi kebaikan perusaahaan pada masa itu namun, harus ada perencanaan yang baik untuk pembayaran dimasa mendatang agar hutang dapat dibayar secara tepat waktu.

Likuiditas ialah kemampuan manajemen bank dalam menyediakan dana yang cukup utuk memenuhi kewajibanya setiap saat.dalam kewajiban di atas termasuk penarikan yang tidak dapat diduga seperti commitment loan maupun penarikan penarikan tidak terduga lainya.Ada empat macam teori likuiditas perbankan yang dikenal, yaitu sebagai berikut:

Bank mempunyai beberapa alternatif untuk mencapai likuiditas yaitu menyediakan uang kas yang cukup, mengkonventir aset kedalam uang kas, meminjam dari bank lain.

Risiko valuta asing merupakan risiko yang disebabkan oleh perubahan kurs valuta asing di pasaran yang tidak sesuai lagi dengan yang diharapkan, karena adanya pergerakan kurs yang merugikan terutama pada saat dikonversikan dengan mata uang domestik.

DAFTAR PUSTAKA
  • Handoko, T. Hani. 2013. Manajemen. Yogyakarta:BPFE-Yogyakarta.
  • Irham Fhmi, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, (Bandung: Alfabeta, 2014)
[read more..]