Thursday, June 23, 2016

Proses Perencanaan Strategi Produk

0 komentar
Pengertian Produk 
Secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan kegiatan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar. 

Produk merupakan titik pusat dari kegiatan pemasaran karena produk merupakan hasil dari suatu perusahaan yang dapat ditawarkan ke pasar untuk di konsumsi dan merupakan alat dari suatu perusahaan untuk mencapai tujuan dari perusahaannya. Suatu produk harus memiliki keunggulan dari produk-produk yang lain baik dari segi kualitas, desain, bentuk, ukuran, kemasan, pelayanan, garansi, dan rasa agar dapat menarik minat konsumen untuk mencoba dan membeli produk tersebut. 

Menurut Danang Sunyoto ( 2014: 30 ) Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada suatu pasar untuk memuaskan kebutuhan. Kategori tersebut meliputi objek-objek fisik, jasa orang, tempat, organisasi dan ide-ide. Istilah lain untuk suatu produk adalah penawaran, nilai kemasan atau rangkaian keuntungan. 

Proses Perencanaan Strategi Produk 
Proses perencanaa strategi produk meliputi beberapa langkah (Fandy Tjiptono (1997) dalam Danang Sunyoto (2015 : 86-87) sebagai berikut : 
1. Analisis situasi 
Analisis situasi dilakukan terhadap lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain, apakah perusahaan dapat memanfaatkan yang dimiliki, seberapa besar permintaan terhadap produk tertentu, dan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi permintaan tersebut. 

2. Penentuan tujuan produk 
Selain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,produk yang dihasilkan perusahaan dimaksudkan pula untuk memenuhi atas mencapai tujuan perusahaan. Dengan demikian perlu dipertimbangkan apakah produk yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan perusahaan. Universitas Sumatera Utara 12 

3. Penentuan sasaran pasar/produk 
Perusahaan dapat berusaha melayani pasar secara keseluruhan ataupun melakukan segmentasi. Dengan demikian alternatif yang dapat dipilih adalah produk standar, customizes product, maupun produk standar modifikasi. 

4. Penentuan anggaran 
Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah penyusunan anggaran. Anggaran ini dapat bermanfaat sebagai alat perencanaan, koordinasi, sekaligus pengendalian. 

5. Penentuan strategi produk’ 
Dalam tahap ini alternatif-alternatif strategi produk dianlisis dan dinilai keunggulan dan kelemahannya, kemudian dipilih yang paling baik dan layak untuk kemudian diterapkan. 

6. Evaluasi pelaksanaan strategi
Aktivitas yang terakhir adalah evaluasi atau penilaian terhadap pelaksanaan yang telah disusun. 


Pengembangan produk 
Pengembangan produk (product development) disebut juga merchandising adalah kegiatan-kegiatan pembuat barag (manufactuterer) dan perantara (middlemen) yang bermaksud melakukan penyesuaian barang-barang yang dibuat atau ditawarkan untuk dijual atas permintaan pembeli. Termasuk didalam pengembangan produk adalah penentuan kualitas, ukuran, bentuk, daya tarik, labeling ,cap tanda (branding), pembungkus (packaging) dan sebagainya untuk menyesuaikan selera yang sedang tumbuh. Pengembangan produk dan Universitas Sumatera Utara 13 perencanaan produk harus menjamin (Suhardi Sigit (1992) dalam Danang Sunyoto (2015 :96) : 
1. Kualitas barangnya baik 
2. Desain barangnya baik 
3. Barang baru dapat ditambahkan jika diperlukan 
4. Kegunaan-kegunaan baru selalu diusahan 
5. Bungkusnya sesuai 
6. Barangnya diberi cap yang pantas. 

Penanganan yang cermat terhadap pengembangan produk dan perencanaan produk itu disebabkan oleh adanya tiga faktor yang selalu berubah, yaitu: 
1. Jumlah pembeli potensial 
2. Kebutuhan dan preferensi para pembeli
3. Daya beli para pembeli
[read more..]

Pengertian Inovasi

0 komentar
Pengertian Inovasi : Keberlangsungan hidup dari perusahaan bergantung pada seberapa cepat dan tanggap perusahaan tersebut menghadapi kedinamisan yang ada. Seperti contohnya, perusahaan manufaktur yang dituntut untuk selalu menghasilkan produk-produk yang lebih baik dan dengan biaya yang lebih rendah dari pesaing mereka. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi-strategi bersaing yang efektif dengan melakukan perbaikan, baik dari sisi pengembangan produk maupun dari sisi proses secara berlanjut.

Teknologi dan inovasi sudah dikenal sebagai faktor penting dalam meningkatkan keuntungan, positioning, dan kinerja bagi perusahaan dalam menghadapi kedinamisan pasar. Dengan melakukan inovasi, perusahaan bereaksi terhdap perubahan pasar yang dinamis dan untuk menciptakan atau mempertahankan daya saingnya. Dapat dikatakan bahwa “Innovation is an almost obligatory survival stretegy” Menurut Drucker (1999) dalam Wawan Dewanto dkk (2014:2). Perusahaan yang berhasil menciptakan keunggulan bersaing (competitve advantage) adalah perusahaan yang mampu menciptakan inovasi dan kreativitas melalui proses inovasi yang efektif dan terencana menurut Gupta dan MacDaniel 2002) dalam Wawan Dewanto dkk (2014:2). Oleh karena itu, diperlukan cara-cara atau strategi baru dalam menciptakan dan menghasilkan produk baru atau melakukan perbaikan (tangible maupun intangible) dengan meningkatkan kemampuan kreatif dari para karyawan perusahaan atau anggota organisasi

Inovasi menurut Schumpeter (1934) dalam Wawan Dewandto dkk (2014:3) adalah sebagai kombinasi baru dari faktor-faktor produksi yang dibuat oleh pengusaha dan pemikiran inovasi adalah kekuatan pendorong yang penting (critical driving force) dalam pertumbuhan ekonomi. Konsep inovasi Schumpeter melibatkan inovasi produk,inovasi proses, inovasi pasar,penggunaan bahan baku dan mendapatkan bahan baku tersebut dengan cara dan inovasi pada organisasi.

Menurut Kotler dalam dalam Moh Alifuddin & Mashur Razak (2015:121) mendefiniskan inovasi sebagai sesuatu yang berkenaan dengan barang, jasa atau ide yang dirasakan baru oleh seseorang. Meskipun ide tersebut telah lama eksis tetapi ini dapat dikatakan suatu inovasi bagi orang yang baru melihat atau merasakannya. Lebih lanjut menurut kotler dalam dalam Moh Alifuddin & Mashur Razak (2015: 121) perusahaan dapat melakukan inovasi berupa:

1. Inovasi Produk (barang, jasa dan ide)
2. Inovasi manajemen (proses kerja, proses produksi, keuangan, pemasaran)


Unsur-unsur Inovasi
Schumpeter (1949) menyebutkan bahwa inovasi terdiri dari lima unsur yaitu:
1. memperkenalkan produk baru atau perubahan kualitatif pada produk yang sudah ada,
2. memperkenalkan proses baru ke industri,
3. membuka pasar baru, Universitas Sumatera Utara
4. Mengembangkan sumber pasokan baru pada bahan baku atau masukan lainnya,
5. perubahan pada organisasi industri

Tipe dan Karakteristik Inovasi
Martin Radenakers (2005) membagi inovasi ke dalam beberapa tipe yang mempunyai karakteristik masing-masing seperti disajikan pada tabel berikut :

Tabel Tipe dan Karakteriktik Inovasi


Sumber- Sumber Inovasi : Membicarakan inovasi dalam wirausaha tentu tidak terlepas dari sumbersumber inovasi itu sendiri. Menurut Drucker dalam Moh Alifuddin & Mashur Razak (2015:124) membagi sumber inovasi menjadi tujuh jenis yakni : 
  1. Hal yang tidak diperkirakan (the unexpected), yakni sukses yang tidak diperkirakan atau kegagalan yang tidak diperkirakan. 
  2. Keganjilan/Ketidaksesuaian (the incongruity) ada perbedaan antara realitas yang sebenarnya dengan kenyataan yang di rumuskan, 
  3. Proses Kebutuhan (Process need) 
  4. Perubahan struktur pasar dan struktur industri 
  5. Demografi, yakni perubahan dalam besaran populasi, struktur usia, komposisi tenaga kerja, tingkat pendidikan. 
  6. Perubahan persepsi, suasana hati. 
  7. Pengetahuan baru, ilmiah atau tidak 
[read more..]

Monday, May 30, 2016

Trust atau Kepercayaan

0 komentar
Modal sosial menyatakan mengenai kerjasama yang tergantung dari kepercayaan. Masyarakat yang memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi akan sanggup untuk melakukan kerjasama sampai level organisasi yang sangat besar. Sebaliknya masyarakat yang tingkat kpercayaannya rendah memiliki kerjasama yang dapat digalang hanya sampai pada level yang terbatas. Jadi, modal sosial sebagai sumber daya bermakna bahwa komunitas bukan merupakan produk pertumbuhan ekonomi, tetapi merupakan ‘prakondisi’ untuk pencapaian pertumbuhan ekonomi (Yustika, 2008) dalam (Mustofa, 2013).

Trust atau rasa percaya (mempercayai) adalah suatu bentuk keinginan untuk mengambil resiko dalam hubungan-hubungan sosialnya yang didasari oleh perasaan yakin bahwa yang lain akan melakukan sesuatu seperti yang diharapkan dan akan senantiasa bertindak dalam suatu pola tindakan yang saling mendukung, paling tidak yang lain tidak akan bertindak merugikan diri dan kelompoknya (Putnam, 1993) dalam (Thobias et al, 2013). 

Kepercayaan merupakan komponen penting dari adanya masyarakat. Kepercayaan dapat mendorong seseorang untuk bekerjasama dengan orang lain untuk memunculkan aktivitas ataupun tindakan bersama yang produktif. Menurut Francis Fukuyama, trust adalah sikap saling mempercayai di masyarakat yang memungkinkan masyarakat tersebut saling bersatu dengan yang lain dan memberikan kontribusi pada peningkatan modal sosial.Kepercayaan adalah dasar dari tatanan sosial:’Komunitas tergantung pada kepercayaan timbal balik dan tidak akan muncul secara spontan tanpanya’ Fukuyama (1995) dalam (Jhon Field, 2003).

Kemampuan berasosiasi menjadi modal yang sangat penting bukan hanya bagi kehidupan ekonomi, tetapi juga bagi setiap aspek eksistensi sosial yang lain. Tetapi, kemampuan ini sangat tergantung pada suatu titik temu norma-norma dan nilai-nilai bersama. Jika titik temu etis normativ ini ditemukan maka pada gilirannya kepentingan-kepentingan individual akan tunduk pada kepentingan-kepentingan komunitas kelompok. Dari nilai-nilai bersama ini akan bangkit apa yang disebut kepercayaan (Fukuyama, 1995).

Sako (1992) melihat kepercayaan dalam bentuk bisnis dan menemukan tiga bentuk kepercayaan yaitu Pertama, kepercayaan kompetensi menunjuk keyakinan bahwa mitra dagang akan memperlihatkan kewajiban mereka berdasarkan kemampuan dan keterampilan yang diakui mereka miliki.Kedua, kepercayaan kontraktual mencakup suatu keyakinan bahwa orang atau pihak yang terlibat pada suatu perjanjian tertulis akan menepati janji yang telah diikrarkan bersama tentang suatu interaksi seperti tanggal pengiriman, spesifikasi produk, kerahasiaan, perjanjian yang bersifat umum dan garis besar saja. Sementara Ketiga kepercayaan niat baik menunjuk pada harapan bersama pihak yang terlibat memiliki komitmen terbuka satu sama lain untuk melakukan sesuatu yang terbaik bagi keuntungan bersama (Damsar, 2009:203-204).
[read more..]

Monday, May 23, 2016

Pengertian Pajak Daerah

0 komentar
Untuk dapat lebih memahami pajak daerah terlebih dahulu kita harus mengerti apa yang dimaksud dengan pajak. Menurut Adriani dalam Waluyo (2007 : 2) “Pajak adalah iuran wajib kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan - peraturan, dengan tidak mendapat prestasi – kembali, yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas negara menyelenggarakan pemerintahan”.

Menurut Soemitro dalam Mardiasmo (2006 : 1) “Pajak adalah iuran rakyak kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat di tujukan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. 

Menurut Pasal 1 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah pengertian Pajak daerah, yang selanjutnya disebut pajak adalah kontribusi wajib kepada daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Mardiasmo (2006 : 6) Berdasarkan lembaga pemungutnya pajak di kelompokkan menjadi :

a. Pajak Pusat, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara. Contohnya, pajak penghasilan, pajak penjualan atas barang mewah, pajak bumi dan bangunan dan bea materai.

b. Pajak Daerah, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah.

Pajak Daerah terdiri atas:
  • Pajak Provinsi, contoh : pajak kendaraan bermotor dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor.
  • Pajak Kabupaten/Kota, contoh : pajak hotel, pajak restoran dan pajak hiburan.
Dengan demikian pajak daerah adalah iuran wajib kepada daerah untuk membiayai pembangunan daerah. Pajak daerah ditetapkan dengan undang-undang dan pelaksanaannya untuk di daerah diatur lebih lanjut dengan peraturan daerah. Pemerintah daerah dilarang melakukan pungutan selain pajak yang ditetapkan undang-undang (pasal 2 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009).

 Ciri-ciri Pajak Daerah
Adapun yang termasuk ciri-ciri pajak daerah adalah sebagai berikut:

  • Pajak Daerah dapat berasal dari Pajak Asli Daerah maupun pajak negara yang diserahkan kepada daerah sebagai pajak daerah.
  • Pajak Daerah dipungut oleh daerah terbatas di dalam wilayah administratif yang dikuasainya.
  • Hasil pungutan pajak daerah dipergunakan untuk membiayai urusan rumah tangga atau untuk membiayai pengeluaran daerah sebagai badan hukum.
  • Pajak Daerah dipungut oleh daerah berdasarkan kekuatan Peraturan Daerah (PERDA), maka pungutan pajak daerah dapat dipaksakan kepada masyarakat yang wajib membayar dalam pungutan administratif kekuasaannya.

Jenis-jenis Pajak Daerah
Berdasarkan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terdapat 5 (lima) jenis pajak provinsi dan 11 (sebelas) pajak kabupaten/kota. Secara rinci dapat dilihat dalam tabel berikut.


Tarif Pajak Daerah
Sesuai dengan UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, tarif pajak daerah adalah sebagai berikut :
A. Pajak Daerah Provinsi
1. Tarif Kendaraan Bermotor
a) Tarif Pajak Kendaraan Bermotor pribadi untuk kepemilikan kendaraan pertama 1-2 % dan kepemilikan kendaraan bermotor kedua ditetapkan secara progresif 2-10%.
b) Tarif Pajak Kendaraan Bermotor angkutan umum, ambulans, pemadam kebakaran, lemabaga sosial dan keagamaan, Pemerintah/TNI/POLRI, PEMDA dan kendaraan lain sebesar 0,5-1%
c) Tarif Pajak Kendaraan Bermotor alat-alat berat dan alat-alat besar di tetapkan sebesar 0,1-0,2%

2. Tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor
a) Penyerahan pertama sebesar 20%
b) Penyerahan kedua dan seterusnya sebesar 1%.
Khusus untuk kendaraan bermotor alat-alat berat dan alat-alat besar yang tidak menggunakan jalan umum tarif pajak ditetapkan paling tinggi masing-masing sebagai berikut :
a) Penyerahan pertama sebesar 0,75%
b) Penyerahan kedua dan seterusnya sebesar 0,075% U 

3. Tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor
Ditetapkan paling tinggi sebesar 10% dan tarif bahan bakar kendaraan umum ditetapkan paling sedikit 50% lebih rendah dari tarif Pajak Bahan Bakar untuk kendaraan pribadi.

4. Tarif Pajak Air Permukaan ditetapkan paling tinggi 10%
5. Tarif Pajak Rokok ditetapkan10% dari cukai rokok.

Pajak Kabupaten/Kota
1. Tarif Pajak Hotel sebesar 10%
2. Tarif Pajak Restoran 10%
3. Tarif Pajak Hiburan paling tinggi 35%
Khusus hiburan berupa pagelaran busana, kontes kecantikan, diskotik, klab malam, panti pijat dan lain-lain paling tinggi 75%.
Khusus hiburan kesenian rakyat/tradisional paling tinggi 10%.
4. Tarif Pajak reklame 25%
5. Tarif Pajak Penerangan Jalan ditetapkan paling tinggi 10%.
6. Tarif Pajak Mineral Bukan Logam dan Bahan 25%
7. Tarif Pajak Parkir 30%
8. Tarif Pajak Air dan Tanah 20%
9. Tarif Pajak Sarang Walet 10%
10. Tarif PBB 0,3%
11. Tarif Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan 5%
[read more..]
 

Blog Info

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
My Ping in TotalPing.com

Histats