Monday, March 16, 2015

Definisi kesehatan menurut WHO

0 komentar
A. Definisi Kesehatan
Definisi kesehatan menurut WHO adalah sebagai berikut :
Health is defined as a state of complete physical, mental, and social wellbeing and not merely the absence of disease or infirmity.”

Istilah kesehatan itu sendiri, di dalam Undang-Undang No. 9 Tahun 1960, tentang pokok-pokok, Bab 1 Pasal 2 didefinisikan sebagai berikut :

“yang dimaksud dengan kesehatan dalam undang-undang ini ialah keadaan yang meliputi badan, rohani (mental), dan sosial dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan”.
Kesehatan menurut UU RI No. 23 Tahun 1992 Bab 1 Pasal 1 sebagai berikut : “kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan social yang menungkinkan setiap orang hidup produktif secara social ekonomis.

Kesehatan dalam keperawatan kesehatan komunitas didefinisikan sebagai kemampuan melaksanakan peran dan fungsi dengan efektif. Kesehatan adalah proses yang berlangsung mengarah kepada kreatifitas, konstruktif dan produktif. Menurut Hendrik L. Bloom ada 4 faktor yang mempengaruhi kesehatan, yaitu lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan. ( Ekasari, Mia Fatma, dkk : 5, Keperawatan Komunitas Upaya Memandirikan Masyarakat untuk Hidup Sehat, 2008).

Berdasarkan definisi di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa definisi kesehatan merupakan suatu keadaan di mana seseorang dapat melakukan aktivitas dan menjalankan perannya dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

B. Definisi Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan merupakan salah satu determinan dalam mencapai masyarakat yang sehat, meskipun disadari bahwa peran lingkungan dan faktor perilaku merupakan determinan yang lebih besar pengaruhnya pada kesehatan (Blum).

Pelayanan kesehatan masyarakat pada prinsipnya mengutamakan pelayanan kesehatan promotif dan preventif. Pelayanan promotif adalah upaya meningkatkan kesehatan masyarakat ke arah yang lebih baik lagi dan yang preventif mencegah agar masyarakat tidak jatuh sakit agar terhindar dari penyakit. Sebab itu pelayanan kesehatan masyarakat itu tidak hanya tertuju pada pengobatan individu yang sedang sakit saja, tetapi yang lebih penting adalah upaya-upaya pencegahan (preventif) dan peningkatan kesehatan (promotif). Sehingga, bentuk pelayanan kesehatan bukan hanya puskesmas atau balkesma saja, tetapi juga bentuk-bentuk kegiatan lain, baik yang langsung kepada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, maupun yang secara tidak langsung berpengaruh kepada peningkatan kesehatan. (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3747/1/fkm-juanita5.pdf)

C. Definisi Keluarga
Keluarga adalah anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah, adopsi, atau perkawinan. (WHO, 1969).

Menurut Departemen Kesehatan RI (1988), keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain, dan di dalam perannya masing-masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan. (Silvicion G. Bailon dan Aracelis Maglaya, 1989).

Berdasarkan definisi di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa definisi keluarga adalah sekelompok orang yang tinggal di suatu tempat yang terikat dengan perkawinan atau pengangkatan dan mereka saling membutuhkan.

D. Definisi Keperawatan Keluarga
Keperawatan keluarga merupakan bidang kekhususan spesialisasi yang terdiri dari keterampilan berbagai bidang keperawatan. Praktik keperawatan keluarga didefinisikan sebagai pemberian perawatan yang menggunakan proses keperawatan kepada keluarga dan anggota-anggotanya dalam situasi sehat dan sakit. Penekanan praktik keperawatan keluarga adalah berorientasi kepada kesehatan, bersifat holistik, sistemik dan interaksional, menggunakan kekuatan keluarga. (http://ilmukeperawatan.wordpress.com/ 2008/04/07/keperawatan-keluarga-sebuah-pengantar/).

Perawatan keluarga yang komprehensip merupakan suatu proses yang rumit, sehingga memerlukan suatu pendekatan yang logis dan sistematis untuk bekerja dengan keluarga dan anggota keluarga . Pendekatan ini disebut proses keperawatan. Menurut Yura dan Walsh (1978), “proses keperawatan merupakan inti dan sari dari keperawatan”. Proses adalah suatu aksi gerak yang dilakukan dengan sengaja dan sadar dari satu titik ke titik yang lain menuju pencapaian tujuan. Pada dasarnya, proses keperawatan merupakan suatu proses pemecahan masalah yang sistematis, yang digunakan ketika bekerja dengan individu, keluarga, kelompok atau komunitas.

Berdasarkan definisi di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa keperawatan keluarga adalah suatu proses yang digunakan terhadap individu, keluarga, kelompok atau komunitas bersifat holistik sistemik dan interaksional, dan menggunakan kekuatan keluarga

E. Teori Pendekatan Keperawatan Keluarga
Pendekatan dalam keperawatan keluarga menurut Stanhope dan Lancaster (2004), yaitu sebagai berikut :
1. Keluarga sebagai kontek (Family as Context)
2. Keluarga sebagai klien (Family as Client)
3. Keluarga sebagai sistem (Family as System)
4. Keluarga sebagai komponen sosial (Family as Component of Society)
[read more..]

Friday, March 6, 2015

Perancangan Sampel Skripsi

0 komentar
Perancangan Sampel
Populasiadalah sekelompok orang, kejadian, atau benda, yang dijadikan obyek penelitian. Jika yang ingin diteliti adalah sikap konsumen terhadap satu produk tertentu, maka populasinya adalah seluruh konsumen produk tersebut. Tujuan ditetapkannya populasi untuk dapat menentukan besarnya anggota sampel yang diambil dari anggota populasi dan membatasi berlakunya daerah generalisasi. Ditinjau dari banyaknya anggota populasi, maka populasi terdiri atas populasi terbatas (terhingga) dan populasi tak terbatas (tak terhingga). Namun dalam kenyataannya populasi terhingga selalu menjadi populasi yang tak terhingga. Ditinjau dari sudut sifatnya, maka populasi dapat bersifat homogen atau heterogen.

Sampel merupakan bagian dari populasi. Elemen anggota sampel, merupakan anggota populasi dimana sampel diambil. Jika N banyaknya elemen populasi dan n banyaknya elemen sampel, maka n < N.

Pengambilan anggota sampel yang merupakan sebagian dari anggota populasi tadi harus dilakukan dengan teknik tertentu yang disebut teknik Sampling. Ukuran sampel atau jumlah sampel yang diambil menjadi persoalan yang penting ketika jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian yang menggunakan analisis kuantitatif. Pada penelitian yang menggunakan analisis kualitatif, ukuran sampel bukan menjadi nomor satu, karena yang dipentingkan adalah banyaknya informasi. Walau jumlahnya sedikit tetapi jika banyak diperoleh informasi, maka sampelnya lebih bermanfaat.

Penentuan Jumlah Sampel
Penetuan besar anggota sampel dengan menggunakan proporsi dapat ditentukan dengan beberapa rumus. Adapun rumus-rumus penentuan jumlah sampel dengan menggunakan teknik proporsi dapat dilihat sebagai berikut.
1.      Rumus Krejcie dan Morgan

  ........................................................................(5)

Di mana :
 s = banyaknya anggota sampel
 N = Banyak anggota populasi
 p = proporsi dalam populasi                                    
d = derajat ketelitian = 1,96
χ2 = harga tabel chi kuadrat untuk tertentu
Jika rumus tersebut digunakan untuk populasi tertentu yang sudah diketahui jumlah anggotanya dengan α = 0,05, besarnya sampel dapat dilihat pada tabel Krejcie dan Morgan.
2.      Rumus Taro Yamane atau Slovin

     .............................................................................................. (6)
Keterangan :
n               = jumlah sampel
N               =Jumlah populasi
D               =Presisi/Persentase kelonggaran ketidaktelitian kesalahan            pengambilan     sampel yang masih dapat ditolerir
3.      Penentuan  Jumlah Sampel Secara Konvensional
Penentuan besarnya sampel dapat juga dilakukan dengan pendekatan konvensional, dimana jumlah sampel ditentukan berdasarkan konvensi atau jumlah yang diyakini sebagai ukuran yang tepat untuk suatu sampel penelitian (Supranto : 2001). Caranya, jumlah pertanyaan dalam kuisioner dikali lima (5) sampai sepuluh (10).
[read more..]

Tuesday, February 24, 2015

Pengertian transaksi hubungan istimewa menurut UU PPh

0 komentar
Jenis Hubungan Istimewa  
1. Pengertian hubungan istimewa menurut UU PPh
Didalam praktik seringkali terjadi suatu badan usaha bertransaksi dengan badan usaha lainnya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, sedangkan keduanya masih dalam satu kelompok usaha. Dalam hal demikian, tidak menutup kemungkinan terjadi transaksi hubungan istimewa yang tidak wajar. Untuk itu, Pasal 18 ayat 4 UU PPh telah memberikan batasan tentang hubungan istimewa, yaitu hubungan istimewa dianggap ada apabila salah satu dari tiga elemen berikut ini terpenuhi.

a. Wajib Pajak mempunyai penyertaan modal langsung atau tidak langsung paling rendah 25% pada Wajib Pajak lain, hubungan antara Wajib Pajak dengan penyertaan paling rendah 25% pada dua Wajib Pajak atau lebih, demikian pula hubungan antara dua Wajib Pajak atau lebih yang disebut terakhir.

Misalnya,
PT A mempunyai 50% saham PT B. Pemilikan saham oleh PT A merupakan penyertaan langsung. Selanjutnya apabila PT B tersebut mempunyai 50% saham PT C, PT A sebagai pemegang saham PT B secara tidak langsung mempunyai penyertaan pada PT C sebesar 25%. Dalam hal demikian antara PT A, PT B dan PT C dianggap terdapat hubungan istimewa. Apabila PT A juga memiliki 25% saham PT D, antara PT B, PT C dan PT D dianggap terdapat hubungan istimewa

Hubungan kepemilikan seperti tersebut di atas dapat juga terjadi antara orang pribadi dan badan.
b. Wajib Pajak menguasai Wajib Pajak lainnya atau dua atau lebih Wajib Pajak berada di bawah penguasaan yang sama baik langsung maupun tidak langsung (melalui manajemen atau penggunaan teknologi).
c. Terdapat hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda dalam garis keturunan lurus dan atau ke samping satu derajat.

1) Yang dimaksud dengan hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat adalah ayah, ibu, dan anak, sedangkan hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan ke samping satu derajat adalah saudara.

2) Yang dimaksud dengan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus satu derajat adalah mertua dan anak tiri, sedangkan hubungan keluarga semenda dalam garis keturunan ke samping satu derajat adalah ipar.

2. Pengertian Hubungan Istimewa menurut Organization for Economic Cooperation and Development atau OECD Model (Pasal 9)

“Associated Enterprises”
Where an enterprise of a Contracting State participates directly or indirectly in the management, control or capital of an enterprise of the other Contracting State, or the same persons participate directly or indirectly in the management, control or capital of an enterprise of a Contracting State and an enterprise of the other Contracting State, and in either case conditions are made or imposed between the two enterprises in their commercial or financial relations which differ from those which would be made between independent enterprises, then any profits which would, but for those conditions, have accrued to one of the enterprises, but, by reason of those conditions, have not so accrued, may be included in the profits of that enterprise and taxed accordingly.
 
Jika kedua pengertian di atas dipersandingkan, akan terdapat dua masalah yaitu pengertian hubungan istimewa dan apa yang harus dilakukan dalam hal transaksi tidak mencerminkan harga wajar.
 
Untuk masalah yang pertama, kedua aturan tersebut pada dasarnya sama yaitu rumusan mengenai "hubungan istimewa. Perbedaannya, pada Model OECD besarnya penyertaan tidak ditentukan secara kuantitatif, sedangkan Pasal 18 ayat 4 memberikan syarat minimum besarnya penyertaan.

Masalah yang kedua, yaitu landasan yang dipakai untuk melakukan koreksi, Pasal 18 ayat 4 dan Pasal 9 OECD sedikit berbeda dari segi rumusannya, sebagai berikut.

a. Pasal 18 (4)
Ketentuan ini tidak secara tegas merujuk terjadinya transaksi dan akan dilakukan koreksi apabila tidak menunjukkan kewajaran seperti halnya tidak ada hubungan istimewa.

b. Pasal 9, OECD Model :
Terdapat transaksi antara pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Dalam transaksi tersebut diciptakan syarat-syarat yang tidak sesuai dengan transaksi antara pihak-pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa.

3. Konsekuensi dalam Transaksi Hubungan Istimewa menurut UU PPh
a. Penentuan kembali harga transfer dan DER
Direktur Jenderal Pajak sesuai dengan Pasal 18 ayat 3 UU PPh berwenang untuk menentukan kembali besarnya penghasilan dan pengurangan (transfer pricing) serta menentukan utang sebagai modal atau Debt to Equity Ratio (DER) untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak lainnya sesuai dengan kewajaran dan kelaziman usaha yang tidak dipengaruhi oleh hubungan istimewa.

Rumusan di atas menunjukkan ada dua hal yang harus dipenuhi agar Dirjen Pajak dapat melakukan koreksi, yaitu:
1) terdapat hubungan istimewa antara pihak-pihak yang melakukan transaksi dan
2) transaksi tersebut tidak menunjukkan kewajaran dan kelaziman usaha

Contoh :
Penyertaan modal secara terselubung dengan menyatakan penyertaan modal sebagai utang. Dalam hal ini Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk menentukan utang tersebut sebagai modal perusahaan. Penentuan tersebut dapat dilakukan, misalnya, melalui indikasi mengenai perbandingan antara modal dengan utang yang lazim (DER) terjadi antara para pihak yang tidak dipengaruhi oleh hubungan istimewa atau berdasar data atau indikasi lainnya.

Dengan demikian, bunga yang dibayarkan sehubungan dengan utang yang dianggap sebagai penyertaan modal itu tidak diperbolehkan untuk dikurangkan, sedangkan bagi pemegang saham yang menerima atau memperolehnya dianggap sebagai dividen yang dikenakan pajak.

Contoh lain tentang DER yang lebih konkret adalah DER yang diatur di dalam Kontrak Karya pertambangan umum, yaitu 5:1 atau 8:1. Dalam hal Kontrak Karya DER dikaitkan dengan jumlah investasi, yaitu investasi sampai dengan US$ 200 juta, DER-nya adalah 5:1, sedangkan untuk investasi yang melebihi US $ 200 juta, DER-nya adalah 8:1. Apabila DER sudah ditetapkan, langkah berikutnya adalah menentukan perlakuan pajak terhadap bunga yang tidak boleh dikurangkan sebagai biaya. Karena aturan tersebut diterapkan terhadap pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, sebagaimana dijelaskan di atas bunga yang tidak memenuhi DER diperlakukan sebagai dividen.

b. Advance Pricing Agreement (APA)

Direktur Jenderal Pajak berwenang melakukan perjanjian dengan Wajib Pajak dan bekerja sama dengan pihak otoritas pajak negara lain untuk menentukan harga transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang berlaku selama suatu periode tertentu dan mengawasi pelaksanaannya serta melakukan renegosiasi setelah periode tertentu tersebut berakhir. Pembahasan lebih detil tentang APA diuraikan di bab lain bersamaan dengan pembahasan Transfer Pricing.

c. Non-Deductibility
Pengeluaran dengan jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto (lihat Pasal 9 ayat 1 (f) UU PPh).
[read more..]

Monday, February 9, 2015

Tips Cara Memulai Usaha Bisnis

0 komentar
Menjadi seorang Pengusaha Sukses
Banyak pertanyaan dari teman-teman tentang bagaimana jika ingin jadi pengusaha namun tidak memiliki modal. Sebetulnya ini bukanlah pertanyaan baru. Seseorang yang belum berpengalaman bisnis dan berniat untuk memulai bisnis, selalu ketiadaan modal (UANG) adalah hal yang paling utama dipermasalahkan.
Nah maka, begitu mereka mempunyai modal UANG mereka tanpa berpikir panjang mengenai kemampuan diri, tanpa konsultasi pada ahli bisnis, mereka gunakan sebagian besar uangnya untuk memulai bisnisnya. Akibatnya, sebelum usaha menunjukkan tanda-tanda keberhasilan, sebagian dari mereka sudah kehabisan uang, tenaga dan motivasi. Ini adalah fakta, bukan opini.

Maka untuk itu ada baiknya menguasai dahulu sebelum anda memulai bisnis sendiri

Jika Anda berkeinginan memulai suatu bisnis sendiri, janganlah membuang-buang waktu dengan suatu bisnis yang belum anda ketahui dan anda kuasai. Memulai bisnis berdasarkan pengalaman yang dipadukan dengan inovasi kedepan adalah suatu modal dasar untuk suksesnya bisnis Anda.

Banyak sudah contohnya bagaimana para pemula bisnis kandas diawal usaha. Mereka dengan hanya bermodalkan uang, keberanian dan kesempatan, mereka mencoba-coba mencari kesuksesan dalam berbisnis. Namun sayang, sebelum usaha menunjukkan tanda-tanda kesuksesan Anda sudah kehabisan modal, kehilangan kesempatan dan menumpuknya tagihan hutang.

Itulah risikonya memulai suatu bisnis kalau hanya menggunakan cara-cara sendiri dan dengan cara mencoba-coba.

Modal Usaha Adalah Suatu Proses.
Memulai usaha bukanlah sesuatu yang instan, memulai usaha itu mempunyai tahapan, butuh proses. Keberhasilan dan kegagalan setiap tahapan merupakan pembelajaran dalam meningkatkan naluri bisnis Anda.

Demi ambisi dan melupakan tahapan proses, Anda akan mencari jalan pintas. Akibatnya jika bisnis berhasil Anda akan lepas kontrol dan jika terjadi kegagalan, Anda dengan mudah menyalahkan situasi, seperti kurang modal, pasar yang sepi, lokasi yang tidak strategis dll.

Jadi modal usaha yang utama adalah proses, bukan uang semata.

Sebetulnya keinginan dan kemauan keras untuk segera menjadi seorang wirausaha itu adalah modal awal usaha, modal yang akan membantu Anda untuk segera bisa melangkah. Ingatlah tiada keberhasilan tanpa langkah tekad dan niat yang nyata nyata.

Modal berikutnya adalah belajar untuk mendapatkan keahlian dan keterampilan berbisnis. Masih ingatkah waktu kecil, bahwa jika ingin bisa naik sepeda Anda harus belajar dahulu bagaimana cara dan menguasai jalannya sepeda. Jatuh bangun dan luka adalah hal yang harus Anda alami agar mampu menguasai sepeda dengan baik. Untuk berbisnis juga demikian, Anda harus belajar dahulu, cobalah dengan banyak membaca tentang bagaimana berbisnis, ikut kursus kewiraswataan atau mendengarkan kaset-kaset tentang penjualan dan pemasaran.

Pembelajaran ini akan membuat Anda tahu banyak mana proses yang harus dikerjakan, mana yang harus direncanakan dahulu dan mana suatu proses yang harus dihindari. Sehingga Anda bisa mulai lebih fokus untuk terjun andil di dunia bisnis.

Jika Anda pertama kalinya merasa sudah bisa mengayuh sepeda, maka hal berikutnya Anda akan mencari pengalaman bersepeda bersama dengan teman-teman, di mulai dari jalan yang sepi (kecil risiko tabrakannya) sampai ke jalan raya yang begitu ramai dengan risiko tertabrak mobil. Begitu jugalah dengan bisnis, untuk menempa naluri bisnis Anda, Anda butuh pengalaman berbisnis dengan berbagai cara.

Salah satu cara untuk mendapatkan pengalaman berbisnis dengan risiko kecil adalah membantu teman-teman berbisnis, atau bekerja pada pemilik usaha sebagai tenaga pembantu, atau menjadi tenaga penjual atau pemasaran. Itu semua tidak butuh modal uang, malah Anda medapat uang gaji karena Anda membantu mereka berbisnis.

Jika Anda dapat melalui itu semua dengan prestasi kerja yang baik, ulet, disiplin, berdedikasi tinggi terhadap kelancaran bisnis dan bisa dipercaya, maka besar atau kecil bisnis yang sedang Anda kerjakan sebagai entah tenaga pembantu, karyawan, tenaga pemasaran, biasanya akan datanglah investor kepada Anda untuk menawarkan modal atau produk. Maka saatnyalah Anda berpikir untuk tidak menjadi pegawai terus dan memutuskan bagaimana menjalankan bisnis untuk Anda sendiri. Contoh Bob Sadino awal berbisnis.

Coba simak beberapa kriteria atau patokan seperti dibawah ini :
Ada beberapa patokan yang dapat digunakan apakah Anda memang sudah mengetahui dan menguasai suatu bisnis sehingga disebut mempunyai pengalaman yang baik dari suatu bisnis.

Menguasai betul mengenai produk-produk yang akan Anda jual dan tahu bagaimana kwalitas produk-produk yang sejenis yang sudah ada dipasar.

Mampu bagaimana cara-cara memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan dibandingkan pesaing lain baik pada saat pembelian ataupun setelah penjualan produk tersebut.

Mengenal baik siapa-siapa saja dan dimana saja pelanggan-pelanggan yang mencari dan memerlukan produk-produk tersebut.

Tahu persis bagaimana tingkat persaingan dipasar, dan begitu juga tahu tingkat harga-harga yang berlaku dipasaran sehingga Anda tahu pesaing-pesaing yang akan mencegah atau menghalangi pelanggan untuk membeli dari Anda.

Dengan Anda tahu dan menguasai kriteria pengalaman bisnis tersebut diatas. Maka itu semua merupakan modal awal yang Anda miliki untuk suksesnya bisnis yang akan Anda mulai sendiri. Jadi memulai suatu bisnis itu janganlah hanya menggunakan cara-cara sendiri dan dengan cara mencoba-coba. Jika Anda memang belum berpengalaman berbisnis, janganlah membicarakan uang dahulu untuk modal memulai usaha.

Itulah sedikit tips bagi anda untuk memulai bisnis bukan berdasarkan uang tetap berdasarkan niat dan keberanian disertai dengan kemampuan serta pengalaman. semoga bermanfaat untuk Anda. selamat untuk membuka bisnis adan semoga sukses sesuai dengan yang diinginkan.
[read more..]
 

Blog Info

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
My Ping in TotalPing.com

Visitor Info