Tuesday, February 9, 2016

Bidang – Bidang Tanggung Jawab Sosial

0 komentar
Organisasi dapat menerapkan tanggung jawab social terhadap pihak-pihak yang berkepentingan, terhadap lingkungan alam dan kesejahteraan social. Beberapa organisasi mengetahui tanggung jawab mereka di ketiga bidang itu dan berusahan sungguh – sungguh untuk mencapainya, yang lainnya menekankan hanya satu atau dua bidang tanggung jawab sosial. Dan sedikit sekali yang tidak mengetahui tanggung jawab sosial sama sekali.

a.Stakeholder Organisasi
Stakeholder organisasi adalah orang dan organisasi yang dipengaruhi langsung oleh praktek organisasi tertentu dan mempunyai kepentingan terhadap kinerja organisasi itu. Kebanyakan perusahaan berkonsentrasi terhadap konsumen, karyawan dan investor. Organisasi yang bertanggung jawab terhadap konsumen berusaha untuk memperlakukan mereka dengan adil dan jujur, dengan menjanjikan untuk memberikan harga yang sesuai, menganggap penting jaminan produk, menepati komitmen pengiriman dan menjaga kualitas produk yang mereka jual. Contoh perusahaan multinasional yang menerapkan ini adalah Toyota, Dell Computer, Daimler-Chrysler dan Volkswagen.
Organisasi yang bertanggung jawab secara social dalam menghadapi karyawan, akan memperlakukan pekerja secara adil, membuat mereka sebagai tim dan menghargai kebebasan dan kebutuhan dasar mereka sebagai manusia. Organisasi yang telah membangun reputasi kuat dibidang ini adalah HONDA.

Organisasi yang bertanggung jawab terhadap investor, manajer akan mengikuti prosedur akuntansi yang benar, memberikan informasi yang cukup pada pemegang saham tentang kondisi keuangan perusahaan, dan mengelola organisasi untuk melindungi hak pemegang saham dan investasi.

b.Lingkungan Alam
Belum terlalu lama, banyak organisasi tanpa terkecuali membuang kotoran, limbah produksi dan sampah ke sungai, ke udara dan tanah kosong. Ketika Royal Dutch/Shell pertama kali mengeksplorasi sungai Amazon untuk potensi lokasi pengeboran di akhir 1980-an, krunya menebangi hutan dan meninggalkan sampah di sungai tersebut. Sekarang banyak undang-undang yang mengatur pembuangan limbah material. Dalam banyak hal, perusahaan-perusahaan telah semakin bertanggung jawab secara social terhadap pembuangan bahan polusi dan perlakuan secara umum terhadap lingkungannya. Kembali ke Shell, ketika meluncurkan ekspedidi eksplorasi yang terakhir ke daerah bagian sungai Amazon, kelompok ini melibatkan ahli biologi untuk mengawasi perlindungan lingkungan dan ahli antropologi untuk membantu tim lebih efektif berinteraksi dengan suku asli.
Perusahaan juga telah mengembangkan cara-cara yang layak dan ekonomis untuk menghindari hujan asam dan pemanasan global, menghindari penipisan ozon, dan mengembangkan metode alternative menangani kotoran, limbah produksi dan sampah biasa.Contohnya adalah Procter and Gamble yang menggunakan bahan daur ulang untuk wadah-wadahnya dan Starbuck meneluarkan rencana membayar supplier kopi bonus tambahan 10 sen per pound jika mereka menunjukkan komitmen untuk melindungi lingkungan. Dalam hal ini internet juga memainkan peranan penting dalam konservasi sumber daya dengan mengurangi biaya energy dan polusi dalam transaksi bisnis.

c.Kesejahteraan Sosial Umum
Contoh-contohnya adalah mencakup memberi sumbangan untuk kegiatan sosial, organisasi amal, dan yayasan nirlaba, asosiasi , museum, serta mengambil peranan dalam meningkatkan kesehatan dan pendidikan masyarakat. Bahkan beberapa orang percaya bahwa perusahaan harus turut bertindak lebih luas untuk memperbaiki ketidakmerataan politik dan sosial yang ada di dunia. Dan akhirnya dipercaya bahwa untuk memperlakukan stakeholder dan lingkungan dengan penuh tanggung jawab, maka organisasi bisnis internasional juga harus bisa mendorong kesejahteraan social umum masyarakat Negara tersebut.
[read more..]

Macam Etika dan Tanggung Jawab Sosial dalam Bisnis Internasional

0 komentar
Alasan dasar keberadaan suatu bisnis adalah untuk menciptakan nilai (dalam bentuk keuntungan) bagi pemiliknya. Selain itu, sebagian besar orang bekerja untuk memperoleh penghasilan untuk kehidupan mereka atau keluarga mereka. Sebagai akibatnya, tujuan dari setiap keputusan yang dibuat untuk kepentingan bisnis atau individu dalam sebuah bisnis adalah untuk meningkatkan penghasilan (bagi bisnis dan individu) dan mengurangi biaya. Dalam banyak kasus, manager membuat keputusan dan bertingkah laku untuk pribadi dan untuk perusahaan mereka dengan perilaku yang diterima masyarakat. Tetapi dalam pelaksanaannya kadang mereka menyimpang terlalu banyak. Kejadian perilaku yang tidak diterima yang dilakukan oleh bisnis atau orang-orang dalam bisnis telah meningkat. Karena itu, seperti halnya dunia bisnis yang semakin internasional semakin meningkat pula perhatian terhadap etika dan tanggung jawab sosial yang dijalankan oleh manager dan bisnisnya.

Etika didefenisikan sebagai kepercayaan individu tentang apakah keputusan, perilaku, atau tindakan tertentu benar atau salah. Karena itu apa yang menentukan perilaku etis berbeda bagi satu orang dengan yang lainnya. Contohnya seseorang yang menemukan uang di lantai ruang kosong mungkin percaya bahwa sah-sah saja untuk mengambilnya, sedangkan yang lain mungkin merasa wajib mengembalikan ke bagian barang hilang. Konsep perilaku etis biasanya merujuk ke perilaku yang diterima oleh norma sosial umum. Perilaku tidak etis, adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial umum.

Etika seorang individu ditentukan oleh kombinasi berbagai faktor. Orang mulai membentuk kerangka etis sejak anak-anak untuk merespon persepsi mereka terhadap perilaku orang tua mereka dan orang dewasa lain yang berhubungan dengan mereka. Saat anak-anak tumbuh dan masuk sekolah, mereka dipengaruhi teman-teman yang berinteraksi dengan mereka di kelas dan tempat bermain. Kejadian setiap hari mendorong mereka untuk melakukan pilihan moral dengan

melihat perilaku dan sikap masyarakat lingkungannya, dan hal ini akan membentuk kepercayaan dan perilaku etis saat mereka beranjak dewasa. Demikian juga dengan pengajaran agama, memberi kontribusi pada etikanya. Beberapa keyakinan agama, contohnya, mendorong aturan perilaku dan standar bertindak yang keras, sedangkan yang lain lebih fleksibel.

Nilai-nilai seseorang juga mempengaruhi standar etika. Orang yang menempatkan perolehan keuangan dan kemajuan pribadi di atas semua prioritasnya, sebagai contoh, akan menyerap nilai etika yang mendorong percepatan kesejahteraan. Jadi mereka mungkin kejam dalam usaha mendapatkan hasil ini, tanpa melihat kerugian pada orang lain. Sebaliknya, orang yang membangun keluarga dan teman-teman sebagai prioritas utama akan mengadopsi standar etika yang berbeda.

Masyarakat umumnya mengadopsi hukum formal yang menunjukkan standar etika yang ada, contohnya tindakan mencuri, hukum telah memberikan hampir di semua negara bahwa tindakan mencuri itu illegal dan memberikan cara untuk menghukum mereka yang mencuri. Tetapi meskipun hukum berusaha untuk jelas dan tidak membingungkan, penerapan dan interpretasinya dapat jadi membingungkan secara etika. Contohnya kebanyakan orang akan setuju bahwa memaksakan karyawan bekerja melebihi jam tanpa kompensasi adalah tidak etis, maka dibuatlah hukum untuk mengatur standar kerja dan upah. Akan tetapi pada pelaksanaannya akan berbeda. Contohnya di Jepang, kebiasaan sering menganjurkan para pekerja junior untuk tidak meninggalkan kantor sampai mereka yang lebih senior pergi, sedangkan di Amerika Serikat bos biasanya pulang terakhir.

Hal tersebut diatas memberikan generalisasi sebagai berikut:
  • Setiap individu mempunyai system kepercayaan mereka sendiri tentang apa yang membentuk perilaku etis dan tidak etis
  • Masyarakat dari konteks budaya yang sama cenderung mempunyai kesamaan dan kepercayaan tetapi tidak harus identik dalam hal pembentukan perilaku etis dan tidak etis
  • Setiap individu dapat merasionalisasi perilaku berdasarkan keadaan
  • Setiap individu dapat menyimpang dari system kepercayaan mereka berdasarkan kondisi keadaan.
  • Nilai etika sangat dipengaruhi oleh kebudayaan dan adat nasional.
  • Anggota dari suatu budaya dapat melihat perilaku tertentu adalah tidak etis, sedangkan anggota yang lain dapat melihatnya sebagai hal yang masuk akal.
Etika Dalam Konteks Lintas Budaya dan Internasional
Untuk menggambarkan perilaku etika dalam konteks lintas budaya dan internasional adalah berdasarkan:

1.Bagaimana organisasi memperlakukan karyawan,
Satu hal yang penting dalam etika lintas budaya dan internasional adalah perlakuan terhadap karyawan oleh organisasinya. Pada sisi yang ekstrim, organisasi dapat berusaha memperkerjakan orang-orang yang terbaik, memperluas kesempatan dan pengembangan karir, memberikan kompensasi dan lain sebagainya. Pada sisi ektrim lainnya, perusahaan dapat memperkerjakan berdasarkan criteria yang merugikan dan dengan sengaja membatasi kesempatan berkembang, kompensasi minim dan lain sebagainya.

Manajer yang membayar karyawan lebih kecil dari yang sewajarnya, karena manajer itu tahu bahwa karyawan tersebut tidak akan mengeluh karena takut keluar atau kehilangan pekerjaan, dapat digolongkan berperilaku tidak etis. Begitu juga sama halnya, di beberapa Negara masyarakatnya menyetujui bahwa oganisasi wajib memproteksi privasi karyawannya. Manajer yang menyebarkan kabar bahwa karyawan tertentu terkena AIDS atau mempunyai hubungan antara dengan rekan kerjanya dapat dipandang melanggar etika privasi.

Para manajer di organisasi internasional menghadapi sejumlah tantangan mengenai masalah- masalah tersebut. Perusahaan harus menyelesaikan isu etika khusus negara itu dalam hal perlakuan perusahaan terhadap karyawan, tetapi juga harus siap memberikan penjelasan jika dihadapkan dengan perbandingan internasional.

2.Bagaimana karyawan memperlakukan organisasi
Isu penting yang terkait masalah ini meliputi konflik kepentingan, kerahasiaan dan kejujuran. Konflik kepentingan terjadi jika sebuah keputusan mempunyai potensi menguntungkan dan mungkin merugikan organisasi. Persepsi etis mengenai pentingnya konflik kepentingan berbeda bagi masing-masing budaya. Contoh sederhana pemasok yang menawarkan hadiah untuk karyawan perusahaan tertentu. Beberapa perusahaan percaya bahwa hadiah macam ini dapat menimbulkan konflik kepentingan, mereka takut bahwa karyawan akan mulai mengutamakan pemasok yang memberi bingkisan terbaik, bukannya pemasok yang menawarkan produk terbaik untuk perusahaan.

Untuk isu pentingnya kerahasiaan, membuka rahasia perusahaan dipandang tidak etis di beberapa negara, tetapi tidak di lainnya. Karyawan yang bekerja untuk bisnis dalam industri yang ketat bersaing seperti elektronik, software dan baju contohnya, dapat tergoda menjual informasi tentang rencana penjualan ke competitor.
Sedangkan isu kejujuran, problem yang umumnya terjadi dibidang ini meliputi hal – hal seperti penggunaan telepon kantor untuk telepon jarak jauh dalam kepentingan pribadi, mengambil barang-barang kantor dan menggelembungkan biaya-biaya. Dalam beberapa budaya bisnis, tindakan – tindakan seperti ini dipandang tidak etis.

3.Bagaimana organisasi dan karyawan memperlakukan agen ekonomi lainnya
Etika yang terlibat dalam hubungan antara perusahan dan karyawannya dengan agen ekonomi yang lain meliputi konsumen, competitor, pemegang saham, pemasok, dealer dan serikat pekerja. Jenis interaksi antara organisasi dengan agen-agen ini rentan terhadap ambigu etis yang meliputi iklan dan promosi, pembukaan rahasia keuangan, pemesanan dan pembelian, dan lain sebagainya. Perbedaan praktek bisnis antar negara menimbulkan kerumitan secara etis bagi perusahaan dan karyawan mereka.

Mengelola Perilaku Etis Lintas Batas
Meskipun tiap individu mempunyai etika, banyak bisnis berusaha untu mengatur perilaku manajer dan karyawan dengan secara jelas menegakkan fakta bahwa mereka berharap para manajer dan karyawan melaksanakan perilaku yang etis. Cara-cara yang paling umum dilakukan adalah dengan menggunakan penuntun atau standar etika, pelatihan etika, dan melalui praktek organisasi dan budaya perusahaan.

Banyak perusahaan multinasional besar termasuk Toyota, Siemens, General Mills dan Johnson & Johnson telah menulis penuntun yang terperinci bagaimana karyawan memperlakukan pemasok, konsumen, competitor dan pihak lain. Adakalanya perusahaan memiliki standar global yang menyeluruh dan kemudian menyesuaikan masing-masing dengan konteks local. Ada juga perusahaan multinasional yang memberikan pelatihan untuk mengatasi dilemma etika yang konsisten secara global dan apakah harus disesuaikan dengan konteks local. Selain itu praktek organisasi dan budaya perusahaan juga menyumbang ke pengelolaan perilaku etika. Jika pimpinan suatu perusahaan bersikap etis dan pelanggaran etika diatasi secara langsung dengan benar, maka setiap orang di organisasi akan memahami bahwa perusahaan mengharapkan mereka untuk bersikap etis, membuat keputusan etis dan melakukan hal yang benar.

Tanggung Jawab Sosial dalam Konteks Lintas Budaya dan Internasional
Tanggung jawab social adalah kumpulan kewajiban organisasi untuk melindungi dan memajukan masyarakat dimana organisasi bekerja. Kompleksitas bagi manajer bisnis internasional adalah jelas yaitu kesinambungan yang ideal anara tanggung jawab social secara global terhadap kondisi lokal yang mungkin memaksa perbedaan pendekatan dengan di neagra- negara yang berbeda – beda dimana perusahaan tersebut melakukan bisnis.

Contoh klasik keseimbangan tersebut berkaitan dengan industry tembakau. Di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Afrika Selatan dan Inggris, perusahaan tembakau dibatasi dalam mengiklankan rokok. Tetapi di banyak negara lain lebih longgar pembatasannya atau bahkan tidak ada pembatasan apa pun. Isunya kemudian adalah, sampai sejauh mana perusahaan temabakau harus menerapkan pendekatan paling ketat ke semua pasar atau mengambil keuntungan dari fleksibilitas yang ditawarkan di beberapa pasar untuk secara aktif mempromosikan penjualan dan penggunaan produk tembakau.
[read more..]

Wednesday, December 23, 2015

Pengawasan Beban Operasional

0 komentar
Pengawasan merupakan kegiatan penilaian dan perbaikan mengenai sejauh mana pelaksanaan rencana telah dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan. Cara yang dilakukan yaitu dengan membandingkan segala sesuatu yang telah dijlankan dengan standart / rencananya, serta melakukan perbaikan jika terjadi penyimpangan. Pengawasan juga merupakan fungsi yang tak kalah penting dalam fungsi lainnya. Melalui pengawasan, perusahaan dapat menghindari kemungkinan kegagalan yang terjadi dan mendorong keberhasilan terhadap kinerja perusahaan serta membandingkannya dengan standard kerja.

Fungsi pengawasan mempunyai hubungan yang erat dengan perencanaan, karena suatu perencanaan yang telah ditetapkan dapat dinilai setelah dilakukannya pengawasan sehingga baik tindakan pelaksanaan dari perencanaan yang ditetapkan dapat diukur dengan fungsi pengawasan tersebut. Pentingnya pengawasan berasal dari ketidakmampuan pada tugas – tugas yang dilakukan. Sehingga sesuatu yang direncanakan tidak akan berjalan dengan baik tanpa diawasi. Pengawasan merupakan pemeriksa dan pengevaluasi pekerjaan yang dilakukan apakah telah sesuai dengan yang direncanakan sebelumnnya.

Dalam mengadakan pengawasan harus diadakan tindakan komparatif (perbandingan) antara hasil yang sesungguhnya dicapai dengan proyeksi yang ditetapkan dalam perencanan, untuk menilai prestasi kerja, performance masa lalu dan menetapkan tanggung jawab adanya penyimpangan yang terjadi, kemudian diambil suatu tindakan perbaikan agar hasil pekerjaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Pada Perusahaan, anggaran dapat diandalkan untuk tujuan pengawasan karena hasil dari penyusunan anggaran telah ditetapkan target, tujuan, sasaran, hasil, manfaat, dan dampak dari seluruh program dan kegiatan, yang telah disusun. Penyusunan anggaran yang mengarah pada hasil dapat diandalkan sebagai unsur-unsur atau teknik pengawasan biaya operasional. Dalam proses perealisasian anggaran dilakukan juga pengendalian terhadap dana anggaran biaya operasional.

“ Pengawasan adalah segala usaha dan kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui dan menilai apakah pelaksanaan tugas sesuai dengan yang sebenarnya. Pengawasan mencakup upaya memeriksa apakah semua yang terjadi sesuai dengan rencana yang ditetapkan, perintah yang dikeluarkan dan prinsip yang dianut juga dimaksudkan untuk mengetahui kelemahan dan kesalahan agar dapat dihindari kejadian di kemudian hari. Dalam hal ini tindakan pengawasan dijalankan agar setiap kegiatan berjalan sesuai rencana untuk mencapai hasil atau sasaran yang ditetapkan ” ( Syafri, 2001 : 10 ).

“ Pengawasan adalah usaha sistematis perusahaan untuk mencapai tujuan dengan cara membandingkan prestasi kerja secara terus-menerus diawasi dan jika manajemen ingin tetap berada dalam batas-batas keteraturan yang telah digariskan, hasil nyata dari setiap kegiatan debandingkan dengan rencana dan bila terdapat perbedaan besar akan diambil tindakan perbaikan ” (Maltz dan Usry, 2003 : 5).

Dari defenisi tersebut, pengawasan dapat diartikan sebagai suatu proses penetapan pekerjaan, menilai dan mengoreksi dengan maksud agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana.

Pengawasan beban operasional diperlukan untuk membandingkan kegiatan operasional dan prestasi yang dicapai dengan rencana yang telah ditetapkan apakah dapat ditemukan efisiensi beban operasional dan kinerja perusahaan.

Pengawasan terhadap beban operasional tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya perencanaan yang telah digariskan terlebih dahulu. Untuk mendapatkan pengawasan yang baik terhadap beban operasional perlu diperhatikan hal-hal berikut ini :
  • Biaya yang dikeluarkan harus disetujui oleh pihak yang berwenang dan biaya tersebut memang benar-benar diperlukan.
  • Biaya yang terjadi merupakan tanggung jawab pengawasan yang memberi wewenang.
Pengawasan Beban Operasional Perusahaan
Untuk mendapatkan pengawasan yang baik terhadap beban operasional perusahaan telah memperhatikan hal-hal berikut ini :
  • Biaya yang dikeluarkan harus disetujui oleh pihak yang berwenang dan biaya tersebut memang benar-benar diperlukan.
  • Biaya yang terjadi merupakan tanggung jawab pengawasan yang memberi wewenang.
Berdasarkan analisa yang dilakukan oleh penulis berkaitan dengan pengawasan beban operasional tersebut, penulis beranggapan bahwa perusahaan telah melaksanakan pengawasan dengan cukup baik. Hal ini dilihat dari laporan laba-rugi perusahaan pada akhir periode dimana dapat dilihat keefisienan dari program yang ada, kerena hal tersebut juga dijadikan dasar bagi penyusunan beban operasional untuk periode yang akan datang.

Selain itu, pengawasan beban operasional perusahaan diawasi oleh General Manajer dan Bagian Keuangan dan tidak ada suatu sistem pengawasan khusus yang digunakan oleh perusahaan dalam pengawasannya. perusahaan menggunakan anggaran dimana pada awal periode ditentukan jenis anggaran beban operasional untuk setiap jenis beban yang kemudian didistribusikan untuk setiap jenis bagian yang fungsional. Dalam hal ini, perusahaan melakukan pengawasan melalui prosedur serta catatan yang berkaitan dengan pengamanan harta kekayaan dan catatan-catatan finansial lainnya.

Variance Beban Operasional
Selisih (variance) merupakan suatu sinyal. Variance yang besar, baik menguntungkan maupun tidak menguntungkan, sebaiknya diinvestigasi dan dianalisis. Suatu variance dapat disebabkan oleh kejadian acak yang tidak diharapkan akan terulang kembali, atau oleh masalah sistematis yang dapat diperbaiki.

Analisa variance melibatkan penggunaan hubungan antara dua variabel yang masing-masing terdiri dari rangkaian data untuk memantau sebab-sebab terjadinya selisih. Analisa variance digunakan secara luas dalam laporan keuangan dan sering diaplikasikan apabila terdapat perbedaan antara realisasi tahun berjalan dengan realisasi tahun lalu, serta selisih antara realisasi dengan anggaran, dimana anggaran diperlakukan sebagai dasar perbandingan.

Variance beban operasional dapat diartikan sebagai selisih yang diperoleh dari perbandingan antara perencanaan anggaran dengan realisasi beban operasional yang terjadi. Perbedaan tersebut dapat terjadi dalam dua kemungkinan yaitu :

a. Selisih yang menguntungkan (Favorable Variance)
Selisih yang menguntungkan terjadi apabila perencanaan beban lebih besar dibandingkan dengan realisasinya.

b. Selisih yang tidak menguntungkan (Unfavorable Variance)
Selisih yang tidak menguntungkan terjadi apabila realisasi beban lebih besar dibandingkan dengan perencanaannya.
[read more..]

Perencanaan Beban Operasional

0 komentar
Setiap perusahaan yang ingin bertahan, tumbuh ataupun yang menginginkan perusahaannya bekerja dengan lancer, memerlukan perencanaan yang matang. Perencanaan merupakan langkah awal perusahaan yang akan menentukan tujuan perusahaan, berupa target atau hasil yang terukur dalam jangka pendek maupun jangka panjang yang dipakai sebagai dasar untuk mengendalikan kegiatan perusahaan. Fungsi manajemen yang pokok adalah perencanaan, pengorganisasian dan fungsi pengawasan. Dalam menjalankan operasinya PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Area Medan menyusun perencanaan dengan matang agar perusahaan dapat berjalan sebagaimana yang diinginkan dan hasil-hasil yang ingin dicapai direalisasikan.

“ Perencanaan sebagai tindakan yang dibuat berdasarkan fakta dan asumsi mengenai gambaran kegiatan yang dilakukan pada waktu mendatang dalam mencapai tujuan yang di inginkan ” (Narafin, 2000 : 3) . “ Perencanaan adalah proses untuk menentukan tujuan organisasi yang akan dicapai perusahaan. Perencanaan ini dapat disusun jangka pendek, jangka panjang, dan akan dipakai sebagai dasar untuk mengendalikan kegiatan-kegiatan perusahaan ” ( Supriyono, 2002 : 7).

“ Perencanaan adalah proses untuk menentukan tujuan organisasi yang akan dicapai perusahaan dan mengatur strategi yang akan dilaksanakan dengan menggunakan sumber daya yang ada. Perencanaan ini dapat disusun untuk jangka pendek dan jangka panjang dan akan dipakai sebagai dasar untuk mengendalikan kegiatan perusahaan ” (Maltz dan Milton, 2003 : 37) .

Dengan disusunnya perencanaan, maka manfaat yang akan diperoleh perusahaan adalah :
  1. Perencanaan dapat menetapkan kegiatan di masa yang akan datang dengan membandingkannya dengan masa yang lalu.
  2. Perencanaan dapat mengendalikan organisasi setiap waktu.
  3. Perencanaan dapat mengatasi problem yang dihadapi dengan sebaik-baiknya.
  4. Perencanaan dapat memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi yang lebih jauh lagi.
  5. Perencanaan dapat membantu penempatan tanggung jawab lebih lanjut.
Biaya merupakan salah satu elemen yang paling pentinag dalam aktivitas ekonomi dari suatu perusahaan. Untuk menghasilkan jasa, PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Area Medan terlebih dahulu melakukan pengorbanan yaitu beban operasional.
Untuk suatu produk, biaya menunjukkan ukuran moneter sumber daya yang digunakan, sperti bahan, tenaga kerja, overhead. Untuk suatu jasa, biaya merupakan pengorbanan moneter yang dilakukan untuk menyediakan jasa.

“ Biaya adalah penurunan manfaat ekonomis masa depan atau jasa potensial selama periode pelaporan dalam bentuk arus kas keluar atau konsumsi aktiva atau terjadinya kewajiban yang ditimbulkan, sebagai akibat pengurangan aktiva / ekuitas netto selain dari yang berhubungan dengan distribusi ke entitas ekonomi sendiri ” (Bastian, 2006 : 87).

Maka dari uraina di atas dapat disimpulkan bahwa biaya merupakan pengorbanan yang dilakukan perusahaan dan diukur dengan moneter untuk menghasilkan barang dan jasa. Biaya yang dikeluarakan dalam setiap periode anggaran diharapkan dapat menghasilkan pendapatan yang lebih besar. Sehingga perusahaan mendapatkan laba dari pengorbanan biaya yang dikeluarkan.

Keberhasilan dalam merencanakan dan mengendalikan biaya bergantung pda pemahaman yang menyeluruh atas hubungan antara biaya dan aktivitas bisnis. Biaya digunakan untuk melaksanakan kegiatan perusahaan dengan maksud mencapai tujuan yang diharapkan. Perencanaan biaya ini sangat bermanfaat bagi manajemen supaya dapat menentukan kegiatan apa saja yang menguntungkan yang dilakukan oleh perusahaan.

Perencanaan beban operasional sangat penting dalam suatu perusahaan sebab beban operasional merupakan salah satu elemen yang penting dalam pembentukan laba perusahaan. Selain itu, perencanaan beban operasional merupakan proses penetapan peran dalam usaha pencapaian sasaran perusahaan yang menunjukkan rencana perusahaan untuk masa yang akan datang yang harus dicapainya.

Dalam merencanakan beban operasional perlu memperhatikan faktor-faktor berikut ini :
a. Pengetahuan tentang tujuan dan kebijaksanaan umum perusahaan.
b. Informasi mengenai data-data tahun yang lalu.
c. Kemungkinan perkembangan kondisi ekonomi.
d. Pengetahuan tentang teknik, strategi pesaing dan gerak-gerak pesaing.
e. Kemungkinan adanya perubahan kebijaksanaan pemerintah.
f. Penelitian untuk pengembangan perusahaan.

Anggaran merupakan penjabaran dari fungsi perencanaan yang akan memberikan manajemen proyeksi yang dapat dipercaya mengenai hasil-hasil dari rencana yang dilaksanakan. Seluruh beban operasional yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan operasional dihadapkan dengan anggaran untuk mengetahui penyimpangan biaya yang telah terjadi dan harus dianalisa sebab akibatnya dan diambil tindakan perbaikan dengan tujuan untuk meminimalisir beban-beban yang dapat merugikan perusahaan.

Pada dasarnya anggaran disusun melalui analisa yang cermat dan teliti berdasarkan data periode tahun yang lalu, sehingga mencerminkan tindakan terperinci untuk digunakan sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatan perusahaan di masa mendatang dan juga sebagai dasar untuk melakukan penilaian.

Untuk menyusun suatu anggaran sebagai suatu alat perencanaan, maka anggaran tersebut harus realistis, fleksibel, dan kontinu. Realistis berarti tidak terlalu optimis maupun pesimis berdasarkan kenyataan yang ada. Fleksibel memiliki peluang untuk disesuaikan dengan keadaan yang mungkin berubah. Sedangkan kontinu dapat berarti dilaksanakan secara terus-menerus dan bukan kegiatan yang insidental.

Dalam menyusun anggaran, perusahaan harus yakin akan kemampuannya mengendalikan berbagai relevan variabel untuk mencapai tujuan, mampu melaksanakan sistem manajemen ilmiah, mampu berkomunikasi secara efektif dan dapat memberikan motivasi kepada anggaran serta mendorong adanya sikap partisipasi.

Pada dasarnya yang berwenang dan bertanggung jawab atas penetapan atau pelaksanaan beban operasional adalah pimpinan tertinggi suatu perusahaan itu sendiri. Namun dalam hal ini penyusunan anggaran tidak dilakukan sendiri, pimpinan dapat mendelegasikannya kepada bawahan yang berkompeten. Tetapi pada dasarnya pimpinan tetap harus mengawasi dan membimbing bawahannya dalam menetapkan beban operasional tersebut.
[read more..]
 

Blog Info

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
My Ping in TotalPing.com

Histats