Friday, February 2, 2018

Surat Referensi Kerja

0 komentar
============

SURAT REFERENSI KERJA
No : xxxxx /HRD/I/2018

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama   : Ibxx xxxxxx
Jabatan : Head Supervisor

Menerangkan dengan sesungguhnya bahwa yang bersangkutan dibawah ini:

Nama   : Arfxxx xx

Jabatan : Asisten Kepala Toko

Benar bekerja pada perusahaan kami sampai dengan sekarang dengan jabatan sebagai Asisten Kepala Toko. Saudara Arfxxx xx telah menunjukkan dedikasi dan loyalitas yang baik terhadap perusahaan dan tidak pernah melakukan tindakan apapun yang merugikan perusahaan. 

Demikian surat keterangan ini dibuat agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.


Medan,xxxxxxxxxxx 20xx

PT. xxxxxxxxxxx xxxxxx


Ibxx xxxxxx
Head Supervisor

Terimakasih telah membaca Surat Referensi Kerja  semoga bermanfaat
[read more..]

Surat Keterangan Penghasilan

0 komentar
___________________________________________

No : xxx /HRD/II/20xx


Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama     : Dxxxxxx
Jabatan   : HRD

Menerangkan dengan sesungguhnya bahwa yang bersangkutan dibawah ini:

Nama     : Ran.....
Jabatan   : 
Alamat    : xxxxxxxxxxxxx

Benar telah bekerja pada perusahaan kami terhitung sejak 20 Juli 2010 sampai dengan sekarang dengan Penghasilan sebesar Rp. 10.000.000,- setiap bulannya.

Demikian surat keterangan penghasilan ini dibuat agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.


Medan, 1 Februari 2018


DXXXXXX
HRD

terimakasih telah membaca contoh Surat Keterangan Penghasilan ini semoga bermanfaat.
[read more..]

Thursday, January 18, 2018

Pengertian Perencanaan

0 komentar
Perencanaan (Planning) adalah persiapan yang terarah dan sistematis agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Kegiatan perencanaan selalu melekat pada kegiatan hidup kita sehari-hari, baik disadari maupun tidak.
Sebuah rencana akan sangat mempengaruhi sukses dan tidaknya suatu pekerjaan. Karena itu pekerjaan yang baik adalah yang direncanakan dan sebaiknya kita melakukan pekerjaan sesuai dengan yang telah direncanakan. Karena semakin majunya perkembangan zaman maka diperlukan sistem perencanaan yang berhubungan dengan pengambilan keputusan, penyusunan perencanaan, pengawasan, evaluasi, serta perumusan kebijakan dalam perencanaan suatu program. 

Perencanaan pada dasarnya merupakan cara, teknik atau metode untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara tepat, terarah, dan efisien sesuai dengan sumber daya yang tersedia.

Pengertian Perencanaan menurut Beberapa Ahli diantaranya yaitu : 
  1. C. Brobowski (1964) : Perencanaan adalah suatu himpunan dari keputusan akhir, keputusan awal dan proyeksi ke depan yang konsisten dan mencakup beberapa periode waktu, dan tujuan utamanya adalah untuk mempengaruhi seluruh perekonomian di suatu negara. 
  2. Waterston (1965) : Perencanaan adalah usaha sadar, terorganisasi dan terus menerus guna memilih alternatif yang terbaik dari sejumlah alternatif untuk mencapai tujuan tertentu. 
  3. Conyers dan Hills (1984) : Perencanaan adalah proses yang kontinyu, terdiri dari keputusan atau pilihan dari berbagai cara untuk menggunakan sumber daya yang ada, dengan sasaran untuk mencapai tujuan tertentu di masa mendatang.
  4. Jhingan : Perencanaan adalah teknik/cara untuk mencapai tujuan, untuk mewujudkan maksud dan sasaran tertentu yang telah ditentukan sebelumnya dan telah dirumuskan dengan baik oleh Badan Perencanaan Pusat. Tujuan tersebut mungkin untuk mencapai sasaran sosial, politik atau lainnya. 
Berbagai pendapat diatas menyiratkan bahwa perencanaan merupakan proses yang berisi kegiatan-kegiatan berupa pemikiran, perhitungan, pemilihan, dan penentuan. Semuanya dilakukan dalam rangka tercapainya tujuan tertentu. Pada hakekatnya perencanaan merupakan proses pengambilan keputusan atas sejumlah alternative atau pilihan mengenai sasaran dan cara-cara yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang guna mencapai tujuan yang dikehendaki serta pemantauan dan penilaiannya atas hasil pelaksanaannya, yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. 

Istilah perencanaan strategis yang diambil dari penerjemah strategic planning biasanya setara dengan penerjemah strategic formulation. Dari berbagai pemahaman tentang perencanaan strategis, salah satu yang cukup dikenal dan diikuti adalah pemahaman dari Bryson (1995), khususnya karena karyanya secara khusus berfokus pada perencanaan strategis. Menurut Bryson, perencanaan strategis adalah sebuah disiplin yang berupaya menghasilkan keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan mendasar, yang membentuk dan membimbing organisasi untuk memahami dirinya sendiri (what an organitation is), apa yang dikerjakannya (what it does), dan kenapa organisasi mengerjakannya (what it doesit). Bryson juga mengemukakan bahwa ada beberapa langkah dalam membuat perencanaan strategi, yang secara berurutan adalah: 
  1. Membangun inisiatif dan kesepakatan terhadap dilakukannya proses perencanaan strategis. Pada tahap ini dilakukan negosiasi dan kesepakatan antara pengambil keputusan kunci dan pemuka-pemuka pendapat, khususnya yang berada dalam organisasi. 
  2. Mengidentifikasi mandat organisasi, termasuk mandat dari tim perumus rencana strategis. 
  3. Mengidentifikasi misi dan nilai organisasi. Misi lebih dari sekedar pembenaran (justify) keberadaan organisasi, misi memberikan batas arena ketika organisasi bekerja. Nilai organisasi ditentukan oleh kepuasan dari pihak yang berkepentingan (stakeholders). 
  4. Melakukan penilaian lingkungan internal dan eksternal organisasi dengan menggunakan metode SWOT untuk menemukan “key succes factor” yang harus dipenuhi agar memenuhi kriteria keberhasilan yang dilekatkan pada organisasi. 
  5. Mengidentifikasi isu-isu strategis yaitu isu yang jika tidak ditangani akan mempengaruhi mandat, nilai, dan misi organisasi. Pernyataan isu strategis mempunyai tiga syarat, yaitu dirumuskan secara singkat, yaitu dalam satu paragraf, mencantumkan faktor-faktor yang menyebabkan menjadi isu, dan mengemukakan konsekuensi jika isu tersebut tidak/gagal ditangani. 
Beberapa Elemen Perencanaan yaitu sebagai berikut :
  1. Perencanaan berhubungan dengan masa yang akan datang, implikasi: perencanaan sangat berkaitan dengan: proyeksi/prediksi, penjadwalan kegiatan, monitoring dan evaluasi. 
  2. Merencanakan berarti memilih: memilih berbagai alternatif tujuan agar tercapai kondisi yang lebih baik, dan memilih cara/kegiatan untuk mencapai tujuan/sasaran dari kegiatan tersebut 
  3. Perencanaan sebagai alat untuk mengalokasikan SDA, SDM, Modal: Sumber daya terbatas sehingga perlu dilakukan pengalokasian sumber daya sebaik mungkin, dan konsekuensi : pengumpulan dan analisis data dan informasi mengenai ketersediaan sumber daya yang ada menjadi sangat penting. 
Proses perumusan perencanaan sendiri dikembangkan secara generik oleh Hunger dan Wheelen sebagai berikut : 
1. Merumuskan misi 
2. Merumuskan tujuan 
3. Merumuskan strategi 
4. Merumuskan kebijakan 

Proses yang disebut sebagai perencanaan strategis tersebut dilanjutkan dengan pelaksanaan strategi yang terdiri atas urutan berikut : 
1. Pengembangan program-program 
2. Penyiapan anggaran 
3. Perumusan prosedur-prosedur

terimakasih telah membaca Pengertian Perencanaan ini semoga bermanfaat.
[read more..]

Pengertian Lanjut Usia

0 komentar
Lanjut usia adalah proses yang harus dilalui manusia. Usia tua adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang, yaitu suatu periode dimana seseorang telah beranjak jauh dari periode terdahulu yang lebih menyenangkan atau beranjak dari waktu yang penuh dengan manfaat. Usia 60 biasanya dipandang sebagai garis pemisah antara usia madya dan lanjut usia. Usia 60 sebagai usia pensiun dalam berbagai urusan, sebagai tanda mulainya lanjut usia. Tahap terakhir dalam rentang kehidupan sering dibagi menjadi lanjut usia dini yang berkisar antara usia 60-70 dan lanjut usia yang mulai pada usia 70-akhir kehidupan seseorang. Orang dalam usia 60-an biasanya digolongkan sebagai usia tua yang berarti antara sedikit lebih tua atau setelah madya dan lanjut usia setelah mereka mecapai usia 70, yang menurut standar beberapa kamus berarti makin lanjut usia seseorang dalam periode hidupnya dan telah kehilangan kejayaan masa mudanya. Pada masa ini akan ditandai dengan perubahan fungsi fisik maupun psikologis dan mengalami penurunan fungsi organ. Perubahan tersebut menentukan lanjut usia dapat melakukan penyesuaian diri secara baik atau buruk. 

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa lanjut usia merupakan tahap terakhir atau periode penutup dari rentang kehidupan yang ditandai dengan perubahan pada fisik maupun psikologis. 

1. Usia lanjut merupakan periode kemunduran 
Pemunduran pada lanjut usia sebagian datang dari faktor fisik yang merupakan suatu perubahan pada sel-sel tubuh karena proses penuaan. 

Selain itu, pemunduran lanjut usia juga datang dari faktor psikologis yaitu sikap tidak senang terhadap diri sendiri, orang lain, pekerjaan, dan kehidupan pada umumnya. 

2. Perbedaan Individu Pada Efek Menua 
Orang menjadi tua secara berbeda karena mereka mempunyai sifat bawaan yang berbeda, sosioekonomi dan latar pendidikan yang berbeda dan pola hidup yang berbeda. 

3. Usia tua dinilai dengan kriteria yang berbeda 
Orang yang lanjut usia melakukan segala apa yang dapat mereka sembunyikan atau samarkan yang menyangkut tanda-tanda penuaan fisik dengan memakai pakaian orang muda dan pura-pura mempunyai tenaga muda. Hal ini dilakukan untuk menutupi bahwa mereka belum lanjut usia. 

d. Menua membutuhkan perubahan peran 
Perasaan tidak berguna dan tidak diperlukan lagi bagi lanjut usia menumbuhkan rasa rendah diri. 

4. Penyesuaian yang buruk 
Karena sikap sosial atau perlakuan yang tidak menyenangkan bagi lanjut usia, pembentukan, pengembangan konsep diri yang tidak menyenangkan. 

Tugas Perkembangan Lanjut Usia 
Tugas perkembangan lanjut usia adalah sebagai berikut: 
  • Perbaikan dan perubahan peran 
  • Orangtua diharapkan untuk menyesuaikan diri dengan menurunya kekuatan dan menurunnya kesehatan secara bertahap. 
  • Lanjut usia perlu mempersiapkan dan menyesuaikan diri dengan peristiwa kematian suami atau istri. 
  • Lanjut usia perlu membangun ikatan dengan anggota dari keompok usia mereka untuk menghindari kesepian. 
d. Perubahan-Perubahan yang Terjadi Pada Lanjut Usia 
a. Perubahan Fisik-biologis 
Perubahan fisik pada lanjut usia ditekankan pada penurunan atau berkurangnya fungsi alat indera dan sistem saraf seperti penurunan sel dan cairan intra sel, sistem kardiovaskular, sistem pernafasan, sistem endokrin. Perubahan ini dapat dilihat ketika lanjut usia merada tidak percaya diri ketika berinteraksi dengan lingkungan. 

b. Perubahan Psikis 
Penyesuaian diri lanjut usia sulit karena ketidakinginan untuk berinteraksi dengan lingkungan ataupun pemberian batasan untuk dapat berinteraksi. Keadaan ini tentunya akan berdampak pada masalah kesehatan jiwa lanjut usia.

c. Perubahan sosial
Lanjut usia banyak melepaskan partisipasi sosial mereka. Aktivitas sosial yang banyak pada lanjut usia mempengaruhi baik buruknya kondisi fisik dan sosial lanjut usia.

terimakasih telah membaca Pengertian Lanjut Usia ini semoga bermanfaat.
[read more..]