Thursday, June 4, 2015

MENJADI AYAH TERBAIK dan TELADAN

0 komentar
CARA MENJADI AYAH TERBAIK
Menjadi apapun yang terbaik memerlukan komitmen dan waktu. Mulailah dengan yang paling menyenangkan. Secara bertahap dan pasti, lakukan langkah-langkah lainnya, pada saatnya akan menjadikan Anda seorang Ayah yang terbaik bagi anak-anak Anda.

Keberhasilan seorang pria tidak dapat dicapai tanpa dukungan istri dan anak-anaknya. Seorang pria dapat mencapai yang terbaik menjadi kepala keluarga, ayah dan suami bila dia mau belajar dan menerapkan hal-hal berikut ini:


1. Cintailah istrimu
Saat Anda menikah dengannya, dia adalah bagian dari Anda jadi sayangilah dia dengan sepenuh hati. Jadikan istri Anda wanita yang paling berharga di dunia. Siapkan diri Anda jika suatu saat dalam perjalanan pernikahan perlu untuk menjalankan pepatah yang satu ini "Kebahagiaan istri adalah pengorbanan suami"

2. Luangkan waktu bersama anak-anak : Kebahagiaan atas kelahirannya segera diikuti dengan kesibukkan kedua orangtua, khususnya para ibu untuk merawat serta mengurus kesehariannya. Usia bayi sampai usia tiga bulan biasanya tidak memiliki jam tidur yang teratur, dan tidak jarang bayi susah tidur di malam hari. Saat itulah kesempatan bagi para ayah untuk mengambil bagiannya bersama si kecil. Cara ini merupakan permulaan bagi para ayah untuk meluangkan waktu bersama anak. Teruskan kebiasaan tersebut seiring pertumbuhan mereka. Jadikan kebersamaan sebagai salah satu prioritas utama peran Anda sebagai ayah.

3. Jadilah teladan : Seharusnyalah menjadi harapan dari setiap ayah untuk menjadi teladan bagi anak-anaknya. Usahakan agar Anda dapat membuat pernyataan 'ikuti apa yang aku lakukan bukan yang aku katakan.'

4. Pahamilah karakter setiap anak dan nikmati apa adanya  : Setiap anak dalam keluarga memiliki karakter berbeda jadi pahamilah kekurangan dan kelebihan mereka agar Anda dapat membimbing sesuai dengan karakternya. Jangan terlalu menuntut seperti yang Anda inginkan biarkanlah mereka tumbuh dan berkembang sesuai dengan alurnya.

5. Tunjukkan kasih sayang : Katakan sesering mungkin kata-kata 'aku mencintaimu' kepada anak dan istri Anda. Sudah tentu diikuti dengan tindakan yang penuh kasih dan tidak sekedar perkataan saja. Peluklah mereka dan berikan dukungan saat masing-masing anggota keluarga memerlukan bantuan untuk mengatasi persoalan.

6. Disiplinkan anak-anak dengan kelembutan : Seorang bayi yang lahir bagaikan lembaran kertas putih. Setiap tahapan di tahun-tahun awal pertumbuhannya mempunyai ciri khas yang perlu dipelajari para orangtua, khususnya para ayah sebagai kepala keluarga yang berperan besar mendisiplinkan anak-anak. Para ahli jiwa anak menyarankan agar anak-anak diberikan penjelasan dengan kelembutan kala larangan diberikan dan bukan dengan amarah.

7. Persiapkan jaminan masa depan keuangan keluarga : Walaupun uang bukan segalanya, pada kenyataannya 'segalanya' perlu uang. Persiapan keuangan masa depan memerlukan persiapan jauh-jauh hari bahkan sebelum membentuk keluarga. Kebiasaan membeli karena 'butuh bukan ingin belaka' ditegakkan sejak awal pernikahan dan jadikan ini sebagai semboyan keluarga. Menabung merupakan langkah awal bagi tercapainya jaminan keuangan masa depan. Dengan hati-hati dan bijaksana, gunakan uang tabungan untuk investasi masa depan.
8. Makan bersama sebagai keluarga : Ini adalah waktu yang tepat untuk lebih mengakrabkan hubungan antara anak dan orangtua. Obrolan ringan saat makan bersama dapat menjadi wahana terciptanya kebersamaan yang akan diingat oleh anak sepanjang hidupnya.

9. Berdoa dan beribadah bersama : Sebagai imam dalam keluarga Anda, berdua dengan istri dapat mengajarkan bahwa Tuhan adalah nomor satu dalam kehidupan Anda. Dengan demikian mereka akan menjadi manusia yang saleh dan takut akan Tuhan.

10. Sadarlah bahwa Anda adalah seorang ayah selamanya : Hal ini harus tertanam di dalam diri Anda setelah menikah dan memiliki anak. Harapan terbesar dari seorang anak bahwa Anda akan menjadi ayah dan teman sepanjang hidupnya. Kesadaran penuh akan peran sentral ayah dalam pertumbuhan anak seharusnya menyadarkan Anda untuk terus berjuang mempertahankan peran itu sampai akhir hayat.

Menjadi apapun yang terbaik memerlukan komitmen dan waktu. Mulailah dengan yang paling mudah dan menyenangkan. Secara bertahap dan pasti, lakukan langkah-langkah lainnya yang pada saatnya akan menjadikan Anda seorang Ayah yang terbaik bagi anak-anak Anda.
[read more..]

Cara Mencegah Penyakit Kanker Paru Paru

0 komentar
Paru-paru merupakan salah satu organ penting pada tubuh yang berfungsi sebagai alat pernafasan. Paru-paru terletak di bawah tulang rusuk yang memiliki tugas yang sangat berat, apabila yang dihirup adalah udara kotor yang mengandung polutan maka paru-paru akan menjadi kotor.

Paru-paru kotor merupakan salah satu penyebab dari timbulnya berbagai macam penyakit, salah satunya adalah kanker paru-paru. Saat ini, penyebab terbesar kanker paru-paru adalah rokok. Rokok bersifat candu, jika seseorang sudah kecanduan rokok maka aktifitas merokok akan menjadi kebutuhan rutin. Selain rokok, tentu masih banyak penyebab lain yang bisa menjadikan paru-paru anda menjadi kotor termasuk diantaranya polusi udara yang dihasilkan dari mesin kendaraan.

Bagaimana cara membersihkan dan memurnikan kembali paru-paru? Berikut ini beberapa tips untuk memurnikan paru-paru Anda yang bisa anda coba hanya dalam waktu 72 jam atau 3 hari saja.

Pertama-tama, jauhi semua produk makanan yang mengandung susu dari menu harian anda. Hal ini diperlukan untuk memperlancar proses pembersihan toxin dari dalam tubuh selama menjalani tips ini.
Gambar Paru Paru Kotor dan paru-paru bersih setelah dicegah
 
Pada hari pertama, minum secangkir teh herbal atau teh hijau sebelum tidur. Ini akan melepaskan semua racun yang terkandung di usus. Tapi, tolong diingat, selama menjalani proses pemurnian paru-paru, Anda tidak boleh melakukan pekerjaan berat, dan jangan membebani paru-paru anda denga aktifitas menahan nafas berlama-lama atau meniup balon hingga merasa kelelahan.

Pagi hari sebelum sarapan, minumlah 300 ml air perasan lemon yang dicampur dengan sedikit air. Jika Anda tidak menyukai rasa lemon, anda bisa menggantinya dengan jus nanas. Kedua buah ini mengandung antioksidan alami yang meningkatkan sistem pernapasan.

Minum 300 ml jus wortel antara sarapan dan makan siang. Jus ini akan membantu meningkatkan pH darah Anda selama 72 jam pembersihan.

Setelah makan siang minum 400 ml jus buah yang mengandung banyak kalium. Buah yang kaya akan kalium diantaranya: kurma, alpukat, pepaya, pisang, dan apricot. Kalium bertindak sebagai tonik pembersih yang besar pengaruhnya.

Malam harinya, minum 400 ml jus cranberry sebelum tidur, yang akan membantu Anda dalam memerangi bakteri yang dapat menyebabkan infeksi di paru-paru selama anda tidur.

Aktifitas pemurnian paru-paru ini bisa anda mulai dari pagi hari dengan mengikuti rutinitas yang disebutkan di atas. Lakukan minimal selama selama 3 hari atau 72 jam dan rasakan hasilnya. Semoga bermanfaat.

Itulah sebagian tips untuk mencegah terjadinya penyakit paru paru khususnya pada yang aktif merokok supaya melakukan tips mencegah kanker paru-paru
[read more..]

Saturday, May 9, 2015

Geopolitik Indonesia

0 komentar
Pandangan Geopolitik Indonesia
Sebelum membahas wawasan nasional, terlebih dahulu perlu pembahasan tentang pendapat dari para penulis geopolitik, yaitu:

Friedrich Ratzel (1844-1909)
Teori yang dikemukakan adalah teori ruang yang konsepsinya dipengaruhi oleh ahli biologi Charles Darwin. Ia menyamakan negara sebagai makhluk hidup yang makin sempurna serta membutuhkan ruang hidup yang makin meluas. Pendapat ini dipertegas Rudolf Kjellen (1864-1922) dengan teori kekuatan, yang pada pokoknya menyatakan bahwa negara adalah satuan politik yang menyeluruh serta sebagai satuan biologis yang memiliki intelektualitas. Dengan kekuatannya mampu eksploitasi negara “primitif” agar negaranya dapat swa-sembada. Beberapa pemikir sering menyebutnya sebagai Darwinisme sosial.
Karl Haushoffer (1869-1946)
Teori ruang dan kekuatan, dikenal pula sebagai Teori Pan Regional:
a. Lebensraum (ruang hidup) yang cukup
b. Autarki (swa-sembada)
c. Dunia dibagi 4 Pan Region, setiap region dipimpin satu bangsa yang unggul
d. Pan Region terdiri dari Pan Amerika (USA), Pan Asia Timur (Jepang), Pan Rusia India (Rusia), Pan Eropa Afrika (Jerman). Dari pembagian daerah inilah kita dapat segera tahu peraturan politik masa lalu (yang sedikit rasis) dan masa depan.

Sir Halford Mackinder (1861-1947)
Teori Daerah Jantung (dikenal pula sebagai wawasan benua). Menurutnya, bila ingin menguasai dunia, harus kuasai Derah Jantung, untuk itu diperlukan kekuatan darat yang memadai. Teori ahli geografi ini mungkin terkandung agar Negara lain selalu berpaling pada pembentukan kekuatan darat. Dengan demikian tidak mengganggu pengambangan armada laut Inggris. Tentang pembagian daerah dapat disimpulkan:

1. Dunia terdiri 9/12 air, 2/12 pulau dunia (Eropa, Asia, Afrika), 1/12 pulau lain
2. Daerah terdiri dari:
a. Daerah Jantung (heartland), terletak di pulau dunia yaitu Rusia, Siberia, sebagian Mongolia
b. Daerah Bulan Sabit Dalam (inner cresent) meliputi Eropa Barat, Eropa Selatan, Timur Tengah, Asia Selatan, AsiaTimur
c. Bulan Sabit Luar (outer cresent) meliputi Afrika, Australia, Amerika/ Benua Baru

Sir Walter Raleigh (1554-1618) dan Alfred Thayer Mahan (1840-1914)

Teori kekuatan Maritim yang dicanangkan oleh Raleigh, bertepatan dengan kebangkitan armada Inggris dan Belanda yang ditandai dengan kemajuan teknologi perkapalan dan pelabuhan serta semangat perdagangan yang tidak lagi mencari emas dan sutera di Timur semata-mata. Pada masa ini pula lahir tentang pemikiran hukum laut internasional yang berlaku sampai tahun 1994 (setelah UNCLOS 1982 disetujui melalui SU PBB). Menurut Sir W. Raleigh, siapa yang kuasai laut akan kuasai perdagangan dunia/ kekayaan dunia dan akhirnya menguasai dunia, oleh karena itu harus memiliki armada laut yang kuat. Sebagai tindak lanjut maka Inggris berusaha menguasai pantai-pantai benua, paling tidak menyewanya. Sedangkan Alfred T. Mahan, laut untuk kehidupan, sumber daya alam banyak terdapat di laut, oleh karena harus dibangun armada laut yang kuat untuk menjaganya.

Giulio Douhet (1869-1930) dan William Mitchel (1879-1936)
Awal abad XX merupakan kebangkitan ilmu pengetahuan penerbangan. Kedua orang ini mencita-citakan berdirinya Angkatan Udara. Dalam teorinya, menyebutkan bahwa kekuatan udara mampu beroperasi hingga garis belakang lawan serta kemenangan akhir ditentukan oleh kekuatan udara.

Nicholas J. Spykman (1839-1943)
Teori Daerah Batas (Rimland theory). Teorinya dipengaruhi oleh Mackinder dan Haushoffer, terutama dalam membagi daerah. Dalam teorinya tersirat bahwa:
  • Dunia menurutnya terbagi 4 daerah, yaitu Heartland, Offshore continents belt (rimland), Oceanic belt dan New World (benua Amerika)
  • Menggunakan kombinasi kekuatan darat, laut dan udara untuk kuasai dunia
  • Daerah Rimland akan lebih besar pengaruhnya dalam percaturan politik dunia dari pada daerah jantung
  • Wilayah Amerika yang paling ideal dan menjadi negara terkuat
Bangsa Indonesia
Wawasan bangsa Indonesia tersirat melalui UUD 1945, yaitu:
a. Ruang hidup bangsa terbatas diakui internasional
b. Setiap bangsa sama derajatnya, berkewajiban menjaga perdamaian dunia
c. Kekuatan bangsa untuk mempertahankan eksistensi dan kemakmuran rakyat

Dari pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa teori geopolitik menjadi doktrin dasar bagi terbentuknya negara nasional yang kuat dan tangguh. Sebagai doktrin dasar, ada empat unsur yang perlu di perhatikan, antara lain:

a. Konsepsi Ruang, merupakan aktualisasi dari pemikiran nagara sebagai organisasi hidup. Ruang yang merupakan inti dari konsepsi geopolitik merupakan wadah dinamika politik dan militer. Hal ini juga dapat dirasakan pada era Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur, ketika kedua kutub saling mencari pengaruh di dunia ketiga.

b. Konsepsi Frontier, merupakan konsekuensi dari kebutuhan dan lingkungan. Frontier merupakan batas imajiner di antara dua negara yang saling mempengaruhi. Oleh karena itu, batas resmi dapat bergeser karena berbagai pengaruh, terutama masalah sosial, budaya, dan ekonomi. Pengaruh Negara tetangga yang lebih maju apabila tidak ditangani secara serius, akan menimbulkan gejolak politik yang melibatkan pemerintah.

c. Konsepsi Politik Kekuatan, menjelaskan tentang kehidupan bernegara. Politik kekuatan merupakan faktor dinamika kehidupan bangsa karena dinamika organisme bangsa. Dunia yang menyempit dan percepatan jalannya sejarah sebagai akibat revolusi teknik. Dengan demikian dunia semakin terbuka dan cita-cita dunia tanpa batas merupakan cirri globalisasi. Fenomena ini harus dapat ditangkal oleh setiap negara, lebih-lebih bagi negara yang sedang berkembang.

d. Konsepsi Keamanan Negara dan Bangsa, melahirkan konsepsi geostrategik. Geopolitik pada akhirnya bertujuan untuk pengamanan negara, baik secara fisik maupun sosial. Untuk itu, perlu dipersiapkan daerah penyangga yang dikenal dengan daerah frontier yang berbatasan dengan negara jira dan dipersiapkan secara sistematis pembangunannya.

2. Deklarasi Djuanda (13 Desember 1957) Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada tanggal 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia pada saat itu, Djuanda Kartawidjaja dengan menggunakan ’asas archipelago’ sebagai dasar hukum laut Indonesia, maka Indonesia akan menjadi negara kepulauan atau ’archipelagic state’ yang merupakan suatu eksperimen radikal dalam sejarah hukum laut dan hukum tata negara di dunia.

Isinya adalah:
”segala perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau atau bagian pulau-pulau yang termasuk daratan Negara Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas atau lebarnya adalah bagian-bagian yang wajar daripada wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian daripada perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan mutlak daripada Negara Republik Indonesia. Lalu-lintas yang damai diperairan pedalaman ini bagi kapal-kapal asing dijamin selama dan sekedar tidak bertentangan dengan/mengganggu kedaulatan dan keselamatan negara Indonesia”.

Penentuan batas laut 12 mil yang diukur dari garis-garis yang menghubungkan titik terluar pada pulau-pulau Negara Republik Indonesia akan ditentukan dengan Undang-undang.

Tujuan Deklarasi Juanda adalah sebagai berikut:
Perwujudan bentuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan bulat.
Penentuan batas-batas wilayah Negara Indonesia disesuaikan dengan asas Negara kepulauan (archipelagic state principles).
Pengaturan lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keselamatan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Deklarasi Djuanda selanjutnya diresmikan menjadi UU No.4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia. Secara implisit UU ini menyatakan klaim kedaulatan atas pulau-pulau terluar Indonesia dan sekaligus klaim atas laut wilayah (laut territorial) Indonesia. Akibatnya luas wilayah Republik Indonesia berganda 2,5 kali lipat dari 2.027.087 km² menjadi 5.193.250 km² dengan pengecualian Irian Jaya yang walaupun wilayah Indonesia tapi waktu itu belum diakui secara internasional.

Berdasarkan perhitungan 196 garis batas lurus (straight baselines) dari titik pulau terluar (kecuali Irian Jaya), terciptalah garis maya batas mengelilingi RI sepanjang 8.069,8 mil laut. Pada tahun 1982 deklarasi ini akhirnya dapat diterima dan ditetapkan dalam konvensi hukum laut PBB ke-III Tahun 1982 (United Nations Convention On The Law of The Sea/UNCLOS 1982). Selanjutnya delarasi ini dipertegas kembali dengan UU Nomor 17 Tahun 1985 tentang pengesahan UNCLOS 1982 bahwa Indonesia adalah negara kepulauan.

3. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Negara Republik Indonesia memerlukan ruang yang cukup untuk memperoleh kebutuhan ekonomi. Agar kegiatan ekonomi dapat terlaksana dengan aman, tentunya ruang yang menjadi tempat berlangsungnya kegiatan tersebut, haruslah mendapat pengakuan dari lingkungan sekitar.

Zona Ekonomi Eksklusif adalah zona yang luasnya 200 mil laut dari garis dasar pantai, yang mana dalam zona tersebut sebuah Negara pantai mempunyai hak atas kekayaan alam di dalamnya, dan berhak menggunakan kebijakan di dalamnya, kebebasan bernavigasi, terbang di atasnya, ataupun melakukan penanaman kabel atau pipa. Pada ZEE ini, pemerintah mempunyai hak untuk mengatur segala kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam di permukaan laut, di dasar laut dan juga di bawah laut serta mengadakan penelitian sumber daya hayati maupun sumber daya laut lainnya.

Wujud perjuangan bangsa Indonesia tentang ruang yang menjadi sumber perekonomian Negara adalah pengumuman pemerintah Negara Republik Indonesia tentang Zona Ekonomi Eksklusif terjadi pada 21 Maret 1980. Alasan-alasan yang mendorong pemerintah mengumumkan ZEE adalah:
a. Persediaan ikan yang semakin terbatas
b. Kebutuhan untuk pembangunan nasional Indonesia
c. ZEE mempunyai kekuatan hukum Internasional

Pengumuman pemerintah tentang Zona Ekonomi Eksklusif diperjuangkan di forum Internasional. Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil pada tahun 1982, pada saat konferensi PBB menerima “The United Nations on the Law of the Sea”. Konvensi tentang hukum laut ini, ditandatangani oleh 117 negara (di dalamnya termasuk Indonesia) pada 10 Desember 1982 di Montego Bay, Jamaica.
[read more..]

Monday, March 16, 2015

Definisi kesehatan menurut WHO

0 komentar
A. Definisi Kesehatan
Definisi kesehatan menurut WHO adalah sebagai berikut :
Health is defined as a state of complete physical, mental, and social wellbeing and not merely the absence of disease or infirmity.”

Istilah kesehatan itu sendiri, di dalam Undang-Undang No. 9 Tahun 1960, tentang pokok-pokok, Bab 1 Pasal 2 didefinisikan sebagai berikut :

“yang dimaksud dengan kesehatan dalam undang-undang ini ialah keadaan yang meliputi badan, rohani (mental), dan sosial dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan”.
Kesehatan menurut UU RI No. 23 Tahun 1992 Bab 1 Pasal 1 sebagai berikut : “kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan social yang menungkinkan setiap orang hidup produktif secara social ekonomis.

Kesehatan dalam keperawatan kesehatan komunitas didefinisikan sebagai kemampuan melaksanakan peran dan fungsi dengan efektif. Kesehatan adalah proses yang berlangsung mengarah kepada kreatifitas, konstruktif dan produktif. Menurut Hendrik L. Bloom ada 4 faktor yang mempengaruhi kesehatan, yaitu lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan. ( Ekasari, Mia Fatma, dkk : 5, Keperawatan Komunitas Upaya Memandirikan Masyarakat untuk Hidup Sehat, 2008).

Berdasarkan definisi di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa definisi kesehatan merupakan suatu keadaan di mana seseorang dapat melakukan aktivitas dan menjalankan perannya dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

B. Definisi Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan merupakan salah satu determinan dalam mencapai masyarakat yang sehat, meskipun disadari bahwa peran lingkungan dan faktor perilaku merupakan determinan yang lebih besar pengaruhnya pada kesehatan (Blum).

Pelayanan kesehatan masyarakat pada prinsipnya mengutamakan pelayanan kesehatan promotif dan preventif. Pelayanan promotif adalah upaya meningkatkan kesehatan masyarakat ke arah yang lebih baik lagi dan yang preventif mencegah agar masyarakat tidak jatuh sakit agar terhindar dari penyakit. Sebab itu pelayanan kesehatan masyarakat itu tidak hanya tertuju pada pengobatan individu yang sedang sakit saja, tetapi yang lebih penting adalah upaya-upaya pencegahan (preventif) dan peningkatan kesehatan (promotif). Sehingga, bentuk pelayanan kesehatan bukan hanya puskesmas atau balkesma saja, tetapi juga bentuk-bentuk kegiatan lain, baik yang langsung kepada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, maupun yang secara tidak langsung berpengaruh kepada peningkatan kesehatan. (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3747/1/fkm-juanita5.pdf)

C. Definisi Keluarga
Keluarga adalah anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah, adopsi, atau perkawinan. (WHO, 1969).

Menurut Departemen Kesehatan RI (1988), keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain, dan di dalam perannya masing-masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan. (Silvicion G. Bailon dan Aracelis Maglaya, 1989).

Berdasarkan definisi di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa definisi keluarga adalah sekelompok orang yang tinggal di suatu tempat yang terikat dengan perkawinan atau pengangkatan dan mereka saling membutuhkan.

D. Definisi Keperawatan Keluarga
Keperawatan keluarga merupakan bidang kekhususan spesialisasi yang terdiri dari keterampilan berbagai bidang keperawatan. Praktik keperawatan keluarga didefinisikan sebagai pemberian perawatan yang menggunakan proses keperawatan kepada keluarga dan anggota-anggotanya dalam situasi sehat dan sakit. Penekanan praktik keperawatan keluarga adalah berorientasi kepada kesehatan, bersifat holistik, sistemik dan interaksional, menggunakan kekuatan keluarga. (http://ilmukeperawatan.wordpress.com/ 2008/04/07/keperawatan-keluarga-sebuah-pengantar/).

Perawatan keluarga yang komprehensip merupakan suatu proses yang rumit, sehingga memerlukan suatu pendekatan yang logis dan sistematis untuk bekerja dengan keluarga dan anggota keluarga . Pendekatan ini disebut proses keperawatan. Menurut Yura dan Walsh (1978), “proses keperawatan merupakan inti dan sari dari keperawatan”. Proses adalah suatu aksi gerak yang dilakukan dengan sengaja dan sadar dari satu titik ke titik yang lain menuju pencapaian tujuan. Pada dasarnya, proses keperawatan merupakan suatu proses pemecahan masalah yang sistematis, yang digunakan ketika bekerja dengan individu, keluarga, kelompok atau komunitas.

Berdasarkan definisi di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa keperawatan keluarga adalah suatu proses yang digunakan terhadap individu, keluarga, kelompok atau komunitas bersifat holistik sistemik dan interaksional, dan menggunakan kekuatan keluarga

E. Teori Pendekatan Keperawatan Keluarga
Pendekatan dalam keperawatan keluarga menurut Stanhope dan Lancaster (2004), yaitu sebagai berikut :
1. Keluarga sebagai kontek (Family as Context)
2. Keluarga sebagai klien (Family as Client)
3. Keluarga sebagai sistem (Family as System)
4. Keluarga sebagai komponen sosial (Family as Component of Society)
[read more..]
 

Blog Info

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
My Ping in TotalPing.com

Visitor Info