Sunday, June 2, 2013

KERAJAAN-KERAJAAN DI INDONESIA YANG BERCORAK HINDU DAN BUDHA

KERAJAAN-KERAJAAN DI INDONESIA YANG BERCORAK HINDU DAN BUDHA
A. PENGARUH HINDU DAN BUDHA
Salah satu faktor yang mendorong terjadinya hubungan Indonesia dengan India adalah Indonesia terletak di tengah-tengah jalur perdagangan antara India dan China.

Pada masa itu di Asia terdapat dua jalur :
  1. Jalur darat (jalur sutra) karena barang dagangan yang dibawa melalui jalur ini adalah sutra dari China.
  2. Jalur laut, pedagang India menyusuri pantai barat Sumatera – Selat Sunda – Pantai Utara jawa – pantai timur Kalimantan – terus ke China.
Didalam kitab Ramayana dijumpai nama :
I. Jawadwipa artinya Pulau Jawa
II. Swarnadwipa artinya pulau yang banyak menghasilkan emas (Sumatera)

Proses Masuknya Budaya India
Melalui perdagangan, dengan ikut sertanya pendeta menyebarkan agama, muridnya berziarah ke India mencari ilmu. Murid itu menyebarkan agama dengan bahasanya sendiri dan diterima masyarakat.

Pengaruh Budaya India Terhadap Budaya Indonesia.
Tampak dalam berbagai bidang, yaitu bahasa dan tulisan, seni bangunan, politik, dan pemerintahan, sastra, aupun agama.

I. Pengaruh dalam bidang bahasa.
Terbukti dengan digunakannya bahasa Sansekerta/Dewanagari pada prasasti di Kalimantan Timur dan Jawa Barat.

II. Pengaruh dalam Bidang Seni Bangunan.
Tampak di dalam bangunan-bangunan keagamaan, misalnya candi, arca, dan stupa. Candi di Indonesia sebagai makam dan pemujaan arwah nenek moyang, sedang di India sebagai tempat memuja para dewa.

III. Pengaruh dalam Bidang Politik dan Pemerintahan.
Tampak dengan munculnya kerajaan-kerajaan Hindu – Budha, seperti :
1 Kerajaan Kutai
2 Kerajaan Tarumanegara.
3 Kerajaan Mataram lama
4 Kerajaan Sriwijaya (Budha)
5 Kerajaan Majapahit.

IV. Pengaruh dalam bidang sastra.
Terbukti dengan banyaknya kitab sastra bercorak Hindu – Budha.
6 Kitab Ramayana
7 Kitab Mahabarata
8 Kitab Arjunawijaya
9 Kitab Ajunawiwaha
10 Kitab Gatutkacasraya
11 Kitab Kresnayana
12 Kitab sang hyang Kamahayanikan.
 
Nomor 1 s.d 6 bercorak Hindu. No. 7 bercorak Budha.

V. Pengaruh dalam Bidang Agama.
Terbukti dengan berkembangnya agama Hindu dan Budha di Indonesia.

B KERAJAAN KUTAI DAN TARUMANEGARA.
Kedua kerajaan tersebut merupakan awal munculnya kerajaan Hindu _ Budha di Indonesia.

I. Kerajaan Kutai
1 Tempat ; di tepi sungai Mahakam Kalimantan Timur
2 Berdiri : sekitar abad ke 5 M (400 m – 500 m)
3 Sumber sejarah : prasasti Muara Kaman (Mulawarman) berjumlah 7 buah berbahasa Sansekerta.
4 Raja terkenal : Mulawarman.
5 Agama : Hindu

II. Kerajaan Tarumanegara.
1 Tempat : di tepi sungai Citarum sekitar Bogor Jawa Barat
2 Berdiri : sekitar abad 5 M ( 400 M – 500 M )
3 Sumber sejarah :
a. Prasasti (berjumlah tujuh)
i. Prasasti Tugu (di Jakarta)
ii. Prasasti Kebon kopi (Bogor)
iii. Prasasti Muara Cianten (Bogor)
iv. Prasasti Pasir Awi (Bogor)
v. Prasasti Lebak (Banten Selatan)
vi. Prasasti Ciaruteun (Bogor)
vii. Prasasti jambu (Bogor)

Prasasti yang berhasil dibaca

i. Prasasti Tugu
Dalam prasasti tersebut dijelaskan raja Purnawarman memerintahkan menggali sungai (sungai Gomatri) sepanjang lebih kurang 11 km. Setelah penggalian selesai, raja memberikan hadiah 1000 ekor lembu kepada para Brahmana.

ii. Prasasti Kebon Kopi.
Dalam prasasti tersebut terlukiskan dua telapak kaki gajah (bertuliskan “inilah dua telapak kaki gajah yang seperti Airawata gajah penguasa negeri Taruma yang gagah perkasa”)

iii. Prasati Ciaruteun.
b. Berita China yang ditulis oleh Fa-Hien
 
4 Raja terkenal : Purnawarman
5 Agama : Hindu

C KERAJAAN MATARAM LAMA
I. Tempat : di Jawa tengah
II. Berdiri : sekitar abad 8 M
III. Sumber sejarah
 
1 Prasasti Canggal
Ditemukan di desa Canggal di gunung Wukir sebelah barat daya Magelang. Prasasti menerangkan bahwa raja Sanjaya dianggap sebagai pendiri Kerajaan Mataram Lama

2 Prasasti Balitung
Prasasti ini dibuat oleh raja Balitung, berisi silsilah dinasti Sanjaya

3 Prasasti Kalasan
Prasasti itu menerangkan bahwa raja Panangkaran telah menjalin kerukunan umat beragama. Raja Panangkaran yang beragama Hindu mendirikan bangunan suci untuk umat Budha.

4 Prasasti Kelurak
Prasasti menerangkan bahwa raja Indra mendirikan bangunan suci dan arca Manjusri (bangunannya berupa Candi Sewu)

5 Prasasti Karang Tengah
Prasasti ini menerangkan bahwa raja Samaratungga mendirikan candi Borobudur arsiteknya Gunadharma.

a. Pada akhir abad ke 8 M dinasti Sanjaya mulai terdesak oleh dinasti Syailendra. Masing-masing dinasti mempunyai kekuasaan sendiri-sendiri:
i. Daerah kekuasaan Sanjaya di Jawa Tengah bagian Utara (disini terdapat candi-candi Hindu)
ii. Daerah kekuasaan Syailendra di Jawa Tengah bagian selatan (disini terdapat candi-candi Budha)
iii. Peninggal Kerajaan Mataram Lama.

1. Dinasti Sanjaya meliputi : 
(a) Candi Prambanan
(b) Candi Gedong songo
(c) Candi Dieng
(d) Candi Pringapus
(e) Candi Selogrio

2. Dinasti Syailendra, Meliputi
(a) Candi Borobudur
(b) Candi Mendut
(c) Candi Pawon
(d) Candi Kalasan
(e) Candi Sari
(f) Candi Sewu
(g) Candi Ngawen

D KERAJAAN SRIWIJAYA
I. Sumber sejarah, berupa
1 Prasasti di dalam negeri
a. Prasasti Kedukan Bukit, disekitar Palembang.
b. Prasati Talang Tuo, disekitar Palembang.
c. Prasasti Telaga Batu, disekitar Palembang.
d. Prasasti kota Kapur, dipulau Bangka
e. Prasasti Karang Berahi, di Jambi
f. Prasasti Pallas Pasemah, di Lampung
g. Prasasti di luar negeri
h. Prasasti Nalanda di India
i. Prasasti Ligor di Semenanjung Malaya
j. Berita Cina dan berita Persia.

2 Sriwijaya sebagai Pusat perdagangan di Asia Tenggara.
Factor-faktor yang mendorong Sriwijaya menjadi kerajaan maritime:
a. Palembang terletak di muara sungai Musi
b. Letaknya strategis di jalur perdagangan nasional dan internasional
c. Runtuhnya kerajaan Funan di Vietnam selatan.
d. Sriwijaya memiliki armada yang kuat dan tangguh.
 
Karena wilayahnya yang sangat luas dan menguasai lautan, Sriwijaya sebagai kerajaan bertaraf nasional pertama. Negara maritime yaitu Negara yang lebih mengutamakan bidang perdagangan dan pelayaran.

3 Sriwijaya sebagai Pusat agama Budha di Asia Tenggara.
Akibat ramainya perdagangan, Sriwijaya lambat laun menjadi pusat agama Budha di Asia Tenggara, Sriwijaya didirikan perguruan tinggi yang mengajarkan ilmu dan budaya India. Ada guru besar agama budha yaitu Sakyakarti ataupun Dharmakirti. Sriwijaya dapat disebut sebagai pusat ilmu pengetahuan.

4 Sriwijaya mengadakan hubungan dengan negara-negara lain, yaitu India, Kerajaan Comandala dan China.
5 Kemunduran dan Keruntuhan Sriwijaya.

Hal ini disebabkan :
  • Faktor alam (Palembang semakin jauh dari laut, karena adanya pengendapan Lumpur yang dibawa oleh sungai Musi dan sungai lainnya.)
  • Faktor Ekonomi (tidak banyak kapal dagang yang singgah, sehingga kegiatan perdagangan berkurang)
  • Factor politik (Sriwijaya tidak mampu mengontrol daerah kekuasaannya, akibatnya daerah-daerah bawahannya berusaha melepaskan diri)
  • Faktor militer
i. Adanya serangan Dharmawangsa.
ii. Adanya serangan kerajaan Colamandala (tiga kali)
iii. Adanya kerajaan Singosari menduduki Melayu
iv. Adanya pendudukan oleh Majapahit

E KERAJAAN MAJAPAHIT
I. Pusat kerajaan Majapahit
Di sekitar sungai Brantas berpusat di Mojokerto. Majapahit merupakan kerajaan terbesar keda di Indonesia setelah Sriwijaya (disebut sebagai kerajaan yang bertaraf nasional kedua). Munculnya majapahit sebagai kerajaan besar didorong oleh :
1 Secara geografis letaknya sangat baik (ditengah nusantara)
2 Terletak di tepi sungai Brantas (mudah dilayari kapal)
3 Tanahnya subur (menghasilkan barang expor)
4 Munculnya tokoh-tokoh negarawan (seperti Raden Wijaya, Gajah Mada)
5 Tidak ada saingan kerajaan lain di Indonesia
6 Di luar Indonesia tidak ada lagi kerajaan besar.

II. Raja-raja Majapahit
1 Raden Wijaya
Raden Wijaya mendirikan kerajaan Majapahit pada tahun 1294 M. untuk memperkuat kedudukannya sebagai raja. Raden Wijaya mengawini empat putri Kertanegara yaitu :
a. Tribhuwana (permaisuri)
b. Narendraduhita
c. Prajnaparamita
d. Gayatri

2 Sri Jaya Negara
Pada pemerintahan Sri Jayanegara banyak timbul pemberontakan, disebabkan:
a. Adanya tidak kepuasan pengikut Raden Wijaya
b. Sri Jayanegara raja yang lemah
c. Sri Jayanegara lebih mengutamakan kepentingan keluarga.
 
Pemberontakan-pemberontakan yang terjadi pada masa Sri Jayanegara
a. Pemberontakan ranggalawee tahun 1309 M
b. Pemberontakan Lembu Sora tahun 1311 M
c. Pemberontakan Juru Demung tahun 1313 M
d. Pemberontakan Mandana dan Wagal tahun 1314 M
e. Pemberontakan Nambi tahun 1316
f. Pemberontakan Lasem dan Semi tahun 1318 M
g. Pemberontakan Kuti tahun 1319 M

Pemberontakan yang paling berbahaya adalah pemberontakan Kuti, sebab Kuti berhasil menduduki Ibukota kerajaan, Sri Jayanegara terpaksa melarikan diri ke desa Badander dibawah pimpinan Gajah Mada. Setelah diketahui pendukung Jayanegara masih banyak Gajah Mada menyerbu ke kota dan berhasil menewaskan kuti., akhirnya Jayanegara dibawa ke ibukota dan melanjutkan pemerintahan.

Pada tahun 1328 M Jayanegara meninggal dunia dibunuh oleh Tabib yang bernama Tanca, akhirnya Tanca dibunuh oleh Gajah Mada. Peristiwa itu disebut Peristiwa Tanca (Patanca)

3 Tribhuwana tunggadewi
Jayanegara digantikan Tribhuwanatunggadewi, bersama suaminya beliau menjalankan pemerintahan. Pada pemerintahannya timbul pemberontakan Sadeng dan Keta tahun 1331 M. Pemberontakan dapat dipadamkan Gajah Mada dan beliau diangkat sebagai maha patih, kemudian mengucapkan “Sumpah Palapa (isinya Gajah mada tidak akan bersenang-senang sebelum berhasil mempersatukan nusantara di bawah kekuasaan Majapahit)

4 Hayam Wuruk
Tribhuwana digantikan putranya Hayam Wuruk. Pada masa pemerintahan hayam Wuruk inilah Majapahit mencapai puncak kejayaannya. Dalam kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca dikatakan bahwa kekuasaan Majapahit sangat luas (hampir meliputi seluruh Republik Indonesia seperti sekarang). Yang belum berhasil dikuasainya adalah kerajaan Sunda.

Untuk Menguasai kerajaan Sunda Gajah Mada menghendaki perkawinan Hayam Wuruk dengan putri kerajaan Sunda (Dyah Pitaloka) . karena terjadi salah pahamberakhir dengan peperangan dan disebut Perinstiwa Bubat (terjadi di daerah Bubat) Dyah Pitaloka akhirnya bunuh diri.

Sepenginggal Gajah Mada dan Hayam Wuruk, Majapahit mengalami kemunduran. Gajah Mada meninggal tahun 1364 M, Hayam Wuruk meninggal tahun 1389 M

5 Wikramawardhana
Pengganti Hayam Wuruk adalah Wikrama Wardhana, ia adalah suami Kusumawardhani (putri Hayam Wuruk). Dari selir Hayam Wuruk mempunyai putra, yaitu Bhre Wirabhumi (kekuasaannya sekitar Blambangan). Kedua saudara akhirnya menimbulkan perang saudara. Yang disebut Perang Paregreg (1401 – 1406). Perang ini dimenangkan Wirakramawardhana, dengan terbunuhnya Bre Wirabumi. Peristiwa dijadikan dasar cerita “Damarwulan – Minakjingga”

III. Masa Kemunduran Majapahit

Sebab-sebab kemunduran Majapahit
1 Tidak ada Negarawan yang tangguh (untuk me,mpertahankan wilayah yang sangat luas)
2 Perang saudara yang berlarut-larut (antara Wikramawardhana dan Bhre Wirabhumi/Perang Paregreg).
3 System pemerintahan yang otonomi (menyebabkan daerah-daerah melepaskan diri)
4 Kemunduran ekonomi dan perdagangan. 
5 Pengaruh agama Islam.

IV. Perekonomian Majapahit
Perekonomian mengandalkan pelayaran dan perdagangan tanpa meninggalkan pertanian. Disamping juga menjalin hubungan dengan negara-negara tetangga dengan baik (Mitreka Satata) seperti : Siam, Burma, Campa, dan Anam.

V. Hasil Kebudayaan Majapahit.
Berkembang dengan baik, kerajaan Majapahit terkenal dengan seni bangunan berbentuk candi, antara lain :
1 Candi Panataran di Blitar
2 Candi Pari dekat Porong
3 Candi Tikus dekat Mojokerto
4 Candi Sumberjati
5 Candi Antan Pura
6 Candi Rimbi
7 Candi Tigawangi
8 Candi Sorawana.

Selain candi, kerajaan Majapahit menghasilkan pujangga-pujangga terkenal antara lain :
  1. Mpu Tantular dengan karyanya : Kitab Negarakertagama, Arjuna Wiwaha dan Sutasoma.
  2. Gajah Mada dengan hasil karyanya Kitab Hukum Kutaramanawa (disesuaikan dengan adat yang berlaku di Majapahit)
Share :

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan masukkan saran, komentar saudara, dengan ikhlas saya akan meresponnya.

 

Blog Info

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
My Ping in TotalPing.com

Visitor Info