Tuesday, February 19, 2013

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan

Pengetahuan atau kognitif merupakan hasil dari tahu, dan terjadi Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni melalui indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba (Notoatmodjo, 2003).

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan
          Menurut Notoatmodjo (2003), faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah:
a.       Pendidikan
Pendidikan dalam arti formal adalah suatu proses penyampaian bahan atau  materi pendidikan oleh pendidik kepada sasaran pendidikan guna mencapai perubahan tingkah laku, beberapa hasil penelitian mengenai pengaruh pendidikan terhadap perkembangan pribadi orang,bahwa pada umumnya pendidikan sekolah itu mempertinggi taraf inteligensi odarang-orangnya. Hal ini sebenarnya sudah dapat diduga lebih dahulu, tetapi perlu pembuktian eksprimental.
b.     Usia
Usia sangat mempengaruhi perkembangan seseorang didalam memahami sesuatu.Menurut penelitian ilmu psikologi inteligensi seseorang berkembang sesuai dengan pertambahan usia.       

c.      Pengalaman
Pengalaman adalah sesuatu yang pernah dialami, dilihat atau didengar seseorang yang dapat menjadi acuan. Pengetahuan dapat diperoloeh dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain,semakin banyak pengalaman seseorang maka semakin banyak strategi seseorang didalam didalam mengatasi suatu masalah.

d.     Sumber informasi
Sumber informasi adalah data yang diperoleh kedalam suatu bentu dan mempunyai nilai nyata. Menurut Effendi (1998), salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah lingkungan.Yang dimaksud dengan lingkungan adalah segala sesuatu  yang berada disekitar manusia serta pengaruh-pengaruh luas yang mempengauhi perkembangan manusia. Menurut berbagai penelitian lingkungan akan membentuk kepribadian seseorang dimana lingkungan yang banyak menyediakan informasi akan menambah pengetahaan seseorang.

Tingkat Pengetahuan
Menurut Notoadmodjo (2003), pengetahuan terdiri dari enem tingkatan yaitu:
a.       Tahu (Know)
      Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat Kembali (recsall) sesuatu yang spesfik dari seluruh bahan yang diterima. Oleh sebab itu tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain menyebutkan, menguraikan, mendefenisikan, menyatakan, sebagainya. Contoh : dapat menyebutkan tanda-tanda kakurangan kalori dan protein pada anak balita.
b.      Memahami (comprehension)
      Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yanger diketahui, dan dapat menginterpretasikan materi tersebut tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan,dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari. Misalnya dapat mnejelaskan mengapa harus makan makanan yang bergizi.
c.       Aplikasi (aplication)
      Afplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya). Aplikasi disini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip, dan sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain. Misalnya dapat menggunakan rumus statistik dalam perhitunga-perhitungan hasil penelitian, dapat menggunakan prinsip-prinsip siklus pemecahan masalah (problem solving cycle) didalam pemecahan masalah kesehatan dari kasus yang diberikan.
d.      Analisis (analysis)
      Analisis adalah suatau kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek kedalam komponen-komponen, tetapi masih didalam satu struktur organisasi, dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja, seperti dapat menggambarkan (membuat bagan), membedakan, memisahkan, mengelompokkan, dan sebagainya.
e.        Sintesis (synthesis)
      Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk  meletakkan atau menghubungkan bagin-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi yang ada. Misalnya, dapat menyusun, dapat merencanakam, dapat meringkaskan, dapat menyesuaikan, dan sebagainya terhadap suatu teori atau rumusan-rumusan yang telah ada.
f.       Evaluasi (evaluation)
      Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian itu didasarkan pada suatu kritoria yang ditentukan sendiri atau menngunakan kriteri-kriteria yang telah ada. Misalnya, dapat membandingkan antara anak yang cukup gizi dengan anak yang kekurangan gizi, dapat menanggapi terjadinya diare di suatu tempat, dapat menafsirkan sebab-sebab ibu tidak mau ikut KB, dan sebagainya.
            Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek penelitian atau responden. Kedalaman pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dapat kita sesuaikan dengan tingkatan-tingkatan di atas. 
Share :

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan masukkan saran, komentar saudara, dengan ikhlas saya akan meresponnya.

 
SEO Stats powered by MyPagerank.Net
My Ping in TotalPing.com