Tuesday, April 2, 2013

Pengertian Bank Sentral


1.1      Bank Sentral

Setiap negara hampir dipastikan mempunyai Bank Sentral, yaitu suatu bank yang diberi tugas oleh Pemerintah untuk mengatur dan mengawasi kegiatan badan-badan keuangan yang terdapat dalam perekonomian. Berdasarkan kepada fungsi yang harus dilaksanakannya ini Bank Sentral dapatlah didefinisikan sebagai sebuah badan keuangan yang dimiliki pemerintah yang diserahi tanggungjawab untuk mengatur dan mengawasi kestabilan kegiatan badan-badan keuangan, dan untuk menjamin agar kegiatan badan-badan keuangan itu akan menciptakan tingkat kegiatan ekonomi yang tinggi dan stabil.
Tidak semua Bank Sentral yang ada sekarang ini dari semenjak didirikan telah merupakan Bank Sentral. Di Inggris dan Swedia misalnya: Bank Sentral yang sekarang ini pada mulanya adalah bank umum. Di Swedia bank yang sekarang ini menjadi Bank Sentral didirikan pada tahun 1660, tetapi baru pada tahun 1897 bank tersebut ber­tindak sebagai Bank Sentral. Bank of England, yaitu Bank Sentral di Inggris didirikan pada tahun 1694 tetapi fungsinya sebagai Bank Sentral baru mulai dijalankan sejak tahun 1884. Di Amerika Syarikat Bank Sentralnya dinamakan Federal Reserve System, dan badan tersebut didirikan pada tahun 1913. Di negara-negara berkembang, ter­masuk di negara kita, Bank Sentral didirikan semenjak mereka mencapai kemerdekaan, yaitu pada tahun-tahun sesudah Perang Dunia Kedua. Bank Sentral di negara kita adalah Bank Indonesia.

a.     Perbedaan kegiatan Bank Sentral dan bank umum

Kalau dibandingkan kegiatan yang dijalankan oleh Bank Sentral dan bank umum, maka akan dapat dilihat bahwa di antara kedua-duanya terdapat beberapa perbedaan. Perbedaan-perbedaan itu adalah:­
1.     Dalam perekonomian hanya terdapat satu Bank Sentral, sedangkan bank umum mempunyai jumlah yang lebih banyak. Walaupun demikian Bank Sentral mem­punyai kemampuan yang lebih besar di dalam mempengaruhi kegiatan ekonomi, jika dibandingkan dengan kemampuan yang dimiliki bank umum. Sebabnya adalah karena, seperti yang akari diuraikan lebih lanjut kemudian, Bank Sentral diberi tugas oleh Pemerintah untuk mengatur kegiatan-kegiatan bank umum
2.     Bank umum banyak yang dimiliki oleh pihak swasta, sedangkan Bank Sentral dimiliki atau dikuasi oleh Pemerintah. Di beberapa negara, misalnya di negara kita adakalanya bank umum yang dimiliki Pemerintah rnerupakan sebagian besar dari bank umum yang ada, tetapi managemennya dan kegiatannya tidak berbeda dengan bank umum swasta yang biasa. Yaitu kegiatan mereka terutama adalah untuk memberi pinjaman dan melakukan investasi, dan dalam menjalankan ke­giatan ini mereka harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang telah ditetapkan oleh Bank Sentral.
3.     Tujuan dari bank umum yang terutama adalah berusaha agar kegiatan mereka dapat menghasilkan dan memberikan keuntungan yang maksimal kepada para pemiliknya. Sedangkan Bank Sentral didirikan bukanlah untuk tujuan tersebut. Salah satu tujuan penting daripada mendirikan Bank Sentral adalah untuk mengatur dan mengawasi kegiatan bank-bank umum dan badan-badan keuangan lainnya. Tujuan penting lainnya dari mendirikan Bank Sentral adalah untuk membantu menciptakan kegiatan ekonomi yang tinggi dan stabil. Di dalam jangka panjang salah satu tugas penting dari Bank Sentral adalah untuk melancarkan proses pertumbuhan ekonomi dan mengusahakan tercapainya tingkat per­tumbuhan ekonomi yang maju.
4.     Bank Sentral diberi hak oleh Pemerintah untuk mencetak mata uang, yaitu menge­luarkan uang logam dan uang kertas. Bank-bank umum tidak mempunyai ke­kuasaan yang demikian. Sejak abad yang lalu Pemerintah tidak memberi ke­kuasaan lagi kepada bank-bank umum untuk mengeluarkan mata uang yang dapat digunakan untuk tukar menukar. Dengan ketiadaan kekuasaan untuk mencetak uang ini bukanlah berarti bahwa bank-bank umum tidak mempunyai kuasa untuk mempengaruhi jumlah uang beredar: Seperti telah diterangkan dalam Bab Tiga Belas, mereka mempunyai kemampuan untuk menciptakan uang bank atau uang giral. Di negara-negara yang sudah maju perekonomiannya uang ini merupakan bahagian yang terbesar dari jumlah uang beredar

b.    Tugas-Tugas Bank Sentral
Kalau diperhatikan peranan dan kegiatan yang dijalankan oleh Bank Sentral di berbagai negara, maka akan didapati bahwa pada umumnya Bank Sentral ditugaskan oleh Pemerintah untuk menjalankan lima kegiatan berikut:
(i)         bertindak sebagai bank kepada Pemerintah,
(ii)         bertindak sebagai bank kepada bank-bank umum,
(iii)        mengawasi kegiatan bank umum dan badan-badan keuangan lainnya, (iv)          mengawasi aktivitas perdagangan luar negeri
(v)         mencetak uang logam dan uang kertas yang diperlukan untuk melancarkan ke­giatan.produksi dan perdagangan.

c.     Bank Sentral sebagai bank kepada Pemerintah
Pemerintah dapatlah dipandang sebagai suatu perusahaan raksasa. Setiap harinya ia harus membuat pengeluaran-pengeluaran dan menerima berbagai jenis pendapatan - seperti pendapatan dari pajak pendapatan, pajak penjualan dan pajak impor. Untuk mengurus pengeluaran dan pendapatan Pemerintah tersebut ia memerlukan jasa: jasa bank, dan Bank Sentral didirikan untuk memenuhi kebutuhan ini. Bank Sentral bertindak sebagai badan keuangan yang terutama yang menyimpan uang yang dimiliki Pemerintah, dan Pemerintah menggunakan jasa-jasa Bank Sentral untuk membayar dan mengirimkan uang kepada Pemerintah Daerah dan departemen­departemen Pemerintah yang lain.      
Adakalanya Pemerintah berbelanja lebih banyak daripada pendapatan yang diperolehnya, oleh sebab itu Pemerintah harus meminjam. Di negara-negara maju, seperti di Inggris, salah satu caranya adalah dengan mengeluarkan treasury bill yaitu pinjaman Pemerintah yang akan dibayar kembali di dalam jangka pendek. Treasury bill itu biasanya berjangka tiga bulan, tetapi ada juga yang berjangka enam bulan, sembilan bulan atau satu tahun. Treasury bill tersebut akan dijual kepada badan-badan keuangan dan masyarakat, dan juga kepada Bank Sentral. Di dalam penjualan treasury bill Bank Sentral, memegang perartan yang sangat penting. Misalnya Bank Sentral diberi ke­kuasaan oleh Pemerintah'untuk menentukan dan merubah tingkat bunga dari treasury bill tersebut.
Cara lain yang dapat dilakukan oleh Pemerintah untuk membiayai defisit dalam pengeluarannya adalah dengan mengeluarkan surat pinjaman (obligasi) jangka panjang atau dengan meminjam langsung dari Bank Sentral. Apabila peminjaman kepada Bank Sentral itu sangat berlebih-lebihan, maka Bank Sentral harus mencetak lebih banyak uang. Langkah yang demikian dapat menimbulkan inflasi. Untuk menghindari keadaan yang tidak diingini ini beberapa negara membuat undang-undang mengenai besarnya pinjaman yang dapat diambil  Pemerintah dari Bank Sentral.

d.    Bank Sentral sebagai bank kepada bank umum
Bank Sentral selalu disebut juga sebagai "bank kepada bank" ("bankers' bank") atau "sumber pinjaman terakhir" ("lender of last-resort"). Artinya Bank Sentral.adalah bank dari bank-bank lainnya dan ia merupakan sumber terakhir dari pinjaman apabila bank-bank umum tidak dapat memperoleh lagi pinjaman dari sumber lainnya.
Bank Sentral disebut sebagai bank dari bank-bank lainnya karena jasa-jasa yang diberikannya kepada bank umum adalah sama sifatnya dengan jasa bank umum kepada masyarakat. Ini jelas dapat dilihat dari keadaan berikut. A menerima sejumlah uang dalam bentuk cek dari B dan cek itu adalah cek dari bank M. Oleh A cek tersebut dimasukkan ke dalam bank N. Maka sekarang bank M berhutang kepada bank N, dan untuk membayarnya dapat digunakan jasa Bank Sentral. Bank M akan meminta Bank Sentral untuk mengurangi dari tabungannya dalam Bank Sentral sebesar hutangnya kepada bank N, dan memasukkannya ke dalam rekening bank N.
Di samping untuk tujuan seperti yang digambarkan di atas, bank umum akan menyimpan sebagian dari uang tunai yang dimilikinya di Bank Sentral untuk menenuhi undang-undang Pemerintah. Bank umum, seperti telah diterangkan, harus menyimpan sebagian dari tabungan masyarakat yang diterimanya sebagai cadangan. Biasanya undang-undang Pemerintah mengharuskan pula agar sebagian dari cadangan tersebut disimpan di dalam Bank Sentral.
Selanjutnya Bank Sentral disebut sebagai bank dari bank-bank lainnya karena bank-bank umum dapat meminjam dari Bank Sentral apabila bank umum itu mengalami kekurangan cadangan. Di samping meminjam, cara lain yang dapat dilaksanakan oleh bank umum-untuk mengatasi masalahnya adalah dengan menjual surat berharga yang dimiliki oleh bank umum kepada Bank Sentral. Tugasnya ini, yaitu Bank Sentral harus memberikan bantuan pinjaman atau bersedia membeli surat-surat berharga yang dijual oleh bank umum apabila bank umum itu menghadapi masalah dalam cadangannya, menyebabkan Bank Sentral dinamakan juga sebagai "sumber pinjam,an terakhir" atau "lender of last resort". Maksudnya, dalam keadaan di mana bank umum tidak dapat memperoleh uang tunai untuk memperbaiki keadaan cadangannya, Bank Sentral akan bertindak sebagai badan yang akan menyediakan uang tunai yang diperlukan tersebut.
e.     Mengawasi kegiatan bank umum dan badan keuangan lainnya.
            Badan-badan keuangan, termasuk bank umum, merupakan perusahaan yang mencari keuntungan dari meminjamkan uang yang dimilikinya atau yang ditabungkan kepadanya. Untuk memperoleh keuntungan yang maksimal mereka haruslah me­minjamkan kepada perusahaan-perusahaan dan perorangan-perorangan sebanyak yang mungkin mereka pinjamkan. Apabila tujuan ini terlalu ditekankan oleh badan-badan keuangan tersebut, maka akan timbul akibat-akibat buruk kepada masyarakat dan perekonomian.
Badan-badan keuangan mungkin memberi terlalu banyak pinjaman sehingga uang tunai yang ditinggalkan sebagai cadangan sangat sedikit sekali. Pada ketika di mana masyarakat menarik lebih banyak uangnya dari badan-badan keuangan tersebut, mereka tidak akan mempunyai cukup uang untuk melakukan pembayaran tersebut. Keadaan seperti itu akan menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada badan-badan keuangan. Di samping itu, pinjaman yang tidak diawasi akan menyebabkan badan keuangan meminjamkan uangnya kepada usaha-usaha yang sangat tinggi resikonya. Apabila usaha itu gagal mereka tidak akan dapat. memperoleh kembali uang yang mereka pinjamkan. Keadaan demikian dapat menyebabkan badan keuangan tersebut menutup usahanya dan tidak dapat membayar kembali tabungan dari para nasabahnya. Juga mungkin terjadi, apabila Pemerintah tidak mengawasi kegiatan mereka, badan-badan keuangan memberi pinjaman yang berlebih-lebihan pada masa per­ekonomian mencapai kemakmuran yang tinggi dan perekonomian sedang mengalami masalah inflasi. Tindakan ini akan memperburuk masalah inflasi yang sedang dihadapi.
Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa apabila tidak diawasi, kegiatan badan-badan keuangan, terutama bank-bank umum, dapat merugikan masyarakat dan mempengaruhi kestabilan dan perkembangan perekonomian negara. Untuk meng­hindari akibat-akibat yang tidak diharapkan dari kegiatan berbagai badan keuangan, Bank Sentral diberi kekuasan oleh Pemerintali untuk mengawasi dan memberi pe­tunjuk-petunjuk kepada badan-badan keuangan yang ada dalam perekonomian mengenai kebijakan yang perlu mereka jalankan. Dari masa ke masa Bank Sentral akan mengeluarkan undang-undang dan tindakan lain untuk mengawasi kegiatan dari badan-badan keuangan tersebut.
Di dalam usaha untuk menstabilkan tingkat kegiatan ekonomi, menjamin agar perekonomian tetap mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja yang tinggi, dan per­kembangan ekonomi berjalan secara efisien, Bank Sentral dapat melaksanakan be­berapa langkah yang digolongkan sebagai kebijakan moneter. Tujuan utama dari­peda kebijakan moneter adalah untuk menpengaruhi jumlah uang beredar atau tingkat bunga yang terjadi dalam perekonomian. Maka kebijakan moneter dapatlah diartikan sebagai kebijakan-kebijakan Bank Sentral yang bertujuan untuk mempengaruhi tingkat kegiatan ekonomi dengan mengawasi jumlah uang beredar atau tingkat bunga, atau kedua-duanya.
Kebijakan moneter yang dapat dilaksanakan oleh Bank Sentral dibedakan dalam dua golongan: yang bersifat kuantitatif dan yang bersifat kualitatif. Yang di­maksudkan dengan kebijakan moneter yang bersifat kuantitatif adalah kebijakan moneter yang terutama bertujuan untuk mempengaruhi jumlah uang beredar dalam perekonomian. Dalam masa deflasi jumlah uang beredar perlu ditambah untuk memberikan dorongan agar kegiatan ekonomi dapat mencapai tingkat yang lebih tinggi. Sebaliknya, pada waktu menghadapi inflasi jumlah uang beredar perlu dikurangi untuk menjaga agar kegiatan ekonomi tidak menjadi terlalu berlebih-lebihan. Kebijakan moneter yang bersifat kuantitatif adalah kebijakan yang akan di­gunakan Bank Sentral untuk menciptakan keadaan tersebut. Kebijakan keuangan yang bersifat kualitatif adalah kebijakan yang terutama bertujuan untuk, mempengaruhi dan mengawasi bentuk dan corak peminjaman-peminjaman dan investasi-investasi yang dilakukan oleh berbagai bank umum.
f.      Mengawasi aktivitas perdagangan luar negeri
Salah satu usaha yang perlu dilakukan untuk menciptakan kestabilan ekonomi adalah dengan mempertahankan kestabilan nilai kurs mata uang asing. Untuk mencapai tujuan ini pertama-tama haruslah dijaga agar terdapat keseimbangan di antara ekspor dan aliran masuk modal di satu pihak, dengan impor dan aliran ke luar modal di lain pihak. Selanjutnya harus pula dijaga agar terdapat cukup cadangan mata uang asing yang dapat sewaktu-waktu digunakan untuk membiayai pembayaran uang asing yang berlebihan ke negara-negara lain karena aliran ke luar untuk pembayaran impor dan kebutuhan lain adalah lebih besar daripada aliran masuk yang diterima dari ekspor dan pendapatan dari luar lainnya.

Menjamin agar keadaan seperti itu selalu dapat diterjadikan merupakan salah satu tugas penting dari Bank Sentral. Sebagai contoh, apabila terdapat tekanan-tekanan yang akan menjatuhkan nilai kurs mata uang asing, Bank Sentral haruslah melakukan usaha untuk menghapuskan tekanan ini. Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah menaikkan tingkat bunga. Dengan naiknya tingkat bunga, investasi dan menyimpan uang menjadi lebih menguntungkan di negara tersebut dan akan menggalakkan aliran masuk modal. Langkah lainnya adalah dengan berusaha membatasi impor. Salah satu faktor yang dapat menjatuhkan nilai mata uang adalah keadaan perdagangan luar negeri di mana impor melebihi ekspor. Maka untuk menjaga agar nilai kurs mata uang tetap stabil Bank Sentral haruslah membuat langkah-langkah yang menjamin agar masyarakat tidak mengimpor secara berlebih-lebihan dari negara lain.
Berdasarkan kepada contoh di atas dapatlah dikatakan bahwa Bank Sentral merupakan salah satu badan Pemerintah yang bertugas untuk menjaga kestabilan kegiatan impor, ekspor, dan aliran modal luar negeri dengan tujuan untuk menjamin tercapainya kestabilan perekonomian negara.

g.     Mencetak uang dan menjamin agar uang tersedia cukup.
Mata uang yang beredar dalam perekonomian dikeluarkan oleh Bank Sentral. Pemerintah memberi kekuasaan kepada Bank Sentral untuk mencetak uang yang dip erlukan untuk melicinkan kegiatan perdagangan dan produksi. Di dalam menjalan­kan tugas ini Bank Sentral haruslah menentukan besarnya jumlah uang yang harus disediakannya pada suatu masa tertentu. Di samping itu dari satu masa ke masa lainnya ia harus pula menentukan pertambahan jumlah uang yang perlu dilakukan agar kegiatan perdagangan dan produksitetap dapat berjalan dengan lancar, dan perkembangan ekonomi yang teguh terus berlangsung. Dalam suatu perekonomian yang berkembang nilai transaksi yang dilakukan masyarakat bertambah besar. Ini berarti, dalam suatu perekonomian yang berkembang diperlukan lebih banyak uang. Menentukan besarnya uang beredar yang harus ditambah dari masa ke masa merupakan tugas dari Bank Sentral. Karena tugasnya ini adakalanya organisasi Bank Sentral dibedakan menjadi dua bagian, yaitu satu bagian bertugas hanya untuk mengeluarkan uang dan bahagian lainnya menjalankan tugas-tugas Bank Sentral yang lain.
Share :

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan masukkan saran, komentar saudara, dengan ikhlas saya akan meresponnya.

 
SEO Stats powered by MyPagerank.Net
My Ping in TotalPing.com