Tuesday, April 2, 2013

Pengertian Monopoli Murni


Monopoli Murni

Monopoli murni adalah suatu pasar di mana hanya terdapat satu penjual saja. Tidak ada substitusi bagi barang-barang atau jasa-jasa yang ditawarkan monopolis. Jadi, pasar monopoli sama sekali tidak ada persaingan, baik nyata maupun potensial. Dengan demikian tindakan seorang monopolis tidak mempengaruhi perusahaan-perusahaan lainnya, seperti perubahan harga atau dilakukannya advertensi, dan tindakan perusahaan-perusahaan lain juga tidak mempengaruhi monopolis.
Monopoli murni, sebagaimana persaingan murni, adalah suatu bentuk pasar yang ekstrim dan tidak ada dalam kenyataan. Yang ada ialah industri-industri yang mendekati bentuk monopoli (near-monopolies), yaitu pasar yang sebagian besar dilayani oleh satu perusahaan atau seorang penjual dalam suatu lokasi tertentu. Sebagai contoh, seorang dokter yang membuka praktek disebuah kota kecil di mana dia adalah satu-satunya dokter dikota itu. Disebut mendekati monopoli karena dokter itu tidak benar-benar satu-satunya penjual (jasa) dan bukannya tidak mempunyai saingan sama sekali. Di kota-kota lainnya disekitarnya juga tersedia dokter. Penjual bakso satu-satunya di kampung kita, mungkin bisa dikategorikan sebagai "near-monopoly". Pasar yang mendekati monopoli memang biasanya bersifat lokal, tapi beberapa industri ada yang berskala nasional. Misalnya saja pasta gigi Pepsodent yang tersedia diseluruh Indonesia tanpa ada saingan yang berarti dan menguasai bagian besar dari pasar di lndonesia.

 Penentuan Harga dan Jumlah Output

Dalam model persaingan murni kita menggambarkan diagram untuk perusahaan individual dan untuk industri secara terpisah. Dalam monopoli murni hanya diperlukan satu diagram, mengingat dalam monopoli murni perusahaan adalah juga industri karena tidak ada perusahaan lain dalam industri tersebut. Monopolis menghadapi kurva permintaan yang sama seperti yang dihadapi oleh seluruh perusahaan dalam persaingan murni. Dengan demikian kurva permintaan seorang monopolis - seperti kurva permintaan pasar dalam persaingan murni - adalah mempunyai kemiringan negatif.

Gambar 5.6. menunjukkan kurva permintaan untuk barang pada pasar monopoli murni. Kurva di bawahnya adalah kurva Penerima­an Marginal (Marginal Revenue), yaitu kenaikan Penerimaan Total (Total Revenue) yang disebabkan oleh penjualan tambahan satu satuan output. Dalam persaingan murni kurva MR sama dengan kurva permintaan perusahaan, karena harga adalah tetap berapa­pun jumlah barang yang dijual. Dalam kasus monopoli, di mana perusahaan individual menghadapi kurva permintaan yang menurun, harga harus lebih rendah untuk bisa menjual jumlah barang yang lebih banyak. Pada harga po jumlah yang bisa dijual seba­nyak qo. Apabila jumlah yang lebih banyak ingin bisa terjual (q1), monopolis harus menurunkan harga sampai pl.
Apabila kurva-kurva D dan MR tersebut kita gabungkan dengan kurva-kurva biaya, maka bisa kita peroleh keseimbangan perusahaan yang juga merupakan keseimbangan pasar (karena Is adalah satu-satunya perusahaan dalam pasar/industri) yang menjamin diperolehnya keuntungan maksimum (pada MC=MR).
Dalam Gambar 5.7., monopolis akan memproduksi sebanyak q 0 dan menetapkan harga maksimum po. Penerimaan Total adalah Opo X Oqo sedangkan Biaya Totalnya Oc X Oqo. Dengan demi­kian monopolis memperoleh keuntungan di atas keuntungan nor­mal, yaitu sebagai keuntungan lebih (daerah yang diarsir).
               Perusahaan-perusahaan monopolis tidak selalu memperoleh keuntungan lebih; mungkin perusahaan hanya menerima keuntungan nor­mal, bahkan dalam jangka pendek bisa menderita rugi. Bila mono­polis menanggung kerugian dalam jangka panjang, ia akan mening­galkan industri. Dengan demikian dalam jangka panjang perusaha­an monopoli murni akan selalu menerima keuntungan lebih atau keuntungan normal. Untuk kita ingat bahwa dalam pasar persaing­an murni perusahaan-perusahaan hanya menerima keuntungan nor­mal saja dalam jangka panjang, sebab perusahaan-perusahaan akan masuk (dan perusahaan-perusahaan yang ada memperluas kapasitas pabriknya) bila terdapat keuntungan lebih, sedangkan dalam pasar monopoli murni "entry" sama sekali tertutup sehingga suatu ke­untungan lebih, mungkin dapat dinikmati oleh seorang monopolis. Ada beberapa cara agar sebuah perusahaan bisa mempertahankan kedudukannya sebagai monopolis (agar tidak terjadi "entry") :
  1. Dengan mengawasi sumber-sumber bahan mentah utama yang dipergunakan untuk menghasilkan produknya.
  2. Dengan memegang hak patent atas produknya sehingga perusa­haan-perusahaan lain tidak bisa meniru. Pasar sedemikian terbatasnya dibanding dengan Skala perusaha­an optimum, sehingga masuknya perusahaan lain akan menekan harga sedemikian rendahnya hingga menghilangkan keuntung­an yang ada dan kedua-duanya akan menderita rugi.

Diskriminasi Harga

Diskriminasi Harga (Price discrimination) adalah cara yang dilakukan seorang monopolis dalam menjual barang yang sama pada saat yang sama kepada pembeli yang berlainan dengan harga, berlainan di mana harga dibedakan bukan karena perbedaan dalam biaya produksi. Perbedaan Harga (Price differential) bukanlah suatu diskriminasi harga. Perbedaan harga adalah harga yang ber­beda dikenakan kepada konsumen yang berlainan. Misalkan, se­buah pabrik di Jakarta yang menjual jam tangan di bandung dengan harga Rp. 20.000 dan menjual barang yang sama ke Cirebon dengan harga Rp 21.000. Beda perbedaan yang Rp. 1.000 per jam tangan tersebut disebabkan oleh perbedaan biaya transportasi, maka hal demi­kian bukanlah kasus diskriminasi harga. Dengan pendekatan lain, diskriminasi harga bisa diartikan harga yang sama dikenakan pada pembeli yang berlainan atas barang yang sama pada saat yang sama meskipun biaya pembuatannya berbeda.
Penjual dapat menaikkan keuntungannya melalui kebijaksana­an diskriminasi harga bila tiga syarat yang berikut bisa dipenuhi :
  1. Pasar benar-benar terpisah, sehingga konsumen yang membeli barang dengan harga yang lebih murah tidak akan bisa menjual kembali barang tersebut kepada konsumen lain yang bersedia membayar dengan harga lebih tinggi. Terpisahnya pasar ini bisa karena faktor biaya transportasi (biaya transport untuk menjual ke konsumen lain lebih besar dari perbedaan harga barang), kurang adanya komunikasi di antara para konsumen yang berada di pasar yang berbeda-beda atau sifat dari barang/ jasa itu sendiri (misalnya koran, jasa dokter, dan sebagainya).
  2. Penjual harus mempunyai kekuatan pasar, yaitu kemampuan untuk menaikkan harga tanpa kehilangan seluruh konsumen.
  3. Penjual harus mampu membagi pasar ke dalam dua atau lebih kelompok pembeli di mana fungsi permintaannya mempunyai elastisitas yang berbeda. Dengan perkataan lain, elastisitas per­mintaan pada masing-masing tingkat harga harus berbeda di an­tara pasar-pasar agar diskriminasi menguntungkan.
Model yang paling umum adalah diskriminasi derajat ketiga (third degree discrimination). Untuk memudahkan analisa, kita anggap bahwa monopoli melakukan diskriminasi harga untuk dua pasar saja. Agar bisa dicapai keuntungan maksimum dari dilaku­kannya diskriminasi harga, MR di kedua pasar haruslah sama, dengan demikian tambahan persatuan penjualan akan memberikan tam bahan TR yang paling banyak. Kita gunakan Gambar 5.8. un­tuk menjelaskan konsep ini lebih lanjut, yang mana untuk semen­tara kita abaikan biaya.

Perhatikan bahwa gambar bagi pasar I berada disebelah kiri. Apa­bila monopolis ingin memproduksi sebanyak q1q2, ia akan men­jual sebanyak Oq1 di pasar I dan Oq2 di pasar II, di mana MR ditiap-tiap pasar sama (r). Misalkan kita mengurangi penjualan di pasar I sebanyak 1 satuan, perusahaan kehilangan MR sebanyak Aq1. Jika 1 satuan tersebut kemudian kita jual di pasar II maka MR nya lebih kecil dari Aq, (yaitu sebesar Cq’2). Adalah lebih 2 menguntungkan bila perusahaan tidak mengurangi penjualannya di pasar I untuk kemudian dijual di pasar II.
Apabila kita memasukkan unsur biaya ke dalam analisa ini, maka persoalannya ialah menyamakan I MR dengan MC dan dengan cara demikian diperoleh MR yang sama dimasing-masing pasar. Gambar 5.8. di atas kita gambarkan kembali dalam satu kwadran yang kita gabungkan dengan kurva-kurva biaya. Kurva EMR diperoleh dengan cara menjumlahkan kedua kurva MR se­cara horisontal.

Produksi total adalah Oq yang akan dijual di dua pasar. Di pasar I monopolis menjual sebanyak q, dengan harga p, per satuan dan di pasar 11 menjual q2 dengan harga p2 per satuan. Kita bisa lihat bahwa di pasar I yang mempunyai kurva permintaan kurang elastis, harga lebih tinggi dibanding di pasar II yang lebih elastis. MR di­kedua pasar adalah r. Dari pasar I monopolis memperoleh keun­tungan p1c X Oq1 sedangkan dari pasar II diperoleh p2c X Oq2.
Diskriminasi harga sering kita jumpai dalam industri-industri "public utility". Pada perusahaan-perusahaan listrik biasanya me­misahkan pasar ke dalam 2 kelompok: konsumen komersial dan konsumen rumah tangga. Dengan menggunakan meteran yang ber­beda untuk tiap-tiap kelompok konsumen, perusahaan clapat mem­pertahankan terpisahnya pasar. Konsumen komersial biasanya di­pungut harga yang lebih rendah, karena baginya tersedia substitusi listrik yang lebih banyak daripada konsumen rumah tangga, dengan demikian kurva permintaannya lebih elastis daripada kurva per­mintaan listrik konsumen rumah tangga. Contoh lainnya ialah dalam perclagangan luar negeri. Barang-barang yang dijual keluar negeri bisa lebih rendah daripada harga barang yang sama di dalam negeri. Walaupun penjual adalah seorang monopolis di pasar dalam negeri, tapi di luar negeri monopolis mempunyai saingan dari negara-negara lain. Adanya barang-barang substitusi bagi produk tersebut di pasar dunia akan menambah elastisitas kurva permintaan luar negeri yang dihadapi. Dengan demikian elastisitas kurva permintaan untuk pasar luar negeri biasanya lebih besar daripada untuk pasar dalam negeri. Dalam hal ini antara kedua pasar clipisahkan oleh biaya pengangkutan dan rintangan-rintangan tariff. Selain diskriminasi harga derajat ketiga, sebenarnya masih ada diskriminasi derajat kedua dan diskriminasi derajat pertama atau diskriminasi sempurna, yang ticlak dibahas dalam buku pengantar ini.

Share :

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan masukkan saran, komentar saudara, dengan ikhlas saya akan meresponnya.

 
SEO Stats powered by MyPagerank.Net
My Ping in TotalPing.com