Tuesday, February 9, 2016

Macam Etika dan Tanggung Jawab Sosial dalam Bisnis Internasional

Alasan dasar keberadaan suatu bisnis adalah untuk menciptakan nilai (dalam bentuk keuntungan) bagi pemiliknya. Selain itu, sebagian besar orang bekerja untuk memperoleh penghasilan untuk kehidupan mereka atau keluarga mereka. Sebagai akibatnya, tujuan dari setiap keputusan yang dibuat untuk kepentingan bisnis atau individu dalam sebuah bisnis adalah untuk meningkatkan penghasilan (bagi bisnis dan individu) dan mengurangi biaya. Dalam banyak kasus, manager membuat keputusan dan bertingkah laku untuk pribadi dan untuk perusahaan mereka dengan perilaku yang diterima masyarakat. Tetapi dalam pelaksanaannya kadang mereka menyimpang terlalu banyak. Kejadian perilaku yang tidak diterima yang dilakukan oleh bisnis atau orang-orang dalam bisnis telah meningkat. Karena itu, seperti halnya dunia bisnis yang semakin internasional semakin meningkat pula perhatian terhadap etika dan tanggung jawab sosial yang dijalankan oleh manager dan bisnisnya.

Etika didefenisikan sebagai kepercayaan individu tentang apakah keputusan, perilaku, atau tindakan tertentu benar atau salah. Karena itu apa yang menentukan perilaku etis berbeda bagi satu orang dengan yang lainnya. Contohnya seseorang yang menemukan uang di lantai ruang kosong mungkin percaya bahwa sah-sah saja untuk mengambilnya, sedangkan yang lain mungkin merasa wajib mengembalikan ke bagian barang hilang. Konsep perilaku etis biasanya merujuk ke perilaku yang diterima oleh norma sosial umum. Perilaku tidak etis, adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial umum.

Etika seorang individu ditentukan oleh kombinasi berbagai faktor. Orang mulai membentuk kerangka etis sejak anak-anak untuk merespon persepsi mereka terhadap perilaku orang tua mereka dan orang dewasa lain yang berhubungan dengan mereka. Saat anak-anak tumbuh dan masuk sekolah, mereka dipengaruhi teman-teman yang berinteraksi dengan mereka di kelas dan tempat bermain. Kejadian setiap hari mendorong mereka untuk melakukan pilihan moral dengan

melihat perilaku dan sikap masyarakat lingkungannya, dan hal ini akan membentuk kepercayaan dan perilaku etis saat mereka beranjak dewasa. Demikian juga dengan pengajaran agama, memberi kontribusi pada etikanya. Beberapa keyakinan agama, contohnya, mendorong aturan perilaku dan standar bertindak yang keras, sedangkan yang lain lebih fleksibel.

Nilai-nilai seseorang juga mempengaruhi standar etika. Orang yang menempatkan perolehan keuangan dan kemajuan pribadi di atas semua prioritasnya, sebagai contoh, akan menyerap nilai etika yang mendorong percepatan kesejahteraan. Jadi mereka mungkin kejam dalam usaha mendapatkan hasil ini, tanpa melihat kerugian pada orang lain. Sebaliknya, orang yang membangun keluarga dan teman-teman sebagai prioritas utama akan mengadopsi standar etika yang berbeda.

Masyarakat umumnya mengadopsi hukum formal yang menunjukkan standar etika yang ada, contohnya tindakan mencuri, hukum telah memberikan hampir di semua negara bahwa tindakan mencuri itu illegal dan memberikan cara untuk menghukum mereka yang mencuri. Tetapi meskipun hukum berusaha untuk jelas dan tidak membingungkan, penerapan dan interpretasinya dapat jadi membingungkan secara etika. Contohnya kebanyakan orang akan setuju bahwa memaksakan karyawan bekerja melebihi jam tanpa kompensasi adalah tidak etis, maka dibuatlah hukum untuk mengatur standar kerja dan upah. Akan tetapi pada pelaksanaannya akan berbeda. Contohnya di Jepang, kebiasaan sering menganjurkan para pekerja junior untuk tidak meninggalkan kantor sampai mereka yang lebih senior pergi, sedangkan di Amerika Serikat bos biasanya pulang terakhir.

Hal tersebut diatas memberikan generalisasi sebagai berikut:
  • Setiap individu mempunyai system kepercayaan mereka sendiri tentang apa yang membentuk perilaku etis dan tidak etis
  • Masyarakat dari konteks budaya yang sama cenderung mempunyai kesamaan dan kepercayaan tetapi tidak harus identik dalam hal pembentukan perilaku etis dan tidak etis
  • Setiap individu dapat merasionalisasi perilaku berdasarkan keadaan
  • Setiap individu dapat menyimpang dari system kepercayaan mereka berdasarkan kondisi keadaan.
  • Nilai etika sangat dipengaruhi oleh kebudayaan dan adat nasional.
  • Anggota dari suatu budaya dapat melihat perilaku tertentu adalah tidak etis, sedangkan anggota yang lain dapat melihatnya sebagai hal yang masuk akal.
Etika Dalam Konteks Lintas Budaya dan Internasional
Untuk menggambarkan perilaku etika dalam konteks lintas budaya dan internasional adalah berdasarkan:

1.Bagaimana organisasi memperlakukan karyawan,
Satu hal yang penting dalam etika lintas budaya dan internasional adalah perlakuan terhadap karyawan oleh organisasinya. Pada sisi yang ekstrim, organisasi dapat berusaha memperkerjakan orang-orang yang terbaik, memperluas kesempatan dan pengembangan karir, memberikan kompensasi dan lain sebagainya. Pada sisi ektrim lainnya, perusahaan dapat memperkerjakan berdasarkan criteria yang merugikan dan dengan sengaja membatasi kesempatan berkembang, kompensasi minim dan lain sebagainya.

Manajer yang membayar karyawan lebih kecil dari yang sewajarnya, karena manajer itu tahu bahwa karyawan tersebut tidak akan mengeluh karena takut keluar atau kehilangan pekerjaan, dapat digolongkan berperilaku tidak etis. Begitu juga sama halnya, di beberapa Negara masyarakatnya menyetujui bahwa oganisasi wajib memproteksi privasi karyawannya. Manajer yang menyebarkan kabar bahwa karyawan tertentu terkena AIDS atau mempunyai hubungan antara dengan rekan kerjanya dapat dipandang melanggar etika privasi.

Para manajer di organisasi internasional menghadapi sejumlah tantangan mengenai masalah- masalah tersebut. Perusahaan harus menyelesaikan isu etika khusus negara itu dalam hal perlakuan perusahaan terhadap karyawan, tetapi juga harus siap memberikan penjelasan jika dihadapkan dengan perbandingan internasional.

2.Bagaimana karyawan memperlakukan organisasi
Isu penting yang terkait masalah ini meliputi konflik kepentingan, kerahasiaan dan kejujuran. Konflik kepentingan terjadi jika sebuah keputusan mempunyai potensi menguntungkan dan mungkin merugikan organisasi. Persepsi etis mengenai pentingnya konflik kepentingan berbeda bagi masing-masing budaya. Contoh sederhana pemasok yang menawarkan hadiah untuk karyawan perusahaan tertentu. Beberapa perusahaan percaya bahwa hadiah macam ini dapat menimbulkan konflik kepentingan, mereka takut bahwa karyawan akan mulai mengutamakan pemasok yang memberi bingkisan terbaik, bukannya pemasok yang menawarkan produk terbaik untuk perusahaan.

Untuk isu pentingnya kerahasiaan, membuka rahasia perusahaan dipandang tidak etis di beberapa negara, tetapi tidak di lainnya. Karyawan yang bekerja untuk bisnis dalam industri yang ketat bersaing seperti elektronik, software dan baju contohnya, dapat tergoda menjual informasi tentang rencana penjualan ke competitor.
Sedangkan isu kejujuran, problem yang umumnya terjadi dibidang ini meliputi hal – hal seperti penggunaan telepon kantor untuk telepon jarak jauh dalam kepentingan pribadi, mengambil barang-barang kantor dan menggelembungkan biaya-biaya. Dalam beberapa budaya bisnis, tindakan – tindakan seperti ini dipandang tidak etis.

3.Bagaimana organisasi dan karyawan memperlakukan agen ekonomi lainnya
Etika yang terlibat dalam hubungan antara perusahan dan karyawannya dengan agen ekonomi yang lain meliputi konsumen, competitor, pemegang saham, pemasok, dealer dan serikat pekerja. Jenis interaksi antara organisasi dengan agen-agen ini rentan terhadap ambigu etis yang meliputi iklan dan promosi, pembukaan rahasia keuangan, pemesanan dan pembelian, dan lain sebagainya. Perbedaan praktek bisnis antar negara menimbulkan kerumitan secara etis bagi perusahaan dan karyawan mereka.

Mengelola Perilaku Etis Lintas Batas
Meskipun tiap individu mempunyai etika, banyak bisnis berusaha untu mengatur perilaku manajer dan karyawan dengan secara jelas menegakkan fakta bahwa mereka berharap para manajer dan karyawan melaksanakan perilaku yang etis. Cara-cara yang paling umum dilakukan adalah dengan menggunakan penuntun atau standar etika, pelatihan etika, dan melalui praktek organisasi dan budaya perusahaan.

Banyak perusahaan multinasional besar termasuk Toyota, Siemens, General Mills dan Johnson & Johnson telah menulis penuntun yang terperinci bagaimana karyawan memperlakukan pemasok, konsumen, competitor dan pihak lain. Adakalanya perusahaan memiliki standar global yang menyeluruh dan kemudian menyesuaikan masing-masing dengan konteks local. Ada juga perusahaan multinasional yang memberikan pelatihan untuk mengatasi dilemma etika yang konsisten secara global dan apakah harus disesuaikan dengan konteks local. Selain itu praktek organisasi dan budaya perusahaan juga menyumbang ke pengelolaan perilaku etika. Jika pimpinan suatu perusahaan bersikap etis dan pelanggaran etika diatasi secara langsung dengan benar, maka setiap orang di organisasi akan memahami bahwa perusahaan mengharapkan mereka untuk bersikap etis, membuat keputusan etis dan melakukan hal yang benar.

Tanggung Jawab Sosial dalam Konteks Lintas Budaya dan Internasional
Tanggung jawab social adalah kumpulan kewajiban organisasi untuk melindungi dan memajukan masyarakat dimana organisasi bekerja. Kompleksitas bagi manajer bisnis internasional adalah jelas yaitu kesinambungan yang ideal anara tanggung jawab social secara global terhadap kondisi lokal yang mungkin memaksa perbedaan pendekatan dengan di neagra- negara yang berbeda – beda dimana perusahaan tersebut melakukan bisnis.

Contoh klasik keseimbangan tersebut berkaitan dengan industry tembakau. Di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Afrika Selatan dan Inggris, perusahaan tembakau dibatasi dalam mengiklankan rokok. Tetapi di banyak negara lain lebih longgar pembatasannya atau bahkan tidak ada pembatasan apa pun. Isunya kemudian adalah, sampai sejauh mana perusahaan temabakau harus menerapkan pendekatan paling ketat ke semua pasar atau mengambil keuntungan dari fleksibilitas yang ditawarkan di beberapa pasar untuk secara aktif mempromosikan penjualan dan penggunaan produk tembakau.
Share :

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan masukkan saran, komentar saudara, dengan ikhlas saya akan meresponnya.

 
SEO Stats powered by MyPagerank.Net
My Ping in TotalPing.com