Thursday, November 26, 2009

LANDASAN TEORI


LANDASAN TEORI: 3.1 Sistem - 3.1.1 Pengertian Sistem.
Kata sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu “Systema” yang berarti kesatuan. Sistem merupakan satu kesatuan komponen-komponen sistem atau subsistem yang saling berhubungan dilaksanakan suatu pekerjaan dalam mencapai tujuan. Defenisi tentang sistem cukup banyak, untuk memahami lebih jelas,
dibawah ini akan penulis kemukakan pendapat beberapa ahli tentang pengertian sistem, diantaranya yaitu:
Menurut Jogiyanto Hartono, MBA, Ph.D (Pengenalan Komputer, 2004, hal. 683) Suatu sistem adalah “Suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan ”. Menurut Fathansyah, Ir (Basis Data, 1999, hal. 9) Pengertian sistem adalah “ Sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah komponen fungsi (dengan satuan fungsi atau tugas khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses atau kegiatan tertentu ”.
Menurut Jerry FitzGeralt, Arda F. FitzGeralt dan Warren D. Stallings. Jr (Analisa dan Desain Sistem Informasi Pendekatan Tersetruktur & Praktek Aplikasi Bisnis, 2005, hal. 1) Pengertian sistem adalah “Suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”.
Dari pengertian dan pernyataan-pernyataan di atas maka istilah “System” atau sistem mengandung arti kumpulan bagian unsur atau komponen yang saling berhubungan satu sama lain secara teratur merupakan satu kesatuan yang saling bergantungan untuk mencapai suatu tujuan.
3.1.2 Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai beberapa karakteristik sistem, yaitu :
1. Komponen/elemen (Component)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
2. Batas Sistem (Boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan.
3. Lingkungan Sistem (Environment)
Apapun yang diluar batas sistem yang mempengaruhi operasional sistem.
4. Penghubung Sistem (Interface)
Merupakan media penghubung antara satu sub sistem dengan sub sistem lainnya.


5. Masukan (Input)
Masukan adalah energi yang dimasukan ke dalam sistem berupa masukan perawatan.
6. Pengolah (Process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah akan merubah masukan menjadi keluaran.
7. Keluaran (Output)
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah.
8. Sasaran sistem (Objective) dan Tujuan sistem (Goal)
Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.
3.1.3 System Development Life Cycle (SDLC)
Proses pengembangan sistem mempunyai beberapa tahap dari sistem itu direncanakan sampai dengan sistem tersebut diterapkan, dioperasikan serta dipelihara.
Adapun tahap-tahap tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Perancangan Sistem (System Planning) meliputi beberapa langkah, yaitu :
a. Penerimaan untuk studi sistem
b. Pengamatan awal
c. Studi kelayakan
  1. Analisa Sistem (System Analisis) meliputi beberapa langkah, yaitu :
a. Mengidentifikasikan kembali masalah
b. Memahami sistem yang ada, membuat logika dan menyelesaikannya
  1. Desain Sistem (System Design) meliputi :
a. Desain output
b. Desain input
c. Desain file
  1. Implementasi Sistem (System Implementasi) meliputi beberapa langkah :
a. Membangun sistem
b. Pembangunan program.
3.2 Informasi
Informasi sangat erat hubungannya dengan data, informasi berasal dari data. Data merupakan bentuk jamak dari datum yang berarti kenyataan atau catatan.
3.2.1 Pengertian Informasi
Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen didalam pengambilan keputusan. Informasi dapat diperoleh dari sistem informasi dimana sistem informasi menyediakan semua informasi yang akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan didalam kegiatan suatu sistem. Untuk lebih jelasnya lagi, pengertian informasi dapat diuraikan oleh beberapa ahli sebagai berikut:
Jogiyanto Hartono,MBA,Ph. D. dalam bukunya Analisis dan Disain Sistem Informasi pendekatan terstruktur Teori dan Aplikasi Bisnis,1999,hal 8 bahwa,”Informasi adalah data yang diolah, menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima”.
Raymond Mcleod, Ir, dalam bukunya Sistem Informasi Manajemen jilid1, edisi bahasa Indonesia,1996, hal 18 yang mengemukakan bahwa “Informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti”.
Dr.Richardus Eko Indrajit, dalam bukunya Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi, 2000, hal 2, yang mengemukakan bahwa, Defenisi kata “Informasi” sendiri secara internasional telah di sepakati sebagai hasil dari pengolahan data yang secara prinsip memiliki nilai atau value yang lebih dibandingkan dengan data mentah.
Kegunaan dari informasi itu adalah untuk mengurangi ketidakpastian dan kesalahpahaman, dalam informasi ada tiga hal yang harus dimiliki oleh informasi tersebut yaitu:
1. Akurat.
Informasi harus bebas dari kesalahan dan tidak menyesatkan, informasi harus jelas dan mencerminkan maksudnya.
2. Tepat Waktu.
Informasi yang sampai pada penerima tidak boleh terlambat, karena informasi landasan dalam pengambilan keputusan.
3. Relevan.
Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevasi informasi untuk setiap orang, satu dengan yang lainnya berbeda.
3.3 Sistem Informasi
Dalam teori sistem informasi ini akan dibahas mengenai pengertian informasi, komponen sistem informasi dan jenis sistem informasi.
3.3.1 Pengertian Sistem Informasi
Menurut Tata Sutabri, dalam buku Pengenalan Sistem Informasi, 2004, hal 36 “Informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”.
Menurut Tata Sutabri, dalam buku Pengenalan Sistem Informasi, 2004, hal 36 “sistem informasi adalah terdiri dari komponen-komponen yang disebutnya sebagai blok bangunan, blok bangunan tersebut terdiri dari blok masukan (input block), blok model (model block), blok keluaran (output block), blok teknologi (technologi block), blok basisdata (database block), dan blok kendali (control block)”.
Dr. Richadus Eko Indrajit, dalam bukunya Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi, 2000 “Sistem Informasi merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen dalam perusahaan atau organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran informasi.
Dari pengertian dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah seperangkat fungsi operasi manejerial yang mampu menghasilan suatu keputusan dalam suatu organisasi serta dapat menyediakan informasi bagi pihak luar.


3.4 Analisa Sistem
Yaitu penjelasan dari sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mendefenisikan, mengevaluasi permasalahan sistem, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan.
3.4.1 Defenisi Analisa Sistem
Analisa sistem menurut Jogiyanto Hartanto dalam bukunya yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi 2003 “sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan”.
3.5 Perancangan Sistem
Perancangan sistem yaitu bagian dari analisa siatem, dimana perancangan sistem merupakan langkah keempat. Sasaran dari perancangan sistem adalah menentukan langkah-langkah operasi dalam proses pengolahan data, menentukan prosedur untuk mendukung operasi sistem.
Menurut Sri Widiatun “Sistem Informasi Manajemen” PT.Pustaka Binaman Resindo (1992) tujuan dari perancangan sistem adalah menghasilkan gambaran entity yang nanti akan dibuat, proses dari yang telah disetujui dan dikembangkan dengan kombinasi institusi dan diagram-diagram bantu yang nantinya akan menjelaskan desain dari sistem tersebut, sehingga akan dapat gambaran secara menyeluruh dari konsep pemahaman sistem.
3.5.1 Alat Bantu Perancangan Sistem
Untuk dapat melakukan langkah-langkah pengembangan sistem sesuai dengan metodelogi pengembangan sistem yang terstruktur maka dibutuhkan alat yang teknik untuk melaksanakannya. Alat-alat yang digunakan dalam suatu perancangan sistem umumnya berupa suatu gambaran dalam penelitian.
3.5.1.1 Data Flow Diagram
Data Flow diagram adalah salah satu tool yang paling penting bagi seorang analis sistem untuk membuat gambaran sistem secara logika. Pendekatan analisis terstruktur diperkenalkan oleh DeMarco (1978) dan gane Sarson (1979) melalui buku metodelogi struktur analisis dan desain sistem informasi. Pengertian secara umum DFD adalah suatu network yang menggambarkan suatu sistem automat/komputerisasi, manualisasi atau gabungan dari keduanya, yang penggambarannya disusun dalam bentuk kumpulan komponen sistem yang saling berhubungan sesuai dengan aturan mainnya.
Melalui suatu teknik analisa data terstruktur yang di sebut dengan diagram aliran data (DAD), penganalisis sistem dapat mereprensentasikan proses-proses data di dalam organisasi. Pendekatan aliran data menekankan logika yang mendasari sistem. Dengan menggunakan kombinasi dari empat simbol, penganalisis dapat menciptakan suatu gambaran proses-proses yang bisa menampilkan dokumentasi sistem yang solid.
DAD terdiri atas empat simbol-simbol yang di gunakan yaitu :
1. Elemen-elemen lingkungan yang saling berhubungan dengan sistem.
2. Elemen-elemen lingkungan berada di luar batas sistem. Elemen ini menyediakan sistem input data dan menerima output data sistem. Pada DAD tidak di sebutkan perbedaan antara data dan informasi. Semua arus di pandang sebagai data. Nama terminator di gunakan untuk menggambarkan elemen lingkungan yang menandai titik-titik berakhirnya sistem.
3. Terminator digambarkan dalam DAD dengan suatu kotak atau segi empat. Tiap simbol terminator di beri label elemen lingkungan.
4. Proses adalah suatu yang mengubah input menjadi output. Proses dapat di gambarkan dengan lingkaran segi empat horizontal atau segi empat tegak dengan sudut-sudut yang membulat. Tiap simbol proses diidentifikasikan dengan label.
5. Arus data terdiri dari kelompok elemen data yang berhubungan secara logis yang bergerak dari satu titik atau proses ke titik atau proses yang lain.
6. Tanda panah di gunakan untuk menggambarkan arus itu. Panah tersebut dapat di gambarkan sebagai garis lurus atau garis melengkung.
7. Penyimpanan Data. Jika data perlu di pertahankan karena sesuatu sebab, maka diperlukan penyimpanan data. Dalam istilah DAD, penyimpanan data adalah suatu penampungan data. Dalam hal menggambarkan penyimpanan data tersedia pilihan satu set garis pararel, segi empat terbuka atau bentuk lonjong.


Tabel 3.1 Empat Simbol dasar Diagram Alir Data Dengan Keterangannya
Simbol
Keterangan
Merupakan kesatuan dilingkungan luar sistem yang dapat berupa orang,organisasi atau sistem yang lain yang berada dilingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem
Menunjukan arus data yang berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem
Kegiatan atau kerja yang di lakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk kedalam proses untuk dihasilkan aris data yang akan keluar dari proses
(Data Store) merupakan simpanan dari data yang di buat
Sumber : Kenneth E. Kendall & Julie E. Kendall (1) 2003,256
Pendekatan aliran data memiliki empat kelebihan utama melalui naratif mengenai cara data-data berpindah di sepanjang sistem yaitu:
  1. Kebebasan dari menjalankan inplementasi teknik sistem terlalu dini.
  2. Pemahaman lebih jauh mengenai keterkaitan satu sama lain dalam sistem san subsistem.
  3. Mengkomunikasikan pengetahuan sistem yang ada dengan pengguna melalui diagram aliran data.
  4. Menganalisis sistem yang diajukan untuk menentukan apakah data dan proses sudah ditetapkan (Kenneth E. Kendall & Julie E. Kendall 2003,256).


3.5.1.2 Flowchart
Flowchart atau Diagram Alir adalah sekumpulan simbol-simbol atau skema yang menunjukkan atau menggambarkan rangkaian kegiatan-kegiatan program dari mulai awal hingga akhir. Inti pembuatan dari flowchart atau Diagram Alir ini adalah penggambaran urutan langkah-langkah pengerjaan dari suatu algoritma.
Tabel 3.2 Simbol-simbol Bagan Alir (Flowchart)
No.
Simbol
Nama
Keterangan
1.
Dokumen
Dokumen tersebut dapat dipersiapkan dengan tulisan tangan atau dicatat dengan komputer
2.
Beberapa tembusan dari satu dokumen
Digambarkan dengan cara menumpukan simbol dokumen dan mencetak nomor dokumen di bagian depan sudut kanan atas
3.
Input atau output
Input dan output berguna dalam mewakili jurnal dan buku besar dalam bagan alir dokumen
4.
Pemrosesan dengan komputer
Biasanya menghasilkan atas perubahan atas data atau informasi
5.
Proses manual
Pelaksanaan pemrosesan yang dilakukan secara manual
6.
File
Filedokumen secara manual di simpan, huruf yang ditulis di dalam simbol menunjukan pengaturan file secara N=numeric, A=alfabetis, D=tanggal
7.
Arus dokumen atau proses
Arah arus dokumen atau proses
8.
Off-Page connector
Suatu penanda masuk dari atau keluar dari halaman
9.
Keputusan
Langkah pengambilan keputusan
10.
Terminal
Titik awal,akhir atas pemberhentian dalam suatu proses
Sumber: Jogiyanto H.M,2001,716
3.5.2 Perancangan Sistem Database
Tujuan utama perancagan sistem database yaitu memiliki kemampuan menyimpan seluruh data yang berguna dalam database. Untuk tahap desain data base secara umum yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi terlebih dahulu file-file yang di perlukan oleh sistem informasi. Menurut Jogiyanto, “Analisa dan Desain”, Andi Yogyakarta {1990}.
3.5.2.1 Database
Database adalah kumpulan file-file atau tabel-tabel yang saling berelasi. Adapun pendapat beberapa ahli mengenai database, yaitu: Andi Sunyoto (2007:123) menyatakan bahwa database adalah kumpulan file-file atau tabel-tabel yang saling berelasi atau berhubungan antara satu dengan yang lain. Kusrini (2007:2) menyatakan bahwa database adalah kumpulan data yang saling berelasi. Suatu database terbentuk dengan memiliki hirarki sebagai berikut :



Gambar 3.1Hirarki Database
Sumber:Widodo Budiharto, S.Si “Aplikasi Database dengan SQL Server 2000 & Visual Basic 6.0 “, 2003
Adapun hirarki data sebagai berikut :
Bit : Bagian terkecil dari data secara keseluruhan, yaitu berupa karakter
ASCII nol atau satu yang merupakan komponen yang membentuk
byte.
Byte : Atribut dari field yang berupa huruf yang membentuk nilai dari
Sebuah field. Huruf tersebut dapat berupa numeric atau abjad
atau karakter khusus.
Field : Atribut dari record yang menunjukkan suatu item dari data seperti
nama, alamat
Record : Kumpulan field yang menggambarkan suatu unit data individu
tertentu.
File : Kumpulan dari record yang saling terkait dan memiliki format
Field yang sama dan sejenis.
Database : Kumpulan dari file yang saling terkait satu sama lain.
3.5.2.2 Model DataBase
Pada dasarnya kekuatan dan kelemahan dari model ini mencerminkan perbedaan filosofi manajemen database. Berapa kriteria dalam mengevaluasi model data yaitu:
  1. Sederhana (Simplycity). Sebuah kesederhanaan sedikit mungkin jumlah tiga struktur,kaidah dan atribut.
  2. Pemodelan yang mendekati kenyataan (modelling direction).
  3. Sebuah model sebaiknya mendekati konsep yang nyata di dunia.
  4. Kemampuan menyimpan gambar (picturebility).
  5. Teknologi tidak bertentangan. Sebuah model seharusnya menggunakan terminologi yang tidak bertentangan dengan terminology yang lainya.
Metode-metode yang digunakan ada tiga , yaitu:
1. Model relation
Relasi adalah hubungan antara tabel yang satu dengan yang lainnya.
Adapun ada beberapa bentuk relasi antara lain:
a. Relasi One To One (Satu ke satu )
Ketika satu record pada satu tabel hanya berhubungan dengan satu record pada satu tabel lainnya.
Contohnya : Mahasiswa memiliki KRS

Gambar 3.2 Relasi One To One
Sumber:Widodo Budiharto, S.Si “Aplikasi Database dengan SQL Server 2000 & Visual Basic 6.0 “, 2003


b. Relasi One To Many (Satu ke Banyak )
Ketika satu record pada satu tabel dengan banyak record pada tabel lainnya.
Contohnya :Dalam suatu perusahaan, suatu bagian memperkerjakan banyak pegawai.
Gambar 3.3 Relasi One To Many
Sumber:Widodo Budiharto, S.Si “Aplikasi Database dengan SQL Server 2000 & Visual Basic 6.0 “, 2003
c. Relasi Many To Many
Ketika banyak record pada suatu tabel berhubungan pada banyak record
pada tabel lainnya.
Contohnya : Mahasiswa Mengambil Matakuliah
Gambar 3.4 Relasi Many To Many
Sumber:Widodo Budiharto, S.Si “Aplikasi Database dengan SQL Server 2000 & Visual Basic 6.0 “, 2003
2. Model hirarki
Seiring dikenal dengan Binary tree (pohon biner atau binary relationship), merupakan jenis struktur tree yang terbaik dimana data akar (root) mempunyai beberapa cabang.

Gambar 3.5 Model Hirarki
Sumber:Widodo Budiharto, S.Si “Aplikasi Database dengan SQL Server 2000 & Visual Basic 6.0 “, 2003
3. Model Jaringan atau Network
Suatu model dimana objek dapat dihubungkan dengan beberapa objek lain yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Gambar 3.6 Model Jaringan
Sumber:Widodo Budiharto, S.Si “Aplikasi Database dengan SQL Server 2000 & Visual Basic 6.0 “, 2003


3.5.2.3 Langkah –Langkah Perncangan Database
Dalam perancangan data base perlu di perhatikan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menentukan kebutuhan input dari suatu baru
Input yang akan dirancang dapat ditentukan dari data flow diagram (DFD) sistem baru yang telah dibuat.
b. Menetukan parameter data input
Setelah input-input yang akan dirancang telah dapat di tentukan maka parameter dari input selanjutnya juga dapat ditentukan. Parameter ini meliputi:
1. Bentuk dari input dan dokumen dasar
2. Sumber input
3. Volume input
4. Periode input
3.7 Konsep Dasar Bahasa Pemograman Visual Basic 6.0
Visual basic adalah program penghasil aplikasi yang bekerja pada sistem operasi windows berbasis grafis (GUI-Grapical User Interface). Bahasa pemrograman adalah perintah atau instruksi yang dimengerti oleh komputer untuk melakukan tugas-tugas tertentu.
a. Sejarah Visual Basic
Sejarah Visual basic diawali dari pengembangan bahasa BASIC (Beginners All Purpose Syimbolic Instruction Code) di Dartmount College, Amerika Serikat pada awal tahun 1960. sejak semula basic dirancang untuk mudah dipelajari. Pada awal tahun 1975, muncul komputer pribadi (Personal Computer/PC) pertama, bermerek MITS Altair. Namun, karena hanya memilki RAM 4KB, satu-satunya bahasa yang digunakan untuk pemograman adalah Assembly, bahasa ini sangat sulit untuk dipahami karena perintahnya mendekati bahasa mesin.
Tentu hal ini sangat menghambat perkembangan komputer pribadi. Bill Gate dan Paul Allen melihat potensi yang sangat besar pada komputer pribadi dimasa depan. Keduanya menciptakan BASIC untuk Altair. Ternyata, sambutan masyarakat sangat baik dan akhirnya keduanya mendirikan perusahaan sendiri yang bergerak dibidang software yang bernama Microsoft. Pada tahun 1982 IMB/PC diperkenalkan kepada masyarakat, microsoft pun membuat sistem operasi MS-DOS untuk komputer ini. Dimana di dalamnya disertakan pula bahasa basic yang dikenal sebagai Quick Basic (QBASIC). Zaman pun berganti, pada tahun 1990 era DOS berlalu dan digantikan era windows.
Dari perkembangan ini akhirnya Microsoft membuat basic versi windows, bahasa pemograman basic ini dikenal dengan nama Visual Basic. Perbedaan antara Visual Basic dengan bahasa BASIC adalah pemograman BASIC masih berorientasi pada text dan program dieksekusi secara berurutan. Untuk itu bahasa BASIC disebut sebagai interpreter. Sedangkan dalam Visual Basic dengan lingkungan grafiknya, pemograman berorientasi pada objek dan sudah merupakan compiler. Visual Basic merupakan pemograman terkendali kejadian (even driven pemograman) artinya pemograman menunggu sampai adanya respon dari pengguna berupa event / kejadian tertentu (tombol diklik, menu dipilih, dan lain-lain). Ketika event terdeteksi, kode yang berhubungan dengan event akan dieksekusi.
Microsoft membuat tiga edisi Visual Basic yaitu :
1. Standart Edition merupakan produk dasar
Ini adalah versi standar yang sudah mencakup berbagai sarana dasar dari Visual Basic 6.0
2. Enterpprise Edition
Versi ini dikhususkan untuk para programmer yang ingin mengembangkan aplikasi remote computing atau client-server. Biasanya versi ini digunakan untuk membuat aplikasi pada jaringan.
3. Profesional Edition berisi tambahan Microsoft
Versi ini memberikan sarana ekstra yang dibutuhkan oleh berbagai programmer professional. Seperti control tambahan, dukungan untuk pemograman internet serta sarana pengembangan database yang lebih baik.
b. Struktur Dan Format
Dalam membuat program, aspek utama yang harus diketahui oleh pemograman adalah struktur program. Program akan berjalan baik jika mempunyai struktur program yang benar. Begitu pula memuat program dengan Visual Basic, pemogram harus mengetahui struktur program yang berlaku pada Visual Basic.
1. Struktur Program Visual Basic
Agar dapat merancang sebuah program dengan baik dan terarah, sebaiknya harus mengenal terlebih dahulu struktur program Visual Basic. Secara umum, struktur program Visual Basic terdiri dari dua bagian yaitu bagian deklarasi program dan bagian pernyataan program.
1. Bagian Deklarasi Program
Bagian ini merupakan peletakan umum semua deklarasi data yang akan digunakan. Secara umum, kata cadangan yang merupakan bagian dari deklarasi adalah : Dim, Public, Private, Static, Const, dan Type.
a. Deklarasi Dim atau Dimension
Dim Atau Dimension adalah cadangan yang sering dipakai untuk mendeklarasikan variabel yang akan digunakan dalam Visual Basic. Pendeklarasian dengan pernyataan Dim berlaku pada pemrograman modul, program dan sub-program.
b. Deklarasi Public
Public merupakan pernyataan yang menggantikan pernyataan global dalam Visual Basic. Pernyataan Public menyatakan bahwa semua variabel yang dideklarasikan oleh pernyataan berlaku secara umum. Public merupakan pernyataan level modul, artinya pernyataan ini pada dasarnya dideklarasikan pada sebuah modul.
c. Deklarasi Private
Private menyatakan bahwa semua variabel yang dideklarasikan oleh pernyataan berlaku secara khusus (Private). Pernyataan Private merupakan pernyataan level sub-program, artinya pernyataan pada dasarnya dideklarasikan pada sebuah sub-program.
d. Deklarasi Static
Static sering digunakan untuk variabel nilai agar tepat atau tidak berubah selama program dijalankan. Pernyataan Static merupakan pernyataan level sub-program.
2. Deklarasi Const atau Constanta
Const atau Constanta sering dipakai pada bagian deklarasi untuk memberikan harga pada suatu variabel. Const merupakan pernyataan level modul, artinya pernyataan yang pada dasarnya dideklarasikan pada modul. Dalam prakteknya, pernyataan Const sering dipadukan dengan pernyataan public atau private.
3. Deklarasi Type
Type dipakai pada bagian deklarasi utuk mendefinisikan Type data terdefinisi. Dimana Type data ini dapat mengandung satu atau lebih dari satu Type. Type merupakan pernyataan level modul, artinya pernyataan yang pada dasarnya dideklarasikan pada modul. Dalam prakteknya, pernyataan Type sering dipadukan dengan pernyataan Public atau Private.
4. Bagian Pernyataan Program
Program pada bagian ini ditulis pada jendela kode, jendela modul maupun jendela sub-program. Program pada bagian ini dapa memuat pemrograman pengendali (event driven programming) yang merupakan salah satu kelebihan pada Visual Basic.


2. Lingkungan Kerja
Pada saat pertama kali dijalankan Visual Basic akan menampilkan sebuah splash screen yang menampilkan logo dari Visual Basic. Selanjutnya Visual Basic akan menampilkan IDE (Integrated Development Integration) yang merupakan bidang atau lingkungan kerja dari Visual Basic.
Adapun komponen tersebut yaitu:
a. Tampilan Utama Visual Basic

Gambar 3.7 Tampilan menu utama
Sumber:Widodo Budiharto, S.Si “Aplikasi Database dengan SQL Server 2000 & Visual Basic 6.0 “, 2003
b. Baris Menu
Baris menu terletak paling atas IDE, menu merupakan kumpulan perintah-perintah yang dikelompokan dalam criteria operasi yang dihasilkan.
Gambar 3.8 baris menu
Sumber:Widodo Budiharto, S.Si “Aplikasi Database dengan SQL Server 2000 & Visual Basic 6.0 “, 2003


c. Toolbar
Toolbar adalah tombol-tombol untuk mewakili perintah dari visual basic.tombol-tombol ini adalah yang sering digunakan.

Gambar 3.9 Toolbar
Sumber:Widodo Budiharto, S.Si “Aplikasi Database dengan SQL Server 2000 & Visual Basic 6.0 “, 2003
d. Form
Form window adalah daerah kerja utama dalam pembuatan aplikasi visual basic. Pada objek ini kita dapat meletakan objek interaktif seperti text, label, command button, image dan lain sebagainya. Form juga biasa disebut sebagai objek induk yang dapat ditanam banyak tool.
Gambar 3.10 Form
Sumber:Widodo Budiharto, S.Si “Aplikasi Database dengan SQL Server 2000 & Visual Basic 6.0 “, 2003


e. Toolbox
Toolbox merupakan wadah atau tempat berkumpulnya kontrol-kontrol yang dibutuhkan dalam visual basic. Control adalah objek yang akan menjadi interface bagi program aplikasi dengan user.
Gambar 3.11 Toolbox
Sumber:Widodo Budiharto, S.Si “Aplikasi Database dengan SQL Server 2000 & Visual Basic 6.0 “, 2003
f. Form layout window
Form layout window adalah jendela yang menampilkan posisi form yang akan ditampilkan pada layar monitor. Posisi form pada form layout window inilah yang merupakan petunjuk di mana aplikasi akan ditampilkan pada layar monitor saat dijalankan.


g. Window property
Window property atau disebut Jendela properties adalah semua jendela yang mengandung informasi tentang objek visual basic. Properti adalah sifat dari suatu objek misalnya nama, ukuran, warna, posisi, aktif atau tidak dan lain sebagainya.
h. Project Explorer
Jendela ini adalah jendela yang menampilkan semua file aplikasi visual basic. Setiap aplikasi dalam visual basic biasa disebut dengan istilah Project (proyek). Dan setiap proyek terdiri banyak file.
i. Code window
Code window (Jendela Kode) adalah tempat untuk menuliskan sintaks perintah program dan prosedur-prosedur aplikasi. Sintaks program terdiri dari kombo box untuk menampilkan objek yang akan dikelompokan kode programnya dan terpisah dengan objek-objek lain dalam aplikasi visual basic. Sedangkan disebelah kanan jendela terdapat event-event yang akan dilekatkan kepada objek untuk menuliskan sintaks atau prosedurenya.
Share :

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan masukkan saran, komentar saudara, dengan ikhlas saya akan meresponnya.

 
SEO Stats powered by MyPagerank.Net
My Ping in TotalPing.com