Thursday, March 14, 2013

Hubungan Palajaran Sejarah Dengan Nasionalisme


Hubungan Palajaran Sejarah Dengan Nasionalisme
Salah satu tujuan pelajaran sejarah disekolah adalah menanamkan pemahaman tentang masa lampau bangsa Indonesia. Siswa perlu diberi pemahaman tentang sejarah bangsa Indonesia untuk menubuhkan sikap nasionalisme melalui penghayatan nilai masa lampau bangsa kita.(Drs. Tugiyono KS.,dkk, 2004 : 5-6)
Pada saat ini, nasionalisme dirasakan mulai memudar dikalangan siswa, sebab melalui peristiwa sumpah pemuda dapat dilihat perbedaan sikap nasionalisme antara pemuda dahulu dengan pemuda sekarang ini. Bahwa pemuda dahulu berperan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sedangkan generasi muda pada saat sekarang ini sebagian mengarah pada hal-hal yang negatif atau sering disebut “kenakalan remaja” yang sengat meresahkan warga seperti perkelahian dikalangan anak didik yang kerap sekali berkembang menjadi perkelahian siswa antara sekolah, mengisap ganja dan mencuri.
Menurunnya sikap nasionalisme siswa berkaitan dengan majunya teknologi yang semakin dinikmati menyebabkan pelajaran sejarah dikesampingkan oleh siswa, sementara pelajaran sejarah dapat berfungsi sebagai jembatan untuk mengatasi perbedaan-perbedaan, seperti perbedaan suku dan golongan-golongan. Dengan mengetahui perjuangan pahlawan dari berbagai daerah akan tumbuh kesadaran bahwa setiap suku dan kelompok lainnya memberikan sumbangannya untuk melahirkan bangsa Indonesia.
Siswa yang merupakan sumber potensi bangsa harus dibina sebaik-baiknya, untuk mangantarkan pemuda-pemuda Indonesia kemasa depan sebagai suatu generasi yang sehat, bertanggung jawab, berKetuhanan Yang Maha Esa, cinta kepada tanah air dan persatuan bangsa, Demokratis dan memiliki moral Pancasila.(S. Hidayat, 1978 : 44)
 Oleh karena itu, selain kedua orang tua dan masyarakat maka pihak yang ikut bertanggung jawab dalam proses pembinaan anak remaja (siswa) adalah para pendidik (guru) di sekolah. Pembinaan ini dilakukan secara formal dalam proses belajar- mengajar (Drs. Sudarsono. S.H., M.Si, 2004 : 7). Maka peran guru sejarah dalam hal mengatasi masalah yang timbul adalah dengan memotivasi peserta didik dengan menanamkan minat terhadap pelajaran sejarah sehingga siswa  tidak hanya ‘mengetahui’ tetapi benar-benar ‘memahami’ maksud/inti Pendidikan Sejarah. Dengan demikian peserta didik bisa lebih menghargai jasa para pahlawan-pahlawan yang telah memperjuangkan bangsa ini, sehingga timbulah sikap nasionalisme siswa.

Dalam mengajarkan sejarah maka ada beberapa metode yang harus digunakan guru sejarah antara lain sebagai berikut :
1.         Metode ceramah
2.         Metode Tanya jawab
3.         Metode Diskusi/kerja kelompok
4.         Metode Pemberian tugas
5.         Metode Widyawisata/Observasi (Drs. B. Suryosubroto, 1997 : 46).

Share :

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan masukkan saran, komentar saudara, dengan ikhlas saya akan meresponnya.

 
SEO Stats powered by MyPagerank.Net
My Ping in TotalPing.com