Wednesday, March 13, 2013

. Pengertian dan Arti Pentingnya Saluran Distribusi


Pengertian dan Arti Pentingnya Saluran Distribusi
Distribusi mempunyai peranan penting dalam kegiatan pemindahan barang dari produsen kepada konsumen akhir atau pemakai akhir.
Salah satu faktor penting dalam memperlancar arus penyaluran barang dan jasa dari produsen dan konsumen adalah memilih secara tepat saluran distribusi (Channel of distribution) yang digunakan dalam usaha penyaiuran barang dan jasa sehingga apa yang menjadi tujuan dari pada perusahaan dapat tercapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan yang telah ditetapkan. Kesalahan dalam memiiih saluran distribusi dapat memperlambat bahkan dapat terjadi kemacetan usaha penyaiuran barang dan jasa tersebut dari produsen ke konsumen.
Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai saluran distribusi, berikut ini penulis akan mengemukakan beberapa defenisi saiuran distribusi atau saluran perdagangan atau sering juga disebut saluran pemasaran. Ketiga isitilah tersebut walaupun berbeda defenisinya tetapi pada dasarnya merupakan pengertian saluran distribusi sebagai arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
Berdasarkan definisi-definisi diatas penulis menyimpulkan pengertian saiuran distribusi adalah perangkat pemasaran yang dipilih perusahaan dalam segala aktivitas dan Ioyalitas untuk memasarkan dan menyalurkan barang atau jasa kepada pemakai industri atau pemakai akhir.


Lembaga-Iembaga Saluran Distribusi dalam Perdagangan
Kegiatan distribusi merupakan suatu bidang keputusan yang penting  ntang pemasaran yang meliputi manajemen distribusi fisik, manajemen lembaga-lembaga pemasaran dan manajemen jalur jalur pemasaran untuk memahami penyaluran distribusi.

a. Pedagang
Pedagang merupakan suatu lembaga yang membeli dan menjual barangnya yang bertanggung jawab terhadap semua barang yang dipasarkannya. Lembaga-lembaga yang termasuk pedagang antara lain pedagang besar, pedagang pengecer. Pedagang besar melakukan kegiatannya dengan membeli dan menjual kembali barang dagangan kepada pedagang eceran dan pedagang-pedagang lain maupun pedagang-pedagang lain maupun kepada pemakai industri tetapi tidak menjual daiam jumlah kecil kepada konsumen akhir. Maksudnya tidak menentukan bahwa pedagang besar harus menjual dalam partai­paxtai besax dan tidak juga mengharuskan agar pedagang-pedagang besar ini juga aktif dalam pemasaran industri. Pedagang ini hanya berlaku sebagai jembatan antara pabrikan pensuplai dengan pemakai industri.

Ada dua cara pokok untuk mengklasifikasikan para pedagang besar, yaitu:
l. Didasarkan atas jajaran barang dagangan yang diperjual belikan yang terdiri dari:
a)      Pedagang besar aneka rupa
Pedagang ini merupakan seorang pedagang besar yang memegang suatu himpunan namun produk-produk dalam satu unit barang dagangan atau lebih nyata dan tidak saling berkaitan. Sebagai contoh: pedagang menyediakan dan menjual barang kering, perangkat keras, perabot, alat-alat listrik dan lain-lain.
b)      General line wholesaler
General line wholesaler ini memegang suatu himpunan luas barang di dalam suatu Iini tunggal barang dagangan, tetapi ia juga dapat memperjual belikan barang daiam jumlah terbatas daiam unit-unit bertalian dekat. Misalnya menjual obat-obatan dan bahan makanan.
c)      Pedagang besar kliusus (Speciality wholesaler)
Pedagang besar khusus hanya memegang sebagian dari satu unit barang dagangan, tetapi dalam jajaran penawarannya yang terbatas. Dia mempunyai suatu himpunan yang aman dan lengkap, misalnya makanan kaiengan, kopi, teh, dan rempah-rempah serta minuman ringan.

2. Didasarkan atas metode operasi yang terdiri dari:
  1. Pedagang besarjasa
Pedagang besar jasa ini melakukan semua atau sebagian besar kegiatan-kegiantan yang biasanya bertalian dengan perdagangan besar, kegiatan-kegiatan yang dimaksud adalah pembelian.
  1. Pedagang besar fungsi terbatas
Pedagang besar fungsi terbatas ini hanya beberapa dari kegiatan yang biasanya berhubungan dengan operasi perdagangan besar.

Pedagang eceran membawa peranan-peranan dasarnya dengan jumlah yang berbeda-beda, masing-masing menyesuaikan diri dengan pengharapan-pengharapan, baik para pensuplai maupun para pelanggannya melalui seleksi barang dagangan yang ditanganinya, lokasinya dan metode-metode penjualannya maupun melalui kebijakan operasi lain.
Pedagang pengecer adalah suatu perdagangan yang luas baik dalam jumlah perusahaan maupun dalam jumlah keseluruhannya. Dengan kata lain pedagang eceran meliputi semua kegiatan yang berhubungan secara langsung dengan penjualan barang atau jasa kepada konsumen akhir atau untuk keperluan pribadi (bukan untuk keperluan usaha).
Pedagang pengecer dalam memasarkan barangnya meialui beberapa cara antara lain:
·         Dengan melakukan penjualan ke rumah-rumah yang dilakukan oleh Wiraniaga.
·         Dengan memasarkan ke toko-toko mandiri.

Toko mandiri adalah suatu unit perdagangan eceran yang dikendalikan oleh pemrangan atau manajemen sendiri. Pedagang eceran mandiri dapat dibagi dua yaitu:
1.      Pedagang eceran mandiri kecil, yaitu suatu pedagang eceran yang harus menggunakan sesuatu yang lain dari pada daya tarik harga guna merangsang jual beli dan kebanyakan toko-toko mandiri kecil berpusat di lapangan-lapangan agar mudah untuk berdagang.
2.      Pedagang eceran mandiri besar, yaitu suatu pedagang eceran besar yang sangat penting dalam iapangan pemasaran, dimana perusahaan saling berhubungan.
Dengan demikian pedagang pengecer dapat didehnisikan pengecer atau toko-toko pengecer adalah sebuah lembaga yang melakukan kegiatan usaha menjual barang kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi.

  
b. Agen
Agen memungkinkan melakukan spesialisasi dalam merundingkan transaksi pembelian atau transaksi penjualan. Agen ini dibedakan dengan pedagang karena tidak mempunyai hak milik atas semua barang-barang yang ditanganinya.
Menurut Basu Swasta DH dan Irawan (1990, ha1.292) menyatakan: ”Agen adalah lembaga yang melaksanakan perdagangan dengan menyediakan jasa jasa ataa fungal khusus yang berhubungan dengan penjualan atau distribusi barang tetapi mereka tidak mempunyai hak untuk memiliki barang yang diperdagangkan”
Beberapa agen dagang mempunyai pengendalian fisik atas suatu sediaan. Karena kegiatan pokoknya adalah penjualan, agen yang demikian mempunyai satu langkah yang cukup besar guna menyediakan suatu cakupan terhadap wilayah pasarnya. la menjual dengan harga atas cakupan harga yang ditentukan oleh pihak yang diwakilinya dan mendapat suatu persentasi, komisi yang didasarkan atas penjualan.

Pada dasarnya perantara agen dapat digolongkan ke dalam dua golongan, yaitu:
a.       Agen Penunjang
Yaitu agen yang mengkhususkan kegiatannya dalam pemindahan barang da.n jasa. Agen penunjang dapat digolongkan menjadi beberapa bagian, yaitu:
1)      Agen pengangkut borongan
2)      Agen penyimpanan khusus
3)      Agen pembelian dan penjualan


b.      Agen Pelengkap
Agen pelengkap berfungsi di dalam melaksanakan jasa jasa tambahan dalam penyaluran bara.ng yang bertujuan memperbaiki kekura.ngan-kekurangan yang ada. Apabila pedagang atau lembaga lain tidak dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran barang, maka agen pelengkap dapat menggantikannya.

Adapun jasa-jasa yang dilakukan agen pelengkap antara lain:
1.      Jasa pembimbing
2.      Jasa finansial
3.      Jasa informasi
4.      Jasa khusus lainnya

Berdasarka.n macam-macam jasa yang mereka tawarkan tersebut, agen pelengkap dapat digolongkan atau dikelompokkan ke dalam :
a)      Agen yang membantu dalam mengambil keputusan seperti : biro Man , dima.na diadakan pengevakuasikan pada lembaga penelitian dan seterusnya.
b)      Agen yang membantu dibidang keuangan seperti bank, perusahaan kredit, perusahan asurasi dan perusahaan lain yang menolong dalam bidang keuangan dan resiko yang diasuransikan sehubungan dengan pembelian atau penjualan produk
c)      Agen pembantu dalam menyelidiki informasi seperti: televisi, audio, surat kabar dan lainnya
d)     Agen khusus yang tidak termasuk dalam ketiga golongan di muka. Agen dan pedagang yang merupakan pedagang perantara dari pada produsen memiliki prantara yang amat penting didalam kegiatan menyalurkan barang-barang industri yang dihasilkan.
ted-sp� � > � X�� XR� tipiretik

Antipiretik adalah obat yang dapat menurunkan suhu tubuh pada keadaan demam. Pada keadaan normal obat ini tidak menunjukkan adanya pengaruh terhadap efek ini. Antipiretika bekerja mempengaruhi pusat pengatur panas sehingga pembentukan panas yang tinggi akan dihambat dengan cara memperbesar pengeluaran panas yaitu dengan menambah aliran darah perifer dan memperbanyak pengeluaran keringat. Antipiretik biasanya digolongkan ke dalam obat analgetik-antipiretika. Obat-obat ini merupakan suatu kelompok heterogen bahkan beberapa obat sangat berbeda secara kimia namun mamiliki persamaan efek terapi dan efek samping yaitu berdasarkan atas penghambatan biosintesis prostaglandin (Ganiswara,1995).
Obat-obat analgetika-antipiretika dapat dikelompokkan atas :
1.        Analgetik Narkotik (Golongan Opiod)
Menurut sumbernya analgetik opiod dibedakan atas :
a.       Golongan morfin dan alkaloid alami, misalnya ; morfin, kodein, tebain dan papaverin.
b.      Golongan semisintetik, misalnya ; heroin, dihidromorfin dan metil dihidromorfin.
c.        Golongan sintetik, golongan ini terbagi dua :
i.                    Turunan fenilheptil amin, misalnya : metadon dan propoksifen.    
ii.                  Turunan fenilpiperidin, misalnya : meferidin, pentanil dan
      difenoksilat.
d.      Golongan antagonis, misalnya : naloksan dan nalorfin.

2.      Analgetik Non Narkotik (Golongan Non Opiod)
Terbagi atas beberapa golongan yaitu :
a.       Turunan asam salisilat misalnya : aspirin, salisilamid, dan diflunisal.
b.      Turunan para-aminofenol, misalnya : parasetamol.
c.       Turunan indol asam asetat, misalnya : indometasin, sulindak dan etodolak.
d.      Turunan asam heteroanyl asetat, misalnya : tolmetin, diklofenak dan ketorolak.
e.       Turunan asam arylpropionat, misalnya : ibuprofen, naproxen, flubioprofen, ketoprofen.
f.       Turunan asam antranilat, misalnya : asam mefenamat, asam meklofenamat.
g.      Turunan asam enolat, misalnya : oksikam-oksikam ( pirosikam dan retoksikam).
h.      Alkanon, misalnya : nabumeton ( Goodman dan Gilman, 2007).

Uraian Obat Yang Digunakan
Vaksin DPT
Vaksin merupakan sediaan yang mengandung antigen dapat berupa kuman mati, kuman inaktif atau kuman  hidup yang dilumpuhkan virulensinya tanpa merusak potensi antigennya yang dimaksudkan untuk digunakan menimbulkan kekebalan aktif dan khuisus terdapat infeksi kuman atau toksinnya.
Vaksin dibuat dari bakteri, riketsia, virus atau toksin dengan cara yang berbeda-beda sesuai jenisnya, tetapi identitasnya tetap dan bebas cemaran jazad asing.Semua vaksin steril harus memenuhi Uji Sterilitas sesuai Uji Keamanan Hayati. Kecuali dinyatakan lain Vaksin Cair pada suhu 20 hingga 100 dan  dihindari dari pembekuan, sedang Vaksin Kering disimpan pada suhu tidak lebih dari 200, terlindung dari cahaya.
Pada etiket harus tertera :
1.      Banyaknya jumlah ml dalam wadah untuk vaksin cair.
2.      Dosis.
3.      Daluwarsa.
Vaksin campur adalah campuran dua vaksin tunggal atau lebih, merupakan cairan jenuh atau suspensi dengan berbagai tingkat opelesannya, umumnya putih dalam cairan tidak berwarna atau agak berwarna.
Salah satu sediaan vaksin yang terdapat dalam Farmakope Indonesia ed.III adalah :
Vaccinum Diphtheriae Pertusis et Tetani adsorbatum (Vaksin DPT jerap) adalah campuran toksoida formol difteri, toksoid formol tetanus dan suspensi kuman mati Bordetella pertusis terjerap pada zat jerap umumnya aluminium hidroksida atau aluminium fosfat, dengan kemurnian tidak kurang dari 1000 Lf per mg nitrogen protein. Khasiat dan penggunaan sebagai imunisasi aktif (Depkes RI, 1979).

Parasetamol
Sinonim                    :  Acetaminophen, N-acetyl-p-aminophenol, tabalgin, tempra.
Rumus molekul        :  C8H9NO2
Berat molekul           :  151,16
Titik leleh                 :  169-170,5ÂșC
NHCOCH3
 
 


OH
 


                       Gambar 2.14 Struktur Kimia Parasetamol
Pemerian           :    Hablur atau serbuk hablur putih, tidak berbau dan pahit.
Kelarutan          :    Larut dalam 70 bagian air, 7 bagian etanol, 13 bagian     aseton,
                               9 bagian propilenglikol dan 40 bagian gliserol.
Parasetamol (asetaminofen) adalah metabolit aktif phenasetin yang bertanggung jawab atas efek analgetik. Obat ini bekerja menghambat prostaglandin lemah pada jaringan perifer dan tidak memiliki efek anti inflamasi yang signifikan. Parasetamol bekerja menghambat enzim siklooksigenase-1 pada biosintesa prostaglandin. Parasetamol yang diberikan per oral, absorbsinya tergantung pada kecepatan pengosongan lambung, dan kadar puncak dalam darah biasanya dicapai dalam waktu 30-60 menit. Parasetamol sedikit terikat dengan protein plasma dan sebagian di metabolisme oleh enzim mikrosom hati dan diubah menjadi asetaminofen sulfat dan glukoronida, yang secara farmakologi tidak aktif. Waktu-paruh parasetamol adalah 2-3 jam dan relatif tidak terpengaruh oleh fungsi ginjal. Dengan kuantitas toksik atau penyakit hati, waktu-paruhnya dapat meningkat dua kali lipat atau lebih (Katzung, 1998).
Parasetamol saat ini sangat banyak digunakan di Indonesia sebagai analgetika-antipiretika baik dalam bentuk tunggal maupun kombinasi. Dosis parasetamol dalam sediaan tunggal 500-1000 mg, 3-4 kali sehari. Pemakaian  utama sebagai antipiretik atau penurun panas. Efek antipiretik ditimbulkan oleh gugus amino benzena dan mekanismenya juga secara sentral pada hipotalamus dengan menghambat sintesis prostaglandin (Ganiswara, 1995).
Pada dosis terapi, parasetamol kadang-kadang meningkatkan enzim hati tanpa ikterus, keadaan ini reversibel bila obat dihentikan. Pada dosis lebih besar dapat mengakibatkan pusing, mudah tersinggung dan disorientasi. Pemakaian 15 g parasetamol bisa berakibat fatal, kematian disebabkan hepatotoksisitas yang berat dengan nekrosis lobulus sentral, kadang-kadang berhubungan dengan nekrosis tubulus ginjal akut (Katzung, 1998)

Share :

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan masukkan saran, komentar saudara, dengan ikhlas saya akan meresponnya.

 
SEO Stats powered by MyPagerank.Net
My Ping in TotalPing.com