Thursday, March 28, 2013

Peranan Guru Agama Islam

Peranan Guru Agama Islam
Pada dasarnya peranan guru agama islam dan guru umum itu sama, yaitu sama-sama berusaha untuk memindahkan ilmu pengetahuan yang ia miliki kepada anak didiknya, agar mereka lebih banyak memahami dan mengetahui ilmu pengetahuan yang lebih luas lagi. 

Akan tetapi peranan guru agama islam selain berusaha memindahkan ilmu (Transfer of knowledge), ia juga harus menanamkan nilai-nilai agama islam kepada anak didiknya agar mereka bisa mengaitkan antara ajaran agama dan ilmu pengetahuan.

Menurut Syaiful Bahri Djamarah mengatakan bahwa sehubungan dengan peranan guru sebagai pengajar, pendidik, dan pembimbing, juga masih ada berbagai peranan guru lainnya. Dan peranan guru ini senantiasaakan menggambarkan pola tingkah laku yang diharapkan dalam berbagai interaksinya, baik dengan siswa, guru maupun dengan staf yang lain. Dari berbagai kegiatan interaksi belajar mengajar, dapat dipandang guru sebagai sentral bagi peranannya. Sebab baik disadari atau tidak bahwa sebagian dari waktu dan perhatian guru banyak di curahkan untuk menggarap proses belajar mengajar dan interaksi dengan siswanya.

Menurut Syaiful Bahri Djamarah dalam bukunya “Guru Dan AnakDidik Dalam Interaksi Edukatif” menyebutkan peranan guru agama islamadalah seperti diuraikan dibawah ini :

1. Korektor
Sebagai korektor, guru harus bisa membedakan mana nilai yang baik dan mana nilai yang buruk, kedua nilai yang berbeda itu harus betulbetul dipahami dalam kehidupan di masyarakat. Kedua nilai ini mungkin telah anak didik miliki dan mungkin pula telah mempengaruhinya sebelum anak didik masuk sekolah. Latar belakang kehidupan anak didik yang berbeda-beda sesuai dengan sosio-kultural masyarakat dimana anak didiktinggal akan mewarnai kehidupannya.Semua nilai yang baik harus guru pertahankan dan semua nilaiyang buruk harus disingkirkan dari jiwa dan watak anak didik. Bila guru membiarkannya, berarti guru telah mengabaikan peranannya sebagai seorang korektor, yang menilai dan mengoreksi semua sikap, tingkah laku, dan perbuatan anak didik. Koreksi yang harus guru lakukan terhadap sikap dan sifat anak didik tidak hanya disekolah, tetapi diluar sekolah pun harus dilakukan.

2. Inspirator
Sebagai inspirator, guru harus dapat memberikan ilhan yang baik bagi kemajuan belajar anak didik. Persoalan belajar adalah masalah utama anak didik. Guru harus dapat memberikan petunjuk bagaimana cara belajar yang baik. Petunjuk itu tidak mesti harus bertolak dari sejumlah teori-teori belajar, dari pengalaman pun bisa dijadikan petunjuk bagaimana cara belajar yang baik. Yang penting bukan teorinya, tetapi bagaimana melepaskan masalah yang dihadapi anak didik.

3. Informator
Sebagai informatory, guru harus bisa memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, selain sejumlah bahan pelajaran untuk setiap mata pelajaran yang telah diprogramkan dalam kurikulum. Informasi yang baik dan efektif diperlukan dari guru. Kesalahan informasi adalah racun bagi anak didik. Untuk menjadi informatory yang baik dan efektif, penguasaan bahasalah sebagai kunci, ditopang dengan penguasaan bahan yang akan diberikan kepada anakdidik. Informator yang baik adalah guru yang mengerti apa kebutuhananak didik dan menabdi untuk anak didik.

4. Organisator
Sebagai organisator, adalah sisi lain dari peranan yang diperlukandari guru. Dalam bidang ini guru memiliki kegiatan pengelolaan kegiatanakademik, menyusun tata tertib sekolah, menyusun kalender akademik,dan sebagainya. Semua diorganisasikan sehinga dapat mencapaiefektivitas dan efesiensi dalam belajar pada diri anak didik.

5. Motivator
Guru sebagai motivator hendaknya dapat mendorong agar siswamau melakukan kegiatan belajar, guru harus menciptakan kondisi kelasyang merangsang siswa melakukan kegiatan belajar, baik kegiatanindividual maupun kelompok. Stimulasi atau rangsangan belajar parasiswa bisaditumbuhkan dari dalam diri siswa dan bisa ditumbuhkan dariluar diri siswa.

6. Inisiator
Dalam peranannya sebagai inisiator guru harus dapat menjadipencetus ide-ide kemajuan dalam pendidikan dan pengajaran. Prosesinteraksi edukatif yang ada sekarang harus diperbaiki sesuaiperkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang pendidikan.Kompetensi guru harus diperbaiki, ketrampilan penggunaan mediapendidikan dan pengajaran harus diperbaharui sesuai kemajuan mediakomunikasi dan informasi abad ini. Guru harus menjadikan duniapendidikan, khususnya interaksi edukatif agar lebih baik dari dulu. Bukanmengikuti terus tanpa mencetuskan ide-ide innováis bagi kamajuanpendidikan dan pengajaran.

7. Fasilitator
Sebagai fasilitator guru hendaknya dapat menyediakan fasilitasyang memungkinkan kemudahan belajar anak didik. Lingkungan belajaryang tidak menyenagkan, suasana ruang kelas yang pengap, meja dankursi yang berantakan, fasilitas belajar yang kurang tersedia, menyebabkananak didik malas belajar. Oleh karena itu menjadi tugas guru bagaimanamenyediakan fasilitas, sehingga akan tercapai lingkungan belajar yangmenyenangkan anak didik.

8. Pembimbing
Peranan guru yang tidak kalah pentingnya dari semua peran yangtelah disebutkan di atas, adalah sebagai pembimbing. Peranan yang haruslebih dipentingkan, karena kehadiran guru di sekolah adalah untukmembimbing anak didik menjadi manusia dewasa susila yang cakap.Tanpa bimbingan, anak didik akan mengalami kesulitan dalammenghadapi perkembangan dirinya. Kekurang mampuan anak didikmenyebabkan lebih banyak tergantung pada bantuan guru. Tetapi semakindewasa, ketergantungan anak didik semakin berkurang. Jadi, bagaimanpunjuga bimbingan dari guru sangat diperlukan pada saat anak didik belummampu berdiri sendiri (mandiri).

9. Pengelola Kelas
Sebagai pengelola kelas, guru hendaknya dapat mengelola kelasdengan baik, karena kelas adalah tempat berhimpun semua anak didik danguru dalam rangka menerima bahan pelajaran dari guru. Kelas yangdikelola dengan baik akan menunjang jalannya interaksi edukatif.Sebaliknya, kelas yang tidak dikelola dengan baik akan menghambatkegiatan pengajaran. Anak didik tidak mustahil akan merasa bosan untuktinggal lebih lama dikelas. Hal ini akan berakibat mengganggu jalannyaproses interaksi edukatif. Kelas yang terlalu padat dengan anak didik,pertukaran udara kurang, penuh kegaduhan, lebih banyak tidakmenguntungkan agiterlaksananya interaksi edukatif yang optimal.

Hal ini tidak sejalan dengan tujuan umum dari pengelola kelas,yaitu menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas dari bermacam-macamkegiatan belajar mengajar agar mencapai hasil yang baik danoptimal. Jadi maksud dari pengelolaan kelas adalah agar anak didik betahtinggal dikelas dengan motivasi yang tinggi untuk senantiasa belajardidalamnya.

10. Evaluator
Sebagai evaluator, guru dituntut untuk menjadi seorang evaluatoryang baik dan jujur, dengan memberikan penilaian yang menyentuh aspekekstrinsik dan intrinsik. Penilaian terhadap aspek intrinsic lebihmenyentuh pada aspek kepribadian anak didik. Berdasarkan hal ini guruharus bisa memberikan penilaian dalam dimensi yang luas. Jadi penilaianitu pada hakikatnya diarahkan pada perubahan kepribadian anak didik agarmenjadi manusia susila dan cakap.

Sebagai evaluator, guru tidak hanya menilai produk (hasilpengajaran), tetapi juga menilai proses (jalannya pengajaran). Dari keduakegiatan ini akan mendapatkan umpan balik (feedback) tentangpelaksanaan interaksi edukatif yang telah dilakukan.
Share :

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan masukkan saran, komentar saudara, dengan ikhlas saya akan meresponnya.

 

Blog Info

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
My Ping in TotalPing.com

Visitor Info